MALANG, Tugujatim.id – Badan Gizi Nasional memperkenankan pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi penerima yang tidak menjalankan puasa atau siswa non muslim selama Ramadhan. SMPN 6 Malang menjunjung tolerasi dengan meminta semua siswa, termasuk siswa non muslim, terima paket MBG kering.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMPN 6 Malang Yanti Kurnia Lestari menjelaskan, menu MBG selama Ramadhan telah diganti ke makanan kering. Hari pertama pembagian, dia mengatakan, isinya kue kukus, telur rebus, kurma, hingga kacang goreng.
Baca Juga: Pemprov Jatim Bersama Menteri dan Satgas MBG Rakor Bahas Implementasi Perpres
“Berdasarkan SE dari Badan Gizi Nasional yang kami terima, bentuk menu MBG-nya memang dianjurkan seperti itu,” ucapnya pada Senin (23/02/2026).
Dia mengatakan, ada 797 siswa SMPN 6 Malang menerima paket MBG. Dari angka itu, dia menyebut tidak semua siswa beragama Islam. Ada belasan siswa yang non muslim dan tidak berpuasa.
Siswa Terbiasa Diajari Toleransi dengan Perbedaan
Meski regulasi memperbolehkan, dia telah meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk penyaluran menu MBG yang sama dengan pelajar muslim lainnya.

“Untuk menjunjung toleransi, kami minta semua sama selama Ramadhan, paket makanan kering. Ada belasan siswa non muslim di sini,” ungkapnya.
Baca Juga: RDP Evaluasi MBG Mojokerto, Begini Respons BGN soal Izin Operasional
Dia mengatakan, nilai-nilai toleransi memang telah diajarkan kepada para siswa tidak hanya di momen tertentu. Selama Ramadhan, para siswa SMPN 6 Malang yang non muslim juga diajari sikap saling menghargai dalam melihat perbedaan.
“Kami di bulan Ramadhan ini biasanya juga mengajak siswa non muslim membagikan takjil bersama siswa lainnya,” kata dia.
Dia menyebut tidak ada siswa maupun wali murid yang menolak penyaluran MBG kering selama Ramadhan. Bahkan, banyak siswa yang sengaja menanti MBG.
“Orang tua siswa juga malah senang anak-anaknya dapat makanan tambahan ini,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Sholeh
Editor: Dwi Lindawati








