JEMBER, Tugujatim.id – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan Kabupaten Jember memastikan tidak ada kelangkaan LPG di pasaran di Jember. Tetapi yang terjadi kepanikan masyarakat yang memicu pembelian berlebihan menjelang Lebaran.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan, Sartini, menegaskan bahwa isu kelangkaan LPG yang beredar di masyarakat tidak berdasar. Menurutnya, pasokan dari Pertamina tetap berjalan normal bahkan mengalami penambahan.
“Sebenarnya tidak ada kelangkaan. Mungkin masyarakatnya yang panik, sehingga seolah-olah ada kelangkaan,” ujar Sartini pada Minggu (22/2/2026).
Terkait harga, Sartini memastikan harga LPG dari agen ke penyalur tetap berada di angka Rp18.000 per tabung. Ia membantah adanya pangkalan yang menjual hingga Rp20.000.
“Kalau pangkalan sampai menjual Rp20.000, pasti akan kena sanksi dari Pertamina dan izinnya akan dicabut,” tegasnya.
Sartini menyebut fenomena penimbunan memang terjadi, namun pelakunya bukan spekulan melainkan warga biasa yang dilanda kepanikan. Menjelang Lebaran, kebutuhan memasak meningkat, terutama untuk membuat kue kering, sehingga konsumsi gas melonjak drastis.
Hasil pantauan langsung di lapangan menunjukkan perubahan signifikan pola konsumsi. Jika biasanya satu tabung LPG habis dalam 10 hingga 15 hari, saat Ramadan tabung yang sama hanya bertahan 5 hingga 7 hari.
Lonjakan konsumsi ini diperparah oleh warga yang biasanya hanya memasak untuk kebutuhan rumah tangga, kini ikut berjualan makanan.
“Masyarakat tidak perlu menimbun karena suplai dari Pertamina tetap ada, bahkan ditambah,” imbau Sartini.
Soal pengawasan distribusi, Sartini menjelaskan bahwa pihaknya tidak melakukan pemantauan langsung ke lapangan. Kewenangan tersebut ada di tangan Pertamina yang setiap hari turun ke agen-agen.
Alur distribusi berjalan dari Pertamina ke agen, kemudian ke pangkalan, lalu ke toko-toko. Setiap pangkalan wajib melaporkan distribusinya ke agen dan ke Pertamina. Data yang diterima Dinas pun bersumber dari Pertamina.
Untuk wilayah dalam kota, pasokan disalurkan setiap hari. Sementara untuk luar kota, distribusi dilakukan setiap dua hari sekali karena mempertimbangkan jarak dan kapasitas angkutan.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tidak membeli gas melebihi kebutuhan, mengingat pasokan dipastikan mencukupi hingga Lebaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








