JEMBER, Tugujatim.id – Kabupaten Jember bersiap memasuki era baru industri kopi dengan rencana ekspor kopi robusta perdana ke Jepang. Koperasi Desa Merah Putih Sidomulyo, Kecamatan Silo, akan menjadi eksportir utama dengan target permintaan 10 ton per bulan dari buyer Jepang.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum) Jember, Sartini, mengungkapkan bahwa panen raya kopi akan dimulai pada Juni hingga Agustus 2025, khususnya di wilayah Kecamatan Silo. Untuk mempersiapkan ekspor tersebut, Diskopum akan menggelar kegiatan komunal branding yang melibatkan para petani kopi penyangga.
“Harapannya para petani akan memetik kopi merah sesuai kebutuhan buyer dari Jepang. Pihak buyer menghendaki kopi yang petik merah, sedangkan yang berwarna kuning dan hijau tetap akan dibeli namun dengan harga berbeda,” jelas Sartini pada Minggu (29/6/2025).
Kopi yang tidak memenuhi standar ekspor (asalan) akan dipasarkan di dalam negeri, baik di Kabupaten Jember maupun daerah lain, mengingat tingginya permintaan kopi domestik seiring menjamurnya kafe di berbagai wilayah.

Meski ekspor akan dilakukan oleh Koperasi Desa Merah Putih Sidomulyo, namun produksi kopi akan didukung oleh berbagai kecamatan lain di Jember melalui sistem komunal branding. “Brand-nya satu tapi penyangganya dari kecamatan dan desa penyangga yang lain,” ungkap Sartini.
Kecamatan yang akan menjadi penyangga meliputi Bangsalsari, Tanggul, Panti, Mumbulsari, Ledokombo, dan Mayang yang juga memiliki potensi kopi robusta yang besar.
Rencana ekspor perdana kopi Jember ke Jepang mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Sartini menyebutkan bahwa dalam pertemuan dalam jaringan (daring) dengan Kementerian Koperasi, telah disampaikan undangan untuk melakukan launching ekspor perdana ke Jepang.
“Kepala Desa sudah menyampaikan undangan kepada Pak Menteri Koperasi untuk dapat hadir melakukan launching ekspor perdana ke Jepang,” kata Sartini.
Persiapan kelembagaan juga telah rampung. Koperasi Desa Merah Putih yang akan menjadi pelaksana ekspor telah memiliki akta pendirian dan SK badan hukum yang diterbitkan pada 15 Juni 2025. “Alhamdulillah per 15 Juni kemarin sudah 100% dan siap beroperasi,” ungkap Sartini.
Saat ini, Diskopum sedang mendampingi koperasi untuk mendapatkan Nomor Induk Koperasi dari Kementerian Koperasi, fasilitas NPWP koperasi, hingga pengurusan NIB (Nomor Induk Berusaha).
Untuk mendukung permodalan usaha, koperasi juga sedang dipersiapkan mengakses pembiayaan melalui Bank Himbara. Sesuai petunjuk Menteri Koordinator Bidang Pangan, setiap Koperasi Multipurpose (KMP) dapat memperoleh pembiayaan maksimal 3 miliar rupiah pada tahap pertama.
“Kami mendampingi mereka membuat proposal, rencana kerja, dan rencana anggaran pendapatan belanja agar bisa segera mengakses pembiayaan di Bank Himbara,” jelas Sartini.
BACA JUGA: Gus Fawait Lantik 20 Pejabat Eselon II, Dorong Percepatan Kerja Pemkab Jember
Sebagai pilot project, Koperasi Desa Merah Putih Sidomulyo telah mendapat fasilitasi dari LPDP (Lembaga Penyalur Dana Bergulir) Kementerian Koperasi. Setelah disurvei tim LPDP Jakarta, direncanakan pencairan dana sebesar 2,6 miliar rupiah akan dilakukan pada Juli 2025.
Selain fokus pada ekspor kopi, koperasi juga akan mengembangkan usaha lain sesuai kebutuhan masyarakat desa. Sartini mencontohkan kemungkinan koperasi menjadi distributor gas LPG 3 kg atau pupuk bersubsidi, yang akan dihitung berdasarkan jumlah kepala keluarga dan kebutuhan riil di desa.
“Pembiayaan disesuaikan dengan kebutuhan, tidak harus mengambil 3 miliar sekaligus. Semua harus berdasarkan analisis bisnis dan proyeksi pendapatan yang realistis,” pungkas Sartini.
Rencana ekspor kopi Jember ke Jepang ini diharapkan dapat menjadi terobosan baru dalam meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian daerah sekaligus memberdayakan ekonomi petani kopi di Kabupaten Jember.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








