• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Peserta didampingi anggota Komunitas Syukur Njepret tentang cara pengambilan gambar yang baik dan benar di Soendari Batik and Art Gallery, Minggu (23/11/2025). (Foto: Nur Laila Khoriroh/Tugu Jatim)

Peserta didampingi anggota Komunitas Syukur Njepret tentang cara pengambilan gambar yang baik dan benar di Soendari Batik and Art Gallery, Minggu (23/11/2025). (Foto: Nur Laila Khoriroh/Tugu Jatim)

Peringati HDI 2025, Komunitas Syukur Njepret X Soendari Batik Ajari Difabel di Malang Fotografi Kreatif Pakai Smartphone 

Dwi Linda by Dwi Linda
6 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Komunitas fotografi Syukur Njepret kolaborasi dengan Soendari Batik and Art Gallery menggelar workshop fotografi dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025. Kegiatan bertema “Disabilitas Berkarya” ini menggandeng komunitas, Difabel Creative Community (DC2) untuk belajar bersama tentang fotografi pada Minggu (23/11/2025).

Workshop fotografi ini menjadi kegiatan pertama yang diselenggarakan oleh Syukur Njepret dalam rangka memperingati HDI. Tujuannya, yaitu mengajak teman-teman difabel menggali potensi diri untuk belajar dan berkarya melalui kamera smartphone.

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

Workshop Fotografi untuk Peringati Hari Disabilitas Internasional

Human interest photographer yang juga bekerja sebagai Humas Poltekkes Putra Indonesia Malang M. Joko Apriyo Putro saat menyampaikan materinya, mengatakan, Syukur Njepret baru kali pertama menyelenggarakan workshop fotografi bersama teman-teman difabel.

“Ini workshop fotografinya baru pertama kali. Cuma beberapa tahun lalu kami sudah bekerja sama dengan teman-teman Difabel Creative Community untuk workshop pembuatan batik. Jadi, kalau beberapa tahun lalu mereka hanya membatik, saat ini kami ajak mereka untuk ke dunia fotografinya,” ujar Apry, sapaan akrabnya.

Pelatihan Syukur Njepret.
Human Interest Photographer M. Joko Apriyo Putro atau akrab disapa Apry Aje saat memaparkan materi fotografi di Soendari Batik and Art Gallery, Minggu (23/11/2025). (Foto: Nur Laila Khoriroh/Tugu Jatim)

Apry mengatakan, dia dan teman-temannya ingin mengakomodasi kebutuhan teman-teman difabel yang mau belajar di dunia fotografi.

“Saat ini saya dan teman-teman dari komunitas fotografi Syukur Njepret, kami menginisiasi untuk mengakomodasi teman-teman disabilitas,” ujar Apry.

Dia mengatakan, bertepatan pula untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional pada (03/12/2025).

“Untuk tanggal 3 Desember kan Hari Disabilitas sedunia ya, jadi kami menggandeng teman-teman dari Difabel Creative Community juga teman-teman dari luar. Ketika mereka mau belajar, kami memfasilitasi,” ujarnya.

Syukur Njepret X Soendari Batik.
Anggota Difabel Creative Community (DC2) menjadi model dalam pelatihan fotografi kolaborasi Syukur Njepret X Soendari Batik and Art Gallery. (Foto: M. Joko Apriyo Putro/Syukur Njepret)

Selain itu, Apry menjelaskan bahwa ingin mengajak difabel untuk berkarya dari rumah dan mungkin bisa menghasilkan uang.

“Kami fasilitasi teman-teman agar nantinya ketika mereka punya kemampuan memotret, mereka bisa menghasilkan uang dari memotret tersebut. Karena kan banyak juga lomba-lomba foto nggak harus pakai kamera, pakai HP atau smartphone juga bisa,” jelas Apry.

Kemudian, Apry melanjutkan terdapat situs web untuk menjual hasil foto dan menghasilkan uang.

“Ada yang namanya Shutterstock, mungkin mereka bisa memotret di rumah dengan kamera maupun smartphone mereka, kemudian bisa dijual hasil fotonya. Kami arahkan biar mereka bisa berkarya dari rumah,” kata Apry.

Fotografi Syukur Njepret X Soendari Batik.
Proses workshop fotografi bersama Syukur Njepret. (Foto: Nur Laila Khoriroh/Tugu Jatim)

Apry menjelaskan materi soal cara pengambilan objek, komposisi, hingga angle foto yang paling mudah dipelajari untuk pemula.

“Yang utama sih kami sampaikan cara pengambilan ya, komposisi dan angle, karena itu yang paling mudah mereka pelajari dulu,” kata Apry.

Dia juga menjelaskan bahwa komponen-komponen lain dapat diajarkan setelah komponen dasar terkait komposisi dan angle telah dikuasai.

