• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustras masyarakat Kota Kediri tetap membeli minyak goreng meski harganya melambung tinggi.

Ilustras masyarakat Kota Kediri tetap membeli minyak goreng meski harganya melambung tinggi. (Foto: Pipit Syahrodin)

Subsidi Dicabut, Stok Minyak Goreng Melimpah Harganya Melambung Tinggi

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

KEDIRI, Tugujatim.id – Masalah minyak goreng (Migor) semakin runyam dan membuat masyarakat kian menjerit. Di Kota Kediri, harga Migor di pasaran melejit naik hingga mencapai lebih dari Rp 20 ribu rupiah per liter untuk kemasan premium.

Melejitnya harga Migor itu imbas dari dicabutnya subsidi oleh pemerintah. Sebelumnya pemerintah melakukan intervensi harga dengan mensubsidi Migor melalui aturan HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp 14 ribu. Namun kebijakan ini tidak mengubah keadaan, Migor tetap langka di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk di Kota Kediri.

You might also like

Tuban

Polresta Tuban Ungkap Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak, Ayah Tiri Jadi Tersangka

20/07/2026 12:04 PM
Muktamar

Sukseskan Muktamar ke-35 NU, IKABU Siapkan 50 Mobil Penjemputan Muktamirin

20/07/2026 10:15 AM

Saat ini, pemerintah justru dengan Surat Edaran Mentri Perdagangan No 09/2022, resmi mencabut aturan HET untuk Migor kemasan premium sehingga harganya melambung tinggi di pasaran.

Pantauan Tugujatim, di pasar modern dan tradisional di Kota Kediri menunjukan harga Migor naik drastis.  Memang stoknya masih banyak. Ini berbeda, saat masih berlaku HET di pasar modern stok Migor tak sampai jam 12 siang sudah habis di rak.

Kini stoknya tiba-tiba melimpah dan terlihat di rak penjualan hingga sore hari. Namun, hal itu masih tetap membuat masyarakat mengeluh karena harganya yang sangat mahal.

Salah satu warga Kediri, Sumarsih (45), seorang ibu rumah tangga, mengatakan harga yang tinggi itu membuat ekonominya semakin sulit. Pasalnya, pengeluaran bulanannya semakin banyak karena harus membeli minyak goreng.

“Gimana lagi, minyak kebutuhan pokok jadi tetap membeli, ya sangat memberatkan. Saya harap tidak ada permainan harga dan harga dapat turun,” ungkap.

Terpisah, Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kediri, Salim Darmawan, mengatakan kebijakan tersebut memang dilakukan untuk memberikan kelonggaran kepada produsen untuk memperkecil kerugian yang ditanggung produsen. Sehingga, harga Migor kemasan premium mengikuti harga pasaran.

“Kebijakan ini diambil pemerintah karena kemarin ada kelangkaan yang cukup parah, sehingga dengan adanya kelonggaran ini produsen lebih semangat untuk memproduksi dan mendistribusikan ke konsumen, tapi ini kemasan premium ya, kalau kemasan yang curah masih tetap sesuai HET,” ungkapnya.

Menanggapi keluhan dari masyarakat terkait melambungnya harga, Salim mengungkapkan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya mencarikan solusi untuk mengatasi permasalahan itu.

Dirinya masih menunggu aturan selanjutnya dari pemerintah pusat untuk kejelasan kebijakan HET tersebut. Ia menjelaskan adanya penyesuaian Migor dengan harga pasaran itu adalah upaya untuk mengurai masalah kelangkaan minyak goreng di pasaran.

“Memang dengan adanya kebijakan ini membuat dilema. Karena dikhawatirkan akan terjadi inflasi. Tapi pastinya pemerintah pusat akan terus mengevaluasi kebijakan ini,” pungkasnya.

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

Tags: Harga MigorKota KediriMinyak gorengSubsidi HET Dicabut
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Tuban

Polresta Tuban Ungkap Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak, Ayah Tiri Jadi Tersangka

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 12:04 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Satreskrim Polresta Tuban mengungkap kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak di bawah umur. Seorang pria berinisial...

Muktamar

Sukseskan Muktamar ke-35 NU, IKABU Siapkan 50 Mobil Penjemputan Muktamirin

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 10:15 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Ikatan Keluarga Alumni Bahrul Ulum (IKABU) Tambakberas menyiapkan 50 unit mobil Toyota Innova untuk mendukung pelaksanaan Muktamar...

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur 20 Juli 2026 Berubah Drastis, Kabut Pekat hingga Hujan Mengintai Aktivitas Warga

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 8:41 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Senin (20/07/2026) menunjukkan variabilitas yang signifikan, dengan kemunculan kabut tebal hingga hujan sedang...

Bojonegoro.

Bojonegoro Terima DBH PBB Rp116,6 Miliar, Sektor Migas Jadi Penyumbang Terbesar

by Dwi Linda
19/07/2026 2:05 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kembali menerima penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar...

Next Post
Jembatan penghubung antar 2 dusun di Desa Wiyurejo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang ambrol, Kamis (17/3/2022). Akibat dari insiden ini memakan 2 korban luka parah.

Jembatan Antar 2 Dusun di Malang Ambrol, Satu Pick Up Ikut Terperosok

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID