Tak Puas dengan Ketua DPC Baru, 13 Kepengurusan PAC Partai Gerindra Tuban Mundur - Tugujatim.id

Tak Puas dengan Ketua DPC Baru, 13 Kepengurusan PAC Partai Gerindra Tuban Mundur

  • Bagikan
Sebanyak 13 ketua DPC Partai Gerindra di Kabupaten Tuban melepas seragam baju partai sebagai tanda pengunduran diri dari kepengurusan. Mereka mundur sebagai kader karena tidak percaya dengan kepengurusan DPC. (Foto: Dok/Tugu Jatim)
Sebanyak 13 ketua DPC Partai Gerindra di Kabupaten Tuban melepas seragam baju partai sebagai tanda pengunduran diri dari kepengurusan. Mereka mundur sebagai kader karena tidak percaya dengan kepengurusan DPC. (Foto: Dok/Tugu Jatim)

TUBAN, Tugujatim.id – Sejumlah Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Gerindra di Kabupaten Tuban mendadak mundur dari kepengurusan. Hal tersebut tampak dari pelepasan baju kebesaran dari para kader. Selain itu, mereka juga membuat pernyataan sikap mundur dari kepengurusan.

Sebanyak 13 ketua beserta kepengurusan PAC yang mengundurkan diri, yakni PAC Palang, Plumpang, Widang, Soko, Grabagan, Rengel, Semanding, Tuban Kota, Merakurak, dan Kerek serta Bangilan.

Ketua PAC Gerindra Kecamatan Bangilan Muasyim saat dikonfirmasi mengatakan, mundurnya para kader ini disebabkan mosi ketidakpercayaan terhadap kepengurusan DPC dengan nomor 11.0187/kpts/DPP.Gerindra/2020 tertanggal 24 November 2020.

“Kami tadi sudah tanda tangan mundur dari kepengurusan dan akan kami kirim ke DPC maupun DPD Jawa Timur,” kata Muasyim kepada Tugu Jatim.

Muasyim menambahkan, pihaknya juga mempertanyakan terkait pergantian ketua DPC yang semula Tri Astutik, digantikan Hery Susanto tanpa ada sebab dan alasan.

Padahal, sesuai AD/ART partai Pasal 14 yang menyebutkan ketua DPC bisa digantikan apabila mengundurkan diri, kemudian diberhentikan dengan catatan, pindah partai, dan meninggal dunia.

Selain itu, juga di Pasal 34 menyebutkan pergantian ketua harus melalui muscab yang diusulkan dari bawah dan digelar 5 tahun sekali.

“Ya, kami inginnya DPP Tuban ke daerah untuk mengklarifikasi maksud pergantian ini,” katanya.

Tak hanya itu, ada 6 poin lainnya dalam pernyataan sikap ini, yakni PAC prihatin dengan adanya SK tersebut, proses keluarnya SK tersebut tidak demokrasi dan ujuk-ujuk dimunculkan, yang menjadi ketua bukan dari unsur kader alias impor tidak jelas siapa itu yang ditunjuk sebagai ketua DPC Gerindra Tuban dan tidak mempunyai sedikit keringat di Gerindra Tuban.

Selain itu, memandang pengurus baru tidak solid karena sebagian ada yang mengundurkan diri karena hanya dicantumkan namanya dan tidak merasa dihubungi sama sekali, memohon kepada DPP Partai Gerindra untuk sekali lagi mau datang dan mendengar aspirasi kader partai, dan apabila tidak didengar aspirasinya, maka kami sepakat mengundurkan diri sebagai PAC Partai Gerindra se-Kabupaten Tuban. (Mochammad Rochim/ln)

 

  • Bagikan