“Kalau masalah pengaturan ISO dan lain-lain, nanti setelah mereka menguasai komposisi dan angle,” kata Apry.

Tidak hanya melalui teori saja, Apry juga mengajak para peserta untuk praktik mengambil gambar.

“Jadi mereka bisa memotret temannya sendiri ketika membatik, kemudian bisa rolling. Nanti teman-teman dari Syukur Njepret juga akan mendampingi anglenya seperti apa, pengaturannya seperti apa, begitu,” ujar Apry.

Komunitas Syukur Njepret.
Anggota Syukur Njepret mendampingi peserta workshop ketika praktik mengambil foto. (Foto: Nur Laila Khoriroh/Tugu Jatim)

Setelah mendampingi belasan teman-teman Difabel Creative Community untuk praktik, Apry mengapresiasi hasil foto para peserta.

“Dengan keterbatasan yang ada, semangat mereka untuk belajar patut diapresiasi. Hasilnya juga bagus-bagus hanya dengan workshop singkat ini,” kata Apry.

Apry pun berharap kegiatan ini dapat bermanfaat untuk mengembangkan potensi difabel di dunia fotografi.

“Harapannya mereka bisa berkarya dari rumah dengan foto dan menghasilkan sesuatu, mungkin bisa dapat tambahan uang juga nanti dari foto,” kata Apry.

Apry pun berharap ada keberlanjutan dalam kegiatan workshop fotografi yang lebih besar lagi agar terus bisa berkarya.

Syukur Njepret X Difabel Malang.
Anggota Difabel Creative Community (DC2) antusias memperhatikan materi fotografer dasar dengan saksama. (Foto: Nur Laila Khoriroh/Tugu Jatim)

“Semoga ada kelanjutan dari kegiatan ini untuk tahun-tahun ke depan. Jadi tahun ini kami fokuskan untuk teman-teman difabel agar mereka bisa berkarya. Semoga tahun depan bisa membuat event seperti ini yang lebih besar,” kata Apry.

Sementara itu, Andriyanto, fotografer kegiatan sosial sekaligus anggota komunitas fotografi Syukur Njepret, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.

“Kegiatan ini bagus untuk mengajak teman-teman difabel menggali kelebihan dan potensi mereka, karena di setiap kekurangan pasti ada kelebihan di baliknya,” kata Andriyanto.

Dia juga mengatakan, workshop ini mungkin bisa juga untuk mengasah kemampuan yang sudah ada dari teman-teman difabel.

Pelatihan fotografi Syukur Njepret.
Para peserta pelatihan praktik fotografi di Soendari Batik and Art Gallery, Minggu (23/11/2025). (Foto: Andriyanto/Syukur Njepret)

“Ini nanti kan ada praktik juga, dari situ mungkin kita bisa lihat oh ini bisa digali lagi potensinya, kita ajarkan yang lebih lanjut lagi,” kata Andriyanto.

Dia berharap kegiatan ini lebih banyak diadakan agar dapat memfasilitasi teman-teman difabel yang ingin berkarya, terutama di dunia fotografi.

“Harapannya sih untuk kegiatan semacam ini semakin banyak diadakan untuk komunitas-komunitas lain juga, ayo kita adakan kegiatan untuk memfasilitasi teman-teman difabel,” ujarnya.

Kolaborasi Apik Syukur Njepret X Soendari Batik and Art Gallery

Direktur Soendari Batik and Art Gallery Satrya Paramanandana mengatakan, kegiatan workshop ini berawal dari hasil diskusinya bersama dengan Apri dan timnya.

“Ini kemarin hasil diskusi dengan Mas Apri dan tim. Selama ini kan kami melihat bahwa teman-teman difabel ini dengan segala hormat hanya menjadi objek dalam fotografi. Tapi, kemarin diskusi kenapa tidak coba teman-teman yang menghasilkan karyanya,” kata Satrya.

Hasil diskusi tersebut memunculkan ide workshop fotografi untuk teman-teman difabel. Satrya mengatakan, setiap orang punya kesempatan untuk berkarya.

Difabel Creative Community.
Human Interest Photographer M. Joko Apriyo Putro foto bersama dengan para difabel di Soendari Batik and Art Gallery, Minggu (23/11/2025). (Foto: Nur Laila Khoriroh/Tugu Jatim)

“Setiap orang itu punya kesempatan, apa pun itu, mungkin entah punya kekurangan fisik atau mungkin ada permasalahan mental segala macam, saya kira semua orang punya kesempatan untuk berkarya,” ujar Satrya.

Dia berharap dengan adanya kegiatan ini membawa dampak positif bagi teman-teman difabel.

“Teman-teman difabel tidak hanya menjadi objek dalam tanda kutip, tapi juga sebagai subjek, orang yang menghasilkan karya,” kata Satrya.

Di samping itu, Satrya ingin memotivasi semua orang bahwa kita bisa hidup dengan karya.

“Hidup itu tidak hanya semata-mata, ya kita berharap ada output berupa material atau uang, tapi karya ini hidup dalam jiwa, pesan yang ingin coba kami sampaikan,” kata Satrya.

Dampak Positif untuk Peserta Workshop Fotografi

Teman-teman Difabel Creative Community (DC2) atau kini namanya legalnya menjadi Difabel Kreatif Malang (DKM) ini merasa senang dengan adanya kegiatan ini. Salah satunya datang dari Ketua Difabel Creative Community (DC2) Sutarno. Pria yang bekerja sebagai penjahit ini mengatakan, teman-teman difabel mendapatkan banyak pengalaman tentang fotografi.

“Alhamdulillah, dari sini teman-teman mendapat banyak pengalaman tentang fotografi ya, terutama mengunakan HP,” kata Sutarno.

Difabel Kreatif Malang.
Ketua Difabel Creative Community (DC2) Sutarno raih juara 1 lomba fotografi dalam pelatihan di Soendari Batik and Art Gallery, Minggu (23/11/2025). (Foto: Nur Laila Khoriroh/Tugu Jatim)

Dia mengatakan, peserta diajarkan menggunakan alat sederhana sehingga bisa lebih mudah memanfaatkan fitur-fitur yang ada di smartphone untuk fotografi.

“Teman-teman bisa memanfaatkan fitur-fitur di HP seperti yang tadi sudah dijelaskan, mungkin dari situ bisa jadi fotografer gitu,” ujar Sutarno.

Syukur Njepret dan Difabel Kreatif Malang.
Anggota Difabel Creative Community (DC2) Jeny Kusumaningrum raih juara 2 lomba fotografi dalam pelatihan di Soendari Batik and Art Gallery, Minggu (23/11/2025). (Foto: Nur Laila Khoriroh/Tugu Jatim)

Dia juga menyampaikan harapannya agar teman-teman bisa menambah pengalaman, mengasah skill, dapat mengikuti lomba, dan mungkin bisa sukses melalui fotografi. Dia juga berharap kegiatan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan.

“Semoga ada kegiatan lanjutan ke depannya agar teman-teman bisa lebih profesional. Tetap harus semangat untuk teman-teman, ayo lakukan yang bisa dilakukan,” pesan Sutarno.

Selain itu, peserta lainnya bernama Muhammad Mufid juga mengutarakan perasaannya yang senang setelah mengikuti kegiatan ini.

Syukur Njepret X Difabel Kreatif Malang.
Anggota Difabel Creative Community (DC2) M. Dwi Saputra raih juara 3 lomba fotografi dalam pelatihan di Soendari Batik and Art Gallery, Minggu (23/11/2025). (Foto: Nur Laila Khoriroh/Tugu Jatim)

“Seneng bangetlah karena bisa nambah ilmu tentang fotografi dan juga bisa menambah relasi,” ujar Mufid.

Tidak hanya Mufid, peserta bernama Jeny Kusumaningrum, 19, juga merasakan hal yang sama.

“Senang, tapi capek,” kata Jeny.

Pendamping peserta difabel bernama Nurhayati juga merespons positif kegiatan workshop fotografi ini.

“Kegiatannya bagus, senang ya bisa mengembangkan minat. Syifa (anaknya, Red) kan sebenarnya ingin belajar fotografi juga, tapi sekarang masih jadi modelnya,” kata Nurhayati.

Mendorong Ruang Berkarya yang Inklusif

Melalui Workshop Fotografi “Disabilitas Berkarya”, kolaborasi antara Syukur Njepret, Soendari Batik and Art Gallery, serta Difabel Creative Community berhasil membuka ruang baru bagi teman-teman difabel untuk mengekspresikan diri melalui visual fotografi.

Bahkan, beberapa foto yang diambil oleh teman-teman Difabel Creative Community berhasil mendapatkan kategori foto terbaik dan mendapatkan doorprize. Tentunya hal ini juga mendapatkan respons yang baik dari peserta.

Antusiasme peserta menjadi bukti bahwa kesempatan berkarya perlu terus diperluas tanpa batasan fisik maupun kondisi apa pun. Diharapkan kegiatan ini dapat berlanjut dan menjadi langkah kecil menuju ekosistem kreatif yang lebih inklusif di masa depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Nur Laila Khoriroh/Magang

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kota Malang hari iniDifabel Kreatif MalangHari Disabilitas Internasional 2025Hari Disabilitas Internasional di Kota MalangKomunitas Syukur NjepretKota Malang hari iniMalangPelatihan fotografi di MalangSoendari Batik and Art GallerySyukur Njepret X Soendari BatikYayasan Difabel Kreatif Malang
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Telur bebek di Mojokerto.

Aksi Pencurian Ribuan Telur Bebek di Mojokerto Terekam CCTV

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID