• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Terminal Purabaya (Bungurasih) Surabaya, Selasa (04/05/2021).(Foto: Dimas Ari/Tugu Jatim)

Terminal Purabaya (Bungurasih) Surabaya, Selasa (04/05/2021).(Foto: Dimas Ari/Tugu Jatim)

Soal Penyekatan, Kanit Terminal Purabaya: Jumlah Penumpang Harian Menurun Drastis

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Beberapa waktu lalu, pemerintah menetapkan kebijakan terkait aglomerasi atau penyekatan di 8 wilayah di Indonesia dan 7 rayon di Jawa Timur. Tentu, kebijakan itu dibuat untuk mencegah warga untuk melakukan hilir mudik Lebaran 1442 Hijriah demi menghentikan penyebaran pandemi Covid-19.

Kebijakan itu tidak lantas mulus begitu saja, ternyata ada banyak pihak yang terdampak. Termasuk angkutan umum antar kota dan antar provinsi. Kepala Unit Terminal Purabaya
Imam Hidayat menegaskan, memang kebijakan aglomerasi amat berpengaruh bagi kuantitas penumpang dan sirkulasi angkutan umum.

You might also like

Bojonegoro.

Bojonegoro Terima DBH PBB Rp116,6 Miliar, Sektor Migas Jadi Penyumbang Terbesar

19/07/2026 2:05 PM
Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

19/07/2026 12:53 PM

“Oh, pengaruh banget. Kalau rute semua ya pengaruh, masalahnya terminal tutup atau tidaknya mulai  pembatasan sosial berskala besar (PSBB, red) itu sudah turun (jumlah atau kuantitas, red) penumpangnya,” terangnya saat ditemui Tugu Jatim di Terminal Purabaya, Selasa (04/05/2021).

Selain itu, Imam juga menyampaikan sebelum Senin (03/05/2021), Terminal Purabaya sudah mengalami penurunan penumpang, dampak dari adanya persyaratan rapid test sebelum naik transportasi umum.

“Kemarin sebelum 2 Mei 2021, terkait surat edaran (SE) soal regulasi transportasi darat yang tidak boleh beroperasi, terutama penumpang harus rapid test, dan membawa surat keterangan dan tujuan ke mana. Jadi menurun drastis,” jelasnya.

Tadinya, Imam menambahkan, penumpang naik berangsur-angsur, sekarang mulai turun. Minggu ini Terminal Purabaya hanya mendapat penumpang sekitar 5.000-6.000 per hari.

Padahal, sebelum pandemi Covid-19, Imam melanjutkan, per hari Terminal Purabaya bisa mendapat penumpang sampai 28.000 orang, apalagi akhir pekan mencapai 35.000-45.000 orang. Untuk saat ini, “weekend” hanya ada 9.000, 10.000, atau 11.000 penumpang.

Imam juga menyebutkan, soal potensi berhenti atau tidaknya sirkulasi angkutan umum di Terminal Purabaya selama Lebaran mendatang. Dia belum tahu, menunggu instruksi pimpinan.

“Kalau berhenti atau tidaknya, setiap perusahaan kan sudah diberi surat edaran, bergantung perusahaannya. Kalau terminal sendiri belum tutup, selama belum ada instruksi dari pimpinan,” bebernya.

“Apalagi ini ada surat dari kementerian, ada stiker tetap kami tindak lanjuti soal surat edaran dan koordinasi dengan pihak perhubungan. Terutama sosialisasi dengan penumpang dan perusahaan bisnis itu sendiri,” sambungnya.

Mengenai rapid test, Imam juga memberi respons bahwa harga rapid test justru lebih mahal dari tiket bus itu sendiri. Jadi, hal itu juga jadi faktor penurunan jumlah penumpang yang amat drastis.

“Kalau rapid test sendiri, iya, kami harga rapid tes dan harga tiket mahalan harga rapid tes-nya. Penyekatan itu memang sudah aturan, kalau tidak membawa surat tes antigen, disuruh kembali,” jelasnya.

Mengenai tarif transportasi umum di Terminal Purabaya apakah ada kenaikan atau penurunan, Imam menjawab.

“Kalau seluruh rute, ekonomi pakai atas dan bawah, kebanyakan pakai tarif atas. Kalau patas bus cepat, kami serahkan operator ya, perkara naik atau tidaknya yang ngatur operator di lapangan terkait situasi dan kondisinya. Kalau naik silakan naik, kalau di aturannya kami serahkan ke operator. Banyak yang naik,” bebernya.

“Bus kota masih jalan, terminal tutup atau buka, bus kota dan taksi tetep jalan. Kalau antar kota antar provinsi-angkutan darat (AKAP-AD) sendiri tidak jalan, bus kota tidak jalan, penumpang sepi. Kami juga masih nunggu instruksi dari pimpinan,” ujarnya.

Tags: Jawa TimurKota SurabayaPenumpang busTerminal PurabayaWilayah penyekatan
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Bojonegoro.

Bojonegoro Terima DBH PBB Rp116,6 Miliar, Sektor Migas Jadi Penyumbang Terbesar

by Dwi Linda
19/07/2026 2:05 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kembali menerima penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar...

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Jawa Timur

Variasi Cuaca di Jawa Timur Mencolok, Dominasi Udara Kabur Berbanding Terbalik dengan Suhu Cerah yang Tinggi

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Minggu (19/07/2026) menunjukkan dinamika atmosfer yang cukup kontras antara wilayah satu dengan lainnya....

Jalan Menuju Surga.

Jalan Menuju Surga di Kota Malang Viral Bikin Penasaran, Ternyata Dibangun untuk Antar Jenazah

by Dwi Linda
18/07/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebuah gang kecil di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, belakangan viral di media sosial karena memiliki...

Next Post
CEO Paragon Technology and Innovation Salman Subakat bersama Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni Guntur Rahayu SIK SH MH.(Foto: Nurcholis MA Basyari/Tugu Media)

CEO Paragon Salman Subakat Bersama Kapolres Sukabumi Kota Coaching Santri Ponpes Azzainiyah

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID