• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Berbagai penunjang wisata baru mulai muncul di kawasan Songgoriti, mulai transportasi tradisional seperti Dokar, Odong-Odong hingga Pasar Tradisional. (Foto: Dokumen/ATF) tugu jatim

Berbagai penunjang wisata baru mulai muncul di kawasan Songgoriti, mulai transportasi tradisional seperti Dokar, Odong-Odong hingga Pasar Tradisional. (Foto: Dokumen/ATF)

Upaya Hapus Stigma Wisata Negatif, Songgoriti Kota Batu Usung Semangat Baru

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in News, Wisata
0
Share on FacebookShare on Twitter

BATU, Tugujatim.id – Kawasan wisata legendaris Songgoriti di Kota Batu terus berupaya bangkit dari pandemi Covid-19. Mengusung semangat baru, Among Tani Foundation (ATF) berusaha menunjukkan lokalitas seperti menghadirkan kendaraan dokar, odong-odong, hingga pasar tradisional. Hal itu juga usaha untuk menghapus stigma negatif yang kerap melekat di kawasan Songgoriti.

Seperti diketahui, Songgoriti adalah kawasan wisata legendaris yang berperan besar membuat nama Kota Batu dikenal luas. Bahkan sebelum ada Kota Batu, nama Songgoriti sudah dikenal di mana-mana sebagai kawasan wisata alam yang indah.

You might also like

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM
Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

04/06/2026 1:57 PM

Sejak dulu, sebelum berdiri hotel-hotel megah dan baru, kawasan ini sering menjadi jujugan para pelancong untuk menginap saat berkunjung ke Swiss kecil di Pulau Jawa ini. Ribuan villa itu juga masih ada hingga sekarang namun harus kembali bersaing dengan hunian penginapan baru.

Selain itu, Songgoriti juga kemudian dikenal negatif lantaran banyak juga masyarakat memanfaatkan penginapan di sana untuk berbuat mesum di luar nikah. Hal itulah salah satu yang ingin diubah dimana ATF punya program wisata yang ingin mengangkat sejumlah destinasi yang memiliki kelindan sejarah terkait asal-usul berdirinya Kota Batu. Kawasan Songgoriti adalah satu dari banyak kawasan itu.

”Dari upaya kita ini diharap bisa mengubah kesan negatif tersebut dan meningkatkan perekonomian karena kunjungan wisata kesini kembali ramai,” ujar Perwakilan ATF Ali Akbar pada awak media, Senin (18/10/2021).

Selain itu, dengan adanya penunjang wisata itu juga dapat mengenalkan potensi sejarah dan budaya yang sudah ada di kawasan Songgoriti sejak zaman baheula. Sebut saja Candi Supo yang adalah jejak zaman kerajaan yang menjadikan kawasan ini sebagai lokasi penjamahan pusaka.

Artinya, kawasan Songgoriti memang adalah pusat peradaban. Hal itulah yang ingin dikenalkan kepada wisatawan, terutama generasi milenial agar sejarah ini tidak terputus di tengah jalan.

”Kami ingin menguatkan identitas asli Songgoriti ini. Nanti kita akan libatkan peran pelaku kebudayaan, pelaku seni, dan pelaku pariwisata di Kota Batu,” ujarnya.

Sebelumnya, Balai Kota Among Tani juga diproyeksi berpotensi dijadilan sebagai landmark-nya Kota Batu, seperti halnya Gedung Sate di Jawa Barat.

Menurut mereka, bangunan Balai Kota Among Tani punya filosofi sendiri. Kata dia, jika dilihat dari depan, seolah membentuk simbol tangan selamat datang. Artinya, warga Kota Batu adalah warga yang ramah.

Sedangkan, jika dilihat dari atas, kata dia seolah membentuk tangan yang menengadah kepada tuhan. Artinya itu adalaj simbol kemakmuran untuk masyarakat Kota Batu.

“Di halaman Balaikota Among Tani juga ada patung Bung Karno sedang sungkem kepada Ibunya. Nah melalui patung tersebut ada pesan tersirat sangat mendalam,” katanya.

Tak hanya Balai Kota Among Tani, rute landmark lain juga seperti Selecta, Bukit Jengkoang hingga Songgoriti. Di mana di sepanjang perjalanannya mereka akan menghayati sejarah panjang muasal Kota Batu.

”Targetnya bisa menggaet hingga 1 juta wisatawan,” harapnya.

Tags: BatuKota BatuMalangWisata
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Probolinggo.

Lukai Diri Sendiri, Perawat RS di Probolinggo Rekayasa Dibegal demi Tutupi Jual Motor sang Ayah

by Dwi Linda
04/06/2026 12:32 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kasus dugaan pembegalan yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Probolinggo akhirnya terungkap. Seorang perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan...

Next Post
Wali Kota Malang, Sutiaji menanggapi wacana diskresi anak usia 12 tahun ke bawah yang mulai diizinkan untuk memasuki mal. (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim) tugu jatim

Wacana Anak Usia 12 Tahun Boleh Kunjungi Mal, Pemkot Malang Segera Uji Coba

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID