JEMBER, Tugujatim.id – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Jember memastikan distribusi pupuk subsidi Jember berjalan lancar menyusul kelangkaan yang sempat terjadi.
Pihak dinas menggelar pertemuan koordinasi dengan Penyalur Pupuk Tingkat Sementara (PPTS) dan Pelaku Usaha Distribusi (PUD) untuk memantau dinamika penyaluran pupuk.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Penyuluhan Dinas TPHP Jember, Muhammad Kosim, mengatakan pertemuan rutin tersebut dihadiri sekitar 536 PPTS dan 16 PUD se-Kabupaten Jember.
Pertemuan dilakukan untuk memastikan proses pendistribusian pupuk berjalan dengan baik.
“Minggu kemarin kita melakukan pembinaan terhadap seluruh PPTS se-Kabupaten Jember bersama distributor. Hari ini kita melanjutkan lagi untuk menyikapi dinamika supaya proses pendistribusian pupuk clear,” ujar Kosim saat ditemui Tugujatim.id pada Sabtu (31/1/2026).
*Bantuan Pasokan 3.000 Ton dari Pusat*
Kosim mengakui adanya kendala terbatasnya stok pupuk. Namun, kabar baik datang dari Pupuk Indonesia (PI) yang memberikan bantuan pasokan sebanyak 10.000 ton untuk Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Dari jumlah tersebut, Jawa Tengah mendapat 2.000 ton, sedangkan Jawa Timur 8.000 ton.
“Dari 8.000 ton untuk Jawa Timur, sebanyak 3.000 ton atau setara 30 persen untuk Jember. Ini berkat perjuangan Bupati yang minta langsung kepada PI Pusat untuk memastikan petani Jember mendapatkan pupuk,” jelasnya.
Kosim menambahkan, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) akan terus mendampingi proses distribusi sebagai garda terdepan dalam perencanaan maupun pengawasan pupuk bersubsidi. Tim verifikasi dan validasi (verval) juga dibentuk untuk memastikan penebusan pupuk sesuai dengan NIK yang tercantum dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
*Antisipasi Panik Buying*
Menurut Kosim, kelangkaan pupuk yang terjadi hampir setiap awal tahun sebenarnya bukan masalah besar jika koordinasi antar pihak berjalan baik. Yang perlu diwaspadai adalah munculnya panik buying akibat pemberitaan yang ramai.
“Kalau pupuk itu sebenarnya tidak akan gagal. Hanya mungkin prosesnya dengan berita-berita yang ramai sehingga memunculkan panik buyer. Kadang-kadang petani untuk menjaga stok dalam waktu satu tahun dihabiskan dalam satu musim. Nah, ini yang harus kita jaga,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, data RDKK akan terus diperbarui setiap saat, termasuk validasi petani yang meninggal atau pindah wilayah. Pemutakhiran RDKK terakhir dilakukan pada 12-20 Januari melalui sistem Kementerian Pertanian dan akan dibuka kembali tiga hingga empat bulan ke depan.
Sementara itu, Pelaku Usaha Distribusi (PUD) Pupuk Kecamatan Wuluhan Luthfi Yazid mengonfirmasi koordinasi dengan PPL, kelompok tani, dan dinas berjalan dengan baik. Ia mengakui sempat terjadi keterlambatan distribusi dari Pupuk Indonesia ke gudang Jember, namun kini sudah teratasi.
“Alhamdulillah sekarang sudah teratasi dan mulai lancar kembali. Mudah-mudahan ke depannya makin lancar dan stok pupuk di Jember aman,” kata Luthfi.
Terkait pengawasan terhadap PPTS, Luthfi menegaskan pihaknya rutin melakukan pembinaan setiap bulan melalui paguyuban untuk mencari solusi permasalahan yang timbul di lapangan. Ia juga menyinggung arahan Menteri Pertanian yang tegas akan mencabut izin PPTS yang terbukti melakukan pelanggaran.
“Setiap PUD mengadakan pembinaan dengan paguyuban setiap bulan untuk mencari solusi permasalahan yang timbul di wilayah tersebut,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








