Smart Policy Khofifah untuk Perguruan Tinggi Berbasis Pesantren di Jatim

Smart Policy Khofifah untuk Perguruan Tinggi Berbasis Pesantren di Jatim

  • Bagikan
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat memberikan kuliah umum di Universitas NU NTB, Kamis (20/1/2022)
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Dokumen)

Tugujatim.idGubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dinilai membuat terobosan baru yang bisa menjadikan Jawa Timur sebagai pusat intelektual NKRI. Terobosan tersebut berupa beasiswa beasiswa S1, S2, dan S3.

Kebijakan ini dinilai bisa memperkuat Islam Wasathiyah yangg ditunggu oleh dunia untuk kebangkitan Indonesia. Penilaian ini disampaikan oleh Prof M. Mas’ud Said, cendikiawan dan teknokrat profesional pendidikan, dalam acara sosialisasi dan koordinasi beasiswa Jawa Timur.

Dia mengatakan, setelah dua tahun berturut-turut memiliki kinerja tertinggi sebagai provinsi dengan jumlah capaian diterimanya siswa pada perguruan tinggi negeri jalur SNMPTN dan SBMPTN tahun 2021 dan tahun 2022, Gubernur Jawa Timur ini membuat special policy untuk kalangan pesantren, guru dan dosen.

“Policy itu berbentuk beasiswa S1 ke Al Azhar Mesir, beasiswa S2 bagi guru madin dan beasiswa S3 bagi dosen Perguruan Tinggi Islam berbasis pesantren untuk kuliah di perguruan tinggi ternama di Jawa Timur,” katanya.

Direktur Pascasarjana Unisma dan Ketua ISNU Jatim, Prof. M. Mas'ud Said saat mengisi acara sosialisasi dan koordinasi.
Direktur Pascasarjana Unisma dan Ketua ISNU Jatim, Prof.
M. Mas’ud Said saat mengisi acara sosialisasi dan koordinasi. (Foto: Dokumen)

Tidak sembarangan, seleksi dilakukan dan administrasi dilakukan secara terstruktur, seleksi calon penerima beasiswa di samping administrasi juga diuji baca kitabnya dengan ketat.

“Hal ini untuk mencetak kader ulama NKRI yang intelektual dan ilmuwan. Ulama yang dilakukan oleh tim kiai-kiai muda utama,” katanya.

Untuk mengkongkritkan progran ini, Khofifah juga menguatkan Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) diketuai oleh Prof H A Halim Soebahar MA dan para kyai muda dan intelektual muslim Jawa Timur sebagai pengurusnya.

“Basis dari kebijakan tersebut mengacu Renstra Pemprov Jatim, kebijakan Pemerintah terkait UU Pondok Pesantren, UU Sisdiknas dan keinginan untuk menjadikan SDM unggul, menguatkan Islam Wasathiyah,” ujar dia.

Sosialisasi dan penguatan managerial perguruan Tinggi Keagamaan Islam dilakukan selama dua hari tgl 23-24 Juni 2022 di Hotel Harris Convention Hall Malang yang diikuti oleh 57 pimpinan perguruan tinggi, pimpinan pesantren dan pengelola pendididikan tinggi berbasis pesantren dan PTKI.

LPPD Jatim juga mengundang pemerintahan yang membeberkan bagaimana cara untuk mendorong kemajuan secara terstruktur, sistemik dan percepatan pengembangan kelembagaan.

Peserta dan pengurus LPPD dan para tokoh pendidikan secara antusias mendengarkan paparan tentang smart policy Pemprov Jatim untuk bangkit bersama membangun Indonesia unggul melalui PTKIS.

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan