Tugujatim.id – Beragam produk di Indonesia menjadi primadona pasar pada 2025. Inilah hasil analisa sepuluh produk paling laku di Indonesia tahun ini yang mencerminkan tren konsumsi masyarakat modern. Apa saja?
Data dari sumber terpercaya seperti Katadata, BPS, Google Trends, hingga laporan resmi dari Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), berikut produk di Indonesia yang menjadi incaran masyarakat.
Hal ini dipengaruhi kemajuan teknologi, peran media sosial, serta meningkatnya kesadaran akan kesehatan dan keberlanjutan. Apa produk yang kamu pakai juga termasuk yang paling dicari tahun ini?
Berikut daftar 10 Produk Paling dicari tahun ini:
1. Fashion & Aksesoris
Berdasarkan data yang dihimpun dari Katadata (2024) menunjukkan kategori fashion dan aksesoris menjadi penyumbang sekitar 45-50% dari keseluruhan transaksi e-commerce di Indonesia.
Produk seperti rok plisket, hijab instan, blouse pastel, dan tas bergaya kekinian banyak dicari oleh generasi muda, yang menjadikan fashion bukan hanya kebutuhan dasar tapi juga ekspresi identitas diri.
2. Produk Kecantikan & Perawatan Diri
Menurut laporan Google Trends dan data pasar dari iPrice Insights (2024), produk skincare alami dan ramah lingkungan mengalami lonjakan pencarian.
Serum berbahan aktif seperti bakuchiol menjadi tren dengan peningkatan pencarian hingga 300% dalam lima tahun terakhir. Kategori Health & Beauty menyumbang sekitar 14% dari total transaksi e-commerce nasional.
3. Gadget & Aksesoris Elektronik
Berdasarkan laporan dari Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dan Katadata, produk elektronik seperti smartphone kelas menengah, earphone wireless, powerbank, dan casing ponsel mendominasi sekitar 6-7% transaksi nasional.
Pertumbuhan ini didorong oleh kebutuhan komunikasi dan hiburan digital yang semakin esensial.
4. Peralatan Rumah Tangga Estetik
Menurut laporan BPS (2024) dan riset pasar dari Jakpat, peralatan rumah tangga dengan desain minimalis dan estetik, seperti lampu tidur unik dan rak dinding, menunjukkan peningkatan minat konsumen, mencakup sekitar 10% transaksi e-commerce nasional.
5. Makanan Instan & Siap Saji
Kategori makanan instan dan siap saji menunjukkan peningkatan yang signifikan, terutama di kalangan pekerja dan pelajar yang mencari solusi praktis untuk memenuhi kebutuhan makan mereka.
Data Google Trends dan laporan Nielsen Indonesia menunjukkan tren tinggi pada produk mie instan Korea, tteokbokki, dan ayam goreng beku. Makanan instan diperkirakan berkontribusi sekitar 7% terhadap total transaksi di platform e-commerce Indonesia.
6. Snack Kiloan & Camilan Kekinian
Snack seperti makaroni pedas, keripik singkong dengan rasa unik, dan choco ball menjadi favorit pembelian impulsif, yang didukung oleh viralitas di TikTok dan Instagram. Laporan dari iPrice Insights menyoroti kenaikan penjualan signifikan pada kategori camilan ini.
7. Parfum Lokal & Wewangian Ekonomis
Data dari Tokopedia dan Shopee mengungkapkan lonjakan penjualan dua digit untuk parfum lokal dan body mist yang menawarkan wewangian berkualitas tinggi dengan harga yang bersahabat.
Produk-produk ini sangat digemari oleh generasi muda dan para profesional yang menginginkan aroma segar tanpa merogok kocek terlalu dalam. Produk-produk ini kini menjadi favorit di kalangan anak muda dan profesional yang ingin tampil harum dengan harga yang ramah di kantong, dengan kualitas yang bisa dibilang “Hemm.. Oky lah…”
8. Produk Kesehatan & Olahraga
Pandemi meningkatkan kesadaran konsumen akan produk kesehatan dan olahraga. Menurut data Katadata dan BPS, produk seperti masker medis, hand sanitizer, matras yoga, dan treadmill portabel mendominasi penjualan dengan kontribusi sekitar 25-28% transaksi di kategori ini.
9. Produk Berkelanjutan & Organik
Pasar produk organik dan ramah lingkungan terus tumbuh. Menurut survei Kadence Indonesia (2024), pasar makanan organik tumbuh dengan CAGR sebesar 15%, dan 62% konsumen bersedia membayar lebih untuk produk yang ramah lingkungan, termasuk totebag kain, sedotan stainless, dan skincare tanpa plastik.
10. Perangkat Smart Home
Menurut data Gartner dan Kadence, penetrasi perangkat smart home di Indonesia naik signifikan, dengan sekitar 20-25% rumah tangga menggunakan minimal satu perangkat smart home seperti lampu pintar, colokan otomatis, dan robot vacuum. Pasar ini diperkirakan tumbuh 15-17% per tahun.
Faktor Penggerak Tren 2025
Media Sosial: Viralitas di TikTok, Instagram, dan YouTube mempercepat adopsi produk dan menciptakan tren baru.
Kemudahan E-Commerce: Diskon besar, gratis ongkir, dan berbagai metode pembayaran membuat belanja online lebih mudah dan impulsif.
Perubahan Gaya Hidup: Urbanisasi, kesibukan, dan peningkatan kesadaran kesehatan dan lingkungan mengubah pola konsumsi masyarakat.
Sepuluh produk terlaris di tahun 2025 ini, mencerminkan transformasi sosial, budaya dan teknologi yang mempengaruhi kebiasaan belanja masyarakat Indonesia. Pelaku bisnis yang dapat memahami dan mengikuti tren ini akan memiliki kesempatan besar untuk menyesuaikan diri dan berkembang dalam dunia digital yang terus berkembang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Safiruddin Jailani / Magang
Editor: Darmadi Sasongko








