TUBAN, Tugujatim.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Montong Kabupaten Tuban Masih beroperasi meski dugaan terjadi keracunan MBG (Makanan Bergizi Gratis).
Belasan siswa SMP Negeri 1 Montong sempat mengalami gangguan kesehatan usai menyantap makanan program tersebut. Operasional tetap berjalan sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Tuban, Abdul Rakhmat menyampaikan, hingga kini belum ada keputusan penghentian operasional karena penyebab kejadian belum dapat dipastikan.
“Kalau soal buka, tutup, atau berhenti sementara SPPG, itu kewenangannya Badan Gizi Nasional (BGN). Pemerintah daerah tidak punya kewenangan ke arah sana,” jelas Abdul Rakhmat.
Eks Kepala Dinas Pendidikan Tuban ini menegaskan, secara penanganan, kejadian tersebut telah ditangani dengan baik sejak awal. Tenaga kesehatan langsung bergerak mendampingi para siswa yang mengalami keluhan.
“Dari sisi penanganan kemarin Alhamdulillah sudah baik. Dari kesehatan sudah bergerak, mendampingi, sampai akhirnya kondisi anak-anak membaik,” ujarnya.
Abdul Rakhmat yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Satgas MBG Kabupaten Tuban menambahkan, seluruh siswa yang sempat mendapatkan pemeriksaan medis telah dipulangkan dan tidak ada yang menjalani perawatan lanjutan.
“Tidak ada yang rawat inap, semuanya sudah kembali dan kondisinya membaik,” imbuhnya.
Terkait penyebab kejadian, ia menyebut hingga kini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Sampel makanan yang dikonsumsi para siswa masih dalam proses uji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).
“Hasil lab masih proses. Sekarang masih dicek,” katanya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi awal dari lapangan, dugaan sementara mengarah pada kemungkinan adanya alergi makanan pada sebagian siswa. Namun, dugaan tersebut belum bisa dijadikan kesimpulan.
“Kalau dugaan awal memang ada alergi, tapi itu masih dugaan. Kita tetap menunggu hasil lab,” jelasnya.
Abdul Rakhmat menjelaskan, berdasarkan informasi dari pihak SPPG, operasional MBG masih berjalan karena dugaan sementara tidak langsung mengarah pada masalah kualitas makanan secara umum. Namun, keputusan lanjutan tetap akan menyesuaikan hasil pemeriksaan.
“Kalau nanti hasil lab sudah keluar dan diketahui penyebabnya, baru bisa ditentukan tindak lanjutnya. Kalau memang ada indikasi karena makanan, kemungkinan bisa saja dihentikan sementara. Tapi itu kembali ke kebijakan BGN,” terangnya.
Meski tidak memiliki kewenangan langsung, Pemkab Tuban memastikan tetap melakukan pengawalan dan pemantauan perkembangan kasus tersebut.
“Posisi kami mengawal, memantau terus perkembangannya,” pungkas Abdul Rakhmat.
Sebelumnya, 14 siswa SMPN 1 Montong sempat dibawa ke Puskesmas Montong dengan keluhan pusing, mual, dan demam ringan. Seluruh siswa dinyatakan dalam kondisi baik dan telah kembali ke rumah masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








