Solar Bersubsidi di SPBU Tuban Mulai Langka - Tugujatim.id

Solar Bersubsidi di SPBU Tuban Mulai Langka

  • Bagikan
Antrean panjang sejumlah kendaraan yang menunggu pengisian BBM subsidi jenis solar di SPBU Sleko, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Tuban. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)
Antrean panjang sejumlah kendaraan yang menunggu pengisian BBM subsidi jenis solar di SPBU Sleko, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Tuban. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

TUBAN, Tugujatim.id – Sejumlah sopir kendaraan yang berbahan bakar bio solar mengeluh terkait kelangkaan BBM bersubsidi di wilayah SPBU Tuban. Kelangkaan tersebut terjadi sejak sepekan terakhir.

Salah satu pemandangan kelangkaan BBM itu seperti yang terjadi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sleko, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Tuban . Di lokasi tersebut, beberapa kendaraan besar dan mobil pribadi mengantre untuk mendapatkan solar subsidi.

Suryono, 37, sopir kendaraan mobil box yang memmuat es krim ini, menuturkan, pihaknya kesulitan mencari SPBU yang masih menjual solar. Dia melanjutkan, setiap kali masuk ke dalam pengisian BBM ini, kondisinya habis atau terlihat antrean sangat panjang.

“Beberapa hari ini solar memang sulit. Tiga tempat telah saya kunjungi. Namun, memang barangnya (solar, red) tidak ada,” ujar Suryono kepada Tugu Jatim, Kamis (21/10/2021).

Pihaknya bersyukur, di lokasi keempat yang dia datangi baru mendapatkan bahan bakar. Dia berharap, situasi seperti ini bisa segera teratasi dan normal kembali.

Kondisi berbeda terlihat di SPBU Pakah, Kecamatan Plumpang. Di tempat tersebut aktivitas pengisian BBM bersubsidi jenis bio solar tidak nampak. Hanya beberapa kendaraan bermotor saja mengisi BBM jenis pertalite atau pertamax.

Kondisi di SPBU Pakah, Kecamatan Plumpang, yang tidak melayani pengisian BBM Subsidi jenis solar, karena stok kosong. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)
Kondisi di SPBU Pakah, Kecamatan Plumpang, yang tidak melayani pengisian BBM Subsidi jenis solar, karena stok kosong. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

SPV SPBU Pakah Subiyanto saat dikonfrimasi mengatakan, sejak sepekan terakhir pihaknya tidak melayani pengisian solar subsidi. Hal itu disebabkan, BBM belum dikirim ke tempatnya.

“Ini kami sudah order ke pihak Pertamina beberapa hari yang lalu. Tapi, belum ada respons dari sana,” ungkap Subiyanto.

Sebenarnya kondisi seperti bukan cerita baru. Situasi semacam ini kerap dialami pelaku usaha angkutan barang atau truk pada triwulan terakhir setiap tahunnya.

Sementara itu, dilansir di Kompas.com, Pjs Senior Vice President Corporate Communications and Investor Relation PT Pertamina Fajriyah Usman angkat bicara terkait keluhan warganet perihal adanya kelangkaan BBM jenis solar di media sosial.

Meski tercatat terjadi peningkatan konsumsi solar subsidi, pihaknya menegaskan, stok BBM saat ini dalam kondisi cukup sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dan tetap diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan. Stok untuk produk yang meningkat signifikan, yaitu solar mencapai 17 hari dan pertamax mencapai 18 hari.

“Pengiriman dari terminal BBM juga terus dilakukan setiap hari ke seluruh SPBU dan kilang juga terus berproduksi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (19/10/2021).

  • Bagikan