• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Solar. (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

Puluhan kapan nelayan bersandar di dermaga pelabuhan Kota Pasuruan karena kesulitan dapat solar, Sabtu (18/06/2022). (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

Sulit Dapat Solar, Nelayan Pesisir Pasuruan Libur Melaut

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

PASURUAN, Tugujatim.id – Ribuan nelayan di wilayah pesisir Kota Pasuruan kembali kesulitan mencari solar. Kehabisan bahan bakar untuk melaut, sebagian besar nelayan memilih libur sementara untuk mencari ikan.

Menurut Gatot Ketua Rukun Nelayan Kota Pasuruan, sudah sekitar dua minggu yang lalu para nelayan kesulitan mendapat solar. Pasokan berkurang setelah SPBU Karangketug di Kecamatan Gadingrejo tidak diperbolehkan lagi menjual solar kepada nelayan.

You might also like

Jawa Timur

Variasi Cuaca di Jawa Timur Mencolok, Dominasi Udara Kabur Berbanding Terbalik dengan Suhu Cerah yang Tinggi

19/07/2026 10:00 AM
Jalan Menuju Surga.

Jalan Menuju Surga di Kota Malang Viral Bikin Penasaran, Ternyata Dibangun untuk Antar Jenazah

18/07/2026 6:15 PM

“Sangat sulit, sejak SPBU Karangketug tidak sediakan solar untuk nelayan. Sementara kebutuhan solar ribuan nelayan di kota ini dihitung-hitung sekitar 15 ton,” ujar Gatot saat ditemui pada Sabtu (18/06/2022).

Gatot menjelaskan, satu kapal nelayan membutuhkan setidaknya 100 liter solar setiap melaut. Sementara kini hanya ada dua SPBU yang menyediakan solar di Kota Pasuruan, yaitu SPBU Bugul dan SPBU Bakalan.

Pasokan solar di dua SPBU tersebut tidak sebanyak dibandingkan SPBU Karangketug. Karena tidak tercukupi kebutuhan bahan bakarnya, para nelayan bahkan harus rela libur sementara apabila tidak dapat solar.

“Satu perahu biasanya diisi 8-10 nelayan, satu perahu butuh sekitar 100 liter solar. Kalau tidak dapat bahan bakar, tak ada kerjaan,” katanya.

Hal senada disampaikan nelayan bernama Sutrisno, dirinya sedang libur melaut karena tak ada solar. Sambil mengisi waktu luang, Sutrisno memilih membetulkan jaring hingga mencari pekerjaan serabutan lainnya.

“Pas kondisi banjir rob juga, air laut pusarannya lagi besar, ikan jadi jarang. Ya mending libur saja,” katanya.

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Berita nelayan susah dapat solarBerita nelayan susah dapat solar di Pasuruanberita Pasuruan hari iniKesulitan stok solarKesulitan stok solar di PasuruanNelayan di PasuruanNelayan Pesisir PasuruanNelayan susah dapat solarsolarStok solar
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Jawa Timur

Variasi Cuaca di Jawa Timur Mencolok, Dominasi Udara Kabur Berbanding Terbalik dengan Suhu Cerah yang Tinggi

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Minggu (19/07/2026) menunjukkan dinamika atmosfer yang cukup kontras antara wilayah satu dengan lainnya....

Jalan Menuju Surga.

Jalan Menuju Surga di Kota Malang Viral Bikin Penasaran, Ternyata Dibangun untuk Antar Jenazah

by Dwi Linda
18/07/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebuah gang kecil di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, belakangan viral di media sosial karena memiliki...

Polres Blitar Kota.

Berkali-kali Tersandung Narkoba, Polisi Senior di Polres Blitar Kota Dipecat

by Dwi Linda
18/07/2026 5:00 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Seorang anggota Polres Blitar Kota berinisial Aiptu EW resmi dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) karena...

Parkir digital di Surabaya.

82 Persen Wajib Pajak Sudah Beralih Parkir Digital di Surabaya, 500 Titik Masih Belum Berizin

by Dwi Linda
18/07/2026 4:04 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berupaya menata sektor perparkiran dengan penerapan pembayaran non tunai atau digital secara perlahan...

Next Post
Penjual nasi karak. (Foto: Kemenag/Tugu Jatim)

Kisah Inspiratif Bapak Penjual Nasi Karak asal Pasuruan, Bisa Berangkat Haji meski Sering Diremehkan Tetangganya

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID