Tak Sesuai Target, Kontraktor Jembatan Tlogomas Kota Malang Didenda Rp 43 Juta Per Hari

Tak Sesuai Target, Kontraktor Jembatan Tlogomas Kota Malang Didenda Rp 43 Juta Per Hari

  • Bagikan
Penampakan pembangunan Jembatan Tlogomas, Kota Malang yang masih belum rampung sesuai target.
Penampakan pembangunan Jembatan Tlogomas, Kota Malang yang masih belum rampung sesuai target. (Foto: M Sholeh)

MALANG, Tugujatim.id – Penyelesaian pembangunan Jembatan Tlogomas Kota Malang molor dari target waktu yang ditentukan 28 Desember 2021. Maka sesuai aturan, kontraktor pelaksana proyek tersebut harus didenda Rp 43 juta per hari.

Atas keterlambatan tersebut, Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan bahwa pihaknya memberikan kesempatan kepada kontraktor hingga 50 hari kedepan. Akan tetapi denda tetap dikenakan pada pihak kontraktor karena melebihi target yang diberikan.

“Jadi 50 hari itu tetap kena denda karena terlambat. Dalam aturannya, 1 per mil dari nilai kontrak per hari. Jadi per hari kena sekitar Rp 43 juta,” ujarnya, Rabu (29/12/2021).

Namun demikian, Sutiaji berharap kontraktor pelaksana pembangunan jembatan tersebut bisa selesai secepatnya atau sebelum 50 hari di kelonggaran yang diberikan.

Jembatan Tlogomas Kota Malang masih dalam penyelesaian. (Foto: M Sholeh)

Dia menjelaskan bahwa kemoloran pembangunan jembatan itu terjadi akibat faktor bencana banjir bandang yang melanda Kota Malang beberapa waktu lalu.

“Kami sudah kaji dengan BPK bahwa karena faktor alam, banjir bandang. Sehingga ada kesulitan dan alat-alat ikut terdampak banjir, jadi mengalami pengunduran,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Diah Ayu Kusuma Dewi, menambahkan bahwa progres pembangunan Jembatan Tlogomas hingga saat ini memang masih 90 persen.

“Kami menyikapinya sesuai mekanisme yang ada, yakni dengan Permendagri 77, untuk penyelesaian pekerjaan yang melebihi tahun anggaran,” imbuhnya.

  • Bagikan