MOJOKERTO, Tugujatim.id – Mojokerto bukan sekadar kota kecil di Jawa Timur. Kota ini adalah saksi bisu kejayaan Kerajaan Majapahit, salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Nusantara. Lalu kamu bingung mencari tempat belajar sejarah Mojokerto untuk mendalaminya?
Jangan khawatir, dengan warisan budaya yang begitu kaya, Mojokerto menyuguhkan perjalanan waktu yang memukau bagi siapa pun yang ingin belajar sejarah secara langsung dari sumbernya. Ada Museum Trowulan, Candi Brahu, Museum Majapahit, Maha Vihara Majapahit, Candi Tikus, Makam Troloyo, dan Candi Minak Jinggo.
Baca Juga: Singgahi Alas Pacet Mojokerto: Liburan hingga Camping Seru di Tengah Hutan Pinus
Wajib Dikunjungi Tempat Belajar Sejarah Mojokerto
Setiap sudut kota ini menyimpan kisah yang layak untuk digali, dijelajahi, dan dipahami sebagai bagian dari jati diri bangsa. Berikut tujuh destinasi bersejarah yang tidak hanya memikat mata, tetapi juga mencerdaskan jiwa.
1. Museum Trowulan
Langkah pertama dalam memahami peradaban Majapahit dimulai di sini. Museum Trowulan menyimpan ribuan artefak asli, mulai dari gerabah, arca kuno, hingga perhiasan dan alat rumah tangga. Setiap koleksi menyuarakan kisah-kisah masa lalu yang begitu memikat, menjadikannya surga bagi pecinta sejarah. Museum ini juga berada dekat dengan situs-situs arkeologis penting yang saling terhubung. Di musim liburan, museum ini ramai dikunjungi pelajar dari berbagai daerah yang mengikuti program wisata edukasi.
Alamat: Jl. Pendopo Agung No.1, Trowulan, Kec. Trowulan, Kabupaten Mojokerto
2. Candi Brahu
Tersembunyi di tengah hamparan hijau, Candi Brahu berdiri megah dengan arsitektur bata merah khas era Majapahit. Konon, candi ini merupakan tempat pembakaran jenazah raja-raja Majapahit. Aura spiritual yang menyelimuti kawasan ini membuat setiap kunjungan terasa sakral dan mengesankan. Candi ini juga dikelilingi taman yang terawat, cocok untuk refleksi sejarah maupun kegiatan budaya komunitas lokal.
Alamat: Jl. Candi Brahu, Bejijong, Kec. Trowulan, Kabupaten Mojokerto
3. Museum Majapahit
Lebih dari sekadar ruang pamer, Museum Majapahit menyajikan sejarah dalam bentuk yang interaktif. Diorama, teknologi augmented reality, dan pameran tematik menjadikan museum ini tempat belajar sejarah yang menyenangkan bagi anak-anak maupun dewasa. Inovasi digitalnya menjadi daya tarik baru dalam menyampaikan edukasi sejarah. Selain itu, museum ini juga sering mengadakan lokakarya dan pelatihan arkeologi mini untuk pelajar.
Alamat: Kompleks Balai Pelestarian Cagar Budaya, Jl. Raya Trowulan, Segaran, Kec. Trowulan, Kabupaten Mojokerto
4. Maha Vihara Majapahit
Tak hanya sarat nilai religius, Maha Vihara Majapahit juga memukau dengan patung Buddha tidur raksasa berlapis emas, salah satu yang terbesar di Asia Tenggara. Vihara ini menjadi simbol harmoni antaragama yang telah berlangsung sejak zaman Majapahit, menjadikannya destinasi spiritual sekaligus budaya. Arsitekturnya yang megah menjadi daya tarik tersendiri. Banyak pengunjung datang untuk meditasi dan mengenal nilai-nilai kebajikan dari ajaran Buddha yang dikemas dalam paket wisata spiritual.
Alamat: Ds. Bejijong, Kec. Trowulan, Kabupaten Mojokerto
5. Candi Tikus
Unik dan penuh teka-teki, Candi Tikus adalah kompleks pemandian kuno yang memamerkan kemajuan teknologi perairan masa lalu. Struktur candi yang menyerupai kolam besar dengan anak tangga dan saluran air yang teratur menunjukkan tingginya pemahaman arsitektur di masa Majapahit. Tempat ini ideal untuk mengenalkan aspek teknologi dan budaya dalam sejarah. Banyak pelajar teknik sipil dan arsitektur datang ke sini untuk studi lapangan.
Alamat: Jl. Raya Candi Tikus, Temon, Kec. Trowulan, Kabupaten Mojokerto
Baca Juga: Ini Dia 10 Tempat Nongkrong Mojokerto, Cocok untuk Weekend
6. Makam Troloyo
Sebagai situs pemakaman Muslim kuno, Troloyo menjadi bukti nyata keberagaman yang hidup berdampingan di era Majapahit. Makam dengan nisan-nisan kuno dan prasasti Arab ini menyiratkan adanya akulturasi budaya dan kepercayaan yang harmonis. Kawasan ini juga sering menjadi tempat penelitian arkeologis. Tidak sedikit mahasiswa sejarah dan antropologi dari berbagai universitas datang untuk meneliti kawasan ini secara langsung.
Alamat: Dusun Troloyo, Desa Sentonorejo, Kec. Trowulan, Kabupaten Mojokerto
7. Candi Minak Jinggo
Meski ukurannya tidak sebesar candi lain, Candi Minak Jinggo memikat dengan relief artistiknya yang menggambarkan cerita rakyat dan epos Jawa. Setiap ukiran adalah pintu menuju kisah klasik yang memperkaya wawasan budaya lokal. Candi ini juga dikelilingi lanskap pedesaan yang menambah suasana tenang saat berkunjung. Pengunjung juga bisa menyaksikan pertunjukan seni rakyat yang kadang digelar oleh warga sekitar.
Alamat: Ds. Unggah-unggahan, Kec. Trowulan, Kabupaten Mojokerto
Dengan mengunjungi tujuh destinasi ini, Anda tidak hanya menyusuri lorong waktu, tetapi juga menggali inspirasi dari kearifan masa lalu. Mojokerto adalah lebih dari sekadar kota sejarah—juga laboratorium hidup yang menyimpan identitas dan kebanggaan bangsa Indonesia. Dari artefak berusia ratusan tahun hingga nilai toleransi yang masih relevan hingga kini, setiap situs mengajarkan kita bahwa sejarah bukan sekedar masa lalu, melainkan pondasi untuk masa depan yang lebih bijak.
Tidak heran jika Mojokerto kini mulai dilirik sebagai tujuan wisata edukasi nasional yang patut diperhitungkan. Pemerintah daerah dan komunitas sejarah setempat pun terus berupaya melestarikan dan mengembangkan potensi sejarah yang ada, demi menyambung napas kejayaan Majapahit ke generasi mendatang. Melalui sinergi antar elemen masyarakat, tempat belajar sejarah Mojokerto terus memperkuat perannya sebagai pusat pelestarian warisan budaya nasional yang otentik dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Fawwaz Ravi Akbar/Magang
Editor: Dwi Lindawati








