Terinspirasi Film Marvel, Mahasiswa UM Ciptakan Game Hero “Amogasakti” melalui Tokoh Pewayangan - Tugujatim.id

Terinspirasi Film Marvel, Mahasiswa UM Ciptakan Game Hero “Amogasakti” melalui Tokoh Pewayangan

  • Bagikan
Inilah karya mahasiswa UM, game hero "Amogasakti" yang menggunakan tokoh pewayangan Jawa. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Inilah karya mahasiswa UM, game hero "Amogasakti" yang menggunakan tokoh pewayangan Jawa. (Foto: Dokumen)

MALANG, Tugujatim.id – Berawal dari kegemaran bermain game, 5 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) ini menciptakan game hero “Amogasakti”dengan menggunakan tokoh pewayangan Jawa. Mereka pun terinspirasi dari film Marvel. Seperti apakah game hero ini?

Ya, 5 mahasiswa UM yaitu Rifki Fajar Fitrianto (Jurusan TI 2018), Dwi Hartanto (Jurusan DKV 2018), Dzanun Fansyiari Austi (Jurusan TI 2019), Alif Hanifatur Rosyidah (Jurusan Sastra Inggris 2017), dan Hafizah Islami Rahmadina (Jurusan Manajemen 2017) bekerja sama menciptakan sebuah permainan baru bernama Amogasakti. Terinspirasi dari Perang Barathayuda dalam cerita Pewayangan Mahabarata, mereka menciptakan game battle antara Pandawa dan Kurawa dalam bentuk permainan kartu.

Tak hanya mengembangkan kartu fisik, mereka juga mengembangkan aplikasi berbasis Augmented Reality untuk mendukung jalannya permainan.

“Ketika Marvel mempunyai puncak perang yang disebut End Game dengan tokoh seluruh hero MCU, kita sebagai bangsa Indonesia sebenarnya juga memiliki hero dan universe yang tak kalah keren, yaitu para tokoh pewayangan Pandawa dan Kurawa dalam cerita Mahabarata,” ujar Rifki.

Rifki menyampaikan, sudah saatnya Indonesia “bangun” dan menghidupkan kembali para local hero yang seharusnya dikenali dan dibanggakan oleh bangsa sendiri. Dari keresahan tersebut, mahasiswa UM ini pun menciptakan game kartu Amogasakti, di mana para pengguna dapat merasakan sensasi perang Barathayuda dengan menjalankan sendiri tokoh-tokoh yang mereka miliki.

Rifki Fajar Fitrianto, salah satu mahasiswa UM, menunjukkan game hero "Amogasakti" yang memakai tokoh pewayangan Jawa. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Rifki Fajar Fitrianto, salah satu mahasiswa UM, menunjukkan game hero “Amogasakti” yang memakai tokoh pewayangan Jawa. (Foto: Dokumen)

Dia juga menjelaskan mengapa mereka menamai game ini Amogasakti. Sebab, mereka mengambilnya dari bahasa Sansekerta yang artinya “sakti sekali”.

“Jadi, kami merasa nama Amogasakti itu cocok untuk nama battle card game ini,” ujarnya.

Untuk proses pembuatan game ini, tim melakukan riset tokoh pewayangan dan game play-nya sejak Januari 2021. Tapi, untuk eksekusi pembuatannya sejak 1 Juni-awal Juli 2021.

“Tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama, eksekusinya pada 1 Juni-awal Juli 2021,” ujarnya.

Sementara itu, Hafizah, Chief Marketing Amogasakti sekaligus mahasiswi S-1 Manajemen UM, ini menambahkan, terciptanya produk Amogasakti berawal dari tren industri game yang tak pernah mati dan terus berkembang sehingga menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.

”Bisnis yang kami kembangkan bersama teman-teman kuliah itu juga mengangkat nilai budaya dalam pengaplikasiannya,” ujarnya.

Dia melanjutkan, pihaknya sengaja memasukkan unsur budaya agar memiliki value yang tinggi.

“Kami menambahkan nilai budaya dalam bisnis kami sehingga produk yang dihadirkan memiliki value lebih daripada produk sejenis. Kami menghadirkan game kartu bertemakan mitologi pewayangan sebagai lakon dalam permainan,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Hafizah menambahkan, selain unsur budaya juga ada sentuhan teknologi untuk mendukung permainan kartu Amogasakti.

“Kami mengintegrasikan kartu fisik Amogasakti dengan aplikasinya. Aplikasi Amogasakti memiliki fitur-fitur menarik seperti teknologi Augmented Reality untuk menampilkan figur tokoh-tokoh pewayangan secara 3D,” ujar Dzanun, pengembang aplikasi Amogasakti.

Selain itu, Dzanun menjelaskan secara detail, ada fitur koleksi untuk menyimpan jenis-jenis kartu Amogasakti secara digital, fitur komik untuk memberikan prolog cerita Mahabarata, dan fitur HP Counter untuk membantu jalannya permainan.

Dia menyatakan, aplikasi Amogasakti sudah dapat diunduh secara gratis di PlayStore. Amogasakti Trading Game pun telah diproduksi secara massal dan akan dipasarkan secara masif untuk mengenalkan kembali tokoh pewayangan yang hampir terlupakan.

Karya mahasiswa UM di bawah bimbingan Achmad Mursyidun Nidhom MPd ini sudah dapat dibeli di situs media sosial Instagram @Amogasakti.id dan marketplace Tokopedia “Amogasakti”. Produknya juga diperkenalkan melalui website yang telah dipersiapkan.

“Website resmi kami ada di www.amogasakti.id,“ ujar Alif selaku Chief Research and Development Amogasakti.

*Penulis adalah mahasiswa Jurusan Sastra Inggris UM angkatan 2017

  • Bagikan