JEMBER, Tugujatim.id – Maraknya manipulasi Dapodik (Data Pokok Pendidikan) di berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Jember mendapat sorotan Bupati Jember, Muhammad Fawait. Manipulasi tersebut dinilai semata-mata untuk mencapai standar akreditasi tertentu.
Gus Fawait, demikian demikian biasa dipanggil mengungkapkan keprihatinannya terhadap tren pembohongan data pentingan demi reputasi.
“Ada yang membuat-buat keberadaan perpustakaan, perangkat komputer cuma dicantumkan fiktif di sistem. Praktik ini wajib dihentikan. Tidak punya laptop ya katakan tidak punya, ruang kelas rusak ya dilaporkan kondisi rusaknya,” tegas Bupati Jember dalam acara pemberian beasiswa pada Rabu (18/6/2025) malam.
Gus Fawait menekankan bahwa ketidakjujuran dalam pelaporan justru merugikan kesempatan institusi pendidikan memperoleh dukungan dana. Para pimpinan sekolah harus memiliki keberanian menyampaikan realitas sesungguhnya.
Hal inilah yang akan dijadikan landasan pemerintah daerah dalam mengupayakan alokasi dana dari pusat. Dia juga mengungkap minimnya proposal rehabilitasi fasilitas pendidikan yang diajukan Jember di periode sebelumnya, sehingga bantuan yang diterima pun terbatas.
“Daerah lain berani mengusulkan hingga Rp1 triliun, kami hanya Rp60 miliar. Akibatnya bantuan yang turun cuma Rp6 miliar,” ungkap Bupati Fawait.
BACA JUGA: Bupati Fawait Targetkan 20 Ribu Mahasiswa Jember Dapat Beasiswa
Merespons instruksi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Jember Hadi Mulyono langsung merancang strategi implementasi. Seluruh kepala sekolah akan mendapat bimbingan dan diwajibkan memperbaharui informasi Dapodik bulan ini.
“Kegiatan sosialisasi akan berlangsung 19-26 Juni mendatang. Semua pimpinan sekolah akan dikumpulkan untuk mengisi kembali data berdasarkan kondisi nyata,” papar Hadi.
Menurut Hadi, akurasi data Dapodik menjadi faktor penentu agar pemerintah daerah dapat meraih dukungan anggaran lebih optimal, termasuk melalui skema DAK.
“Bersama pemerintah daerah di bawah arahan Bupati, kami berkomitmen penuh mendorong keterbukaan data supaya pembangunan sektor pendidikan lebih efektif dan berkesinambungan di wilayah Jember,” tutup Hadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








