Beda 6 Jam, Pasutri Pengusaha di Malang Meninggal karena Corona

  • Bagikan
Foto mendiang/Dok

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari keluarga mantan Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof. Bisri. Adik kandung beliau, Anna Rokhmatus Sa’diah, meninggal dunia pada Kamis (07/01/2021) sekitar pukul 21.25 WIB. Sebelumnya, di hari yang sama di sore hari pukul 14.45 WIB, suaminya Bambang Novianto telah mengembuskan napas terakhirnya terlebih dahulu.

Kabar ini tentu mengejutkan banyak pihak karena kedua pasangan suami istri ini tutup usia di hari yang bersamaan, hanya berselang sekitar 6 jam. Ini meninggalkan duka mendalam bagi sanak keluarga. Prof Bisri mengatakan, adik kandung dan suaminya ini meninggal akibat paparan virus corona.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Gejala awal, dia menceritakan, sudah diketahui sejak 14 hari lalu di mana mendiang merasa sakit mag hingga kemudian dirujuk ke RS Hermina. Di sana dia langsung mendapat penanganan sesuai prosedur Covid-19, ditemani dengan suaminya.

Hingga selang sehari kemudian, sang suami merasa sesak napas dan dilarikan ke Incovit RSSA Malang. Total keduanya dirawat intensif selama