Terdampak Pembangunan Bandara di Kediri, Warga Belum Dapat Pelatihan Wirausaha - Tugujatim.id

Terdampak Pembangunan Bandara di Kediri, Warga Belum Dapat Pelatihan Wirausaha

  • Bagikan
Pembangunan bandara. (Foto: Pipit Syahrodin/Tugu Jatim)
Ilustrasi UMKM milik warga di Kediri untuk sumber pendapatan keluarga. (Foto: Pipit Syahrodin/Tugu Jatim)

KEDIRI, Tugujatim.id – Pembangunan bandara di Kediri membuat warga harus beralih pekerjaan. Sejumlah warga terdampak pembangunan bandara belum mendapat pelatihan khusus wirausaha dari pemerintah.

Salah satunya adalah warga Desa Jatirejo, Kecamatan Banyakan, yang meminta pemerintah memberi pelatihan dan pendampingan wirausaha. Hal tersebut dilakukan untuk warga yang semula bermata pencaharian sebagai petani harus beralih menjadi wirausaha.

Warga Desa Jatirejo yang wilayahnya terdampak pembangunan bandara harus beralih merambah sektor UMKM sebagai usaha mereka. Seperti yang disampaikan Kepala Desa Jatirejo Sodik. Dia mengaku warganya kini banyak yang membangun usaha di bidang kuliner seperti jamu, kue lemper, dan jenis jajanan basah lainnya. Namun, pelatihan dari pemerintah belum dilakukan untuk warga desanya.

“Sudah banyak warga yang beralih membuat usaha makanan,” ujarnya saat ditemui wartawan Tugu Jatim usai acara Ngopi bersama Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana di kantor Kecamatan Banyakan, Jumat (28/01/2022).

Dalam acara ngopi tersebut, dia menyampaikan kepada pemerintah untuk memperhatikan produk karya warganya supaya dapat bersaing di pasaran.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri Umik Amiyati mengatakan, dia akan melakukan rapat koordinasi dengan camat Banyakan untuk menggelar pelatihan warga yang beralih pekerjaan akibat pembangunan bandara.

“Kalau di Desa Jatirejo belum, nanti kami akan koordinasi dengan kecamatan untuk menggelar pelatihan kepada warga. Sebab, pihak kecamatan harus mengajukan dulu,” ungkapnya.

Umik juga menyampaikan, warga yang beralih pekerjaan, pemerintah memfasilitasi Klik UMKM dan Garasi Gerai Tuna Inkubasi yang ada di Kecamatan Papar dan Pare untuk konsultasi.

“Terserah warga mau usaha apa, kami fasilitasi, bisa konsultasi baik masalah akses modal, pemasaran, manajemen, dan lain-lainnya di sana,” tambahnya.

Dia menambahkan, Klinik UMKM dan Garasi tersebut akan mulai beroperasi Februari 2022. Saat ini sudah ada konsultan yang bisa dimanfaatkan untuk konsultasi warga yang ingin berwirausaha.

“Kami sudah siapkan konsultan di sana, warga dapat konsultasi secara gratis,” ujar Umik.

  • Bagikan