• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sugondo Djojopuspito.

Sugondo Djojopuspito, Ketua Kongres Pemuda II yang membacakan naskah Sumpah Pemuda. (Foto: dok Wikipedia Commons/National Library of Indonesia)

Soegondo Djojopoespito, Putra Tuban yang Menggetarkan Semangat Sumpah Pemuda

Dwi Linda by Dwi Linda
8 months ago
in Opini
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Akhmad Sifyani (Guru MI Al Asyhar Karangagung Timur-Palang, Tuban)

Tugujatim.id – Setiap tanggal 28 Oktober, seluruh rakyat Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda. Pada momen bersejarah ini, berbagai pamflet dan stiker bertebaran di media sosial dengan tulisan “Selamat Hari Sumpah Pemuda.”

Secara garis besar, Sumpah Pemuda menjadi tonggak semangat dan perlawanan terhadap penjajahan. Peristiwa penting ini tidak lahir begitu saja, tetapi merupakan hasil dari pemikiran para pemuda Indonesia pada masa itu yang ingin menyatukan seluruh rakyat Indonesia menjadi bangsa yang berdaulat dan bersatu.

You might also like

NU.

Suket Teki, Gus Yahya, dan Tantangan Governing NU

06/06/2026 4:45 PM
Gus Yahya.

Menakar Dua Periode Gus Yahya: Mungkinkah?

30/05/2026 8:27 PM

Baca Juga: Sugondo Djojopuspito, Putra Tuban di Balik Sumpah Pemuda yang Tak Banyak Dikenal

Dari sekian banyak tokoh pemuda yang terlibat, ada satu nama yang menarik perhatian saya, yaitu Soegondo Djojopoespito. Dia lahir di sebuah kota kecil di pesisir pantai utara Jawa, yaitu Tuban, Jawa Timur, yang sering dijuluki “Bumi Wali.”

Dalam perjalanan hidupnya sebagai pelajar dan aktivis, Soegondo Djojopoespito banyak bersinggungan dengan tokoh-tokoh besar pendiri bangsa, seperti Johannes Leimena, Muhammad Yamin, Amir Sjarifudin, W.R. Supratman, H.O.S. Cokroaminoto, dan Soekarno. Tidak mengherankan jika akhirnya dia dipercaya menjadi Ketua Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI).

Dalam proses perumusan naskah Sumpah Pemuda, Soegondo Djojopoespito memberikan paraf pada kertas yang ditulis oleh Muhammad Yamin dengan kalimat sederhana namun sangat bermakna: “Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa Indonesia.” Kalimat inilah yang kemudian menjadi ikrar Sumpah Pemuda yang selalu kita hafalkan dan lantunkan hingga hari ini.

Soegondo Pantas Diajukan sebagai Pahlawan Nasional

Peran Soegondo Djojopoespito sangat besar dalam lahirnya Sumpah Pemuda sebuah peristiwa yang menjadi titik balik kebangkitan semangat persatuan bangsa. Sebagai putra terbaik daerah, sudah sepantasnya nama Soegondo Djojopoespito diajukan sebagai Pahlawan Nasional.

Saya berharap pemerintah daerah Kabupaten Tuban benar-benar serius mempersiapkan arsip dan dokumen pendukung untuk mengajukan beliau sebagai pahlawan nasional. Jangan sampai peran besar dia hanya dikenang dalam buku sejarah tanpa penghargaan yang layak dari negeri yang ikut diperjuangkan.

Jika pemerintah daerah tidak memberikan dukungan terhadap pengajuan Soegondo sebagai pahlawan nasional, maka sulit rasanya melahirkan seribu pahlawan baru di kota ini. Sebab, menghargai pahlawan bukan hanya dengan mengingat namanya, tetapi juga dengan melanjutkan perjuangannya dan memberikan tempat terhormat bagi jasa-jasanya.

Sebagai guru madrasah dan warga Tuban, saya merasa bangga mengetahui bahwa dari tanah kelahiran saya, Bumi Wali, lahir seorang pemuda yang ikut merumuskan Sumpah Pemuda ikrar suci yang menyatukan bangsa Indonesia. Semoga semangat perjuangan Soegondo Djojopoespito terus hidup di hati para pemuda Tuban dan menjadi inspirasi untuk berjuang bagi kemajuan bangsa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Editor: Dwi Lindawati

Tags: berita Tuban hari iniGuru MI Al Asyhar Karangagung TubanHari Sumpah Pemuda 2025Putra Tuban Soegondo DjojopoespitoTubanTuban hari ini
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

NU.

Suket Teki, Gus Yahya, dan Tantangan Governing NU

by Dwi Linda
06/06/2026 4:45 PM
0

Oleh: Abdur Rahim* Tugujatim.id - KH A Hasyim Muzadi, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 1999-2010 pernah melontarkan...

Gus Yahya.

Menakar Dua Periode Gus Yahya: Mungkinkah?

by Dwi Linda
30/05/2026 8:27 PM
0

Oleh: Abdur Rahim** Tugujatim.id - Kepemimpinan di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sedang berada di persimpangan yang tidak mudah. Ketegangan...

Tasyakuran 50 tahun pernikahan

Tasyakuran 50 Tahun Pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain, Penuh Kesan dan Menginspirasi

by Mochamad Abdurrochim
03/05/2026 7:42 PM
0

JAKARTA, Tugujatim.id – Tasyakuran 50 tahun pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain berlangsung penuh kesan, syukur, dan inspirasi di Hotel...

Taiwan

Di Antara Kepentingan dan Persepsi: Tantangan Indonesia dalam Menyikapi Isu Taiwan

by Darmadi Sasongko
30/04/2026 6:35 PM
0

Arief Putra Wijaya, Alumni Universitas Indonesia - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Penulis juga seorang Pengamat Politik dan Hubungan...

Next Post
Gubernur Khofifah.

Gubernur Khofifah Tegaskan Dana di Bank Rp6,2 Triliun Tak Mengendap: Itu Silpa, Bukan Dana Nganggur!

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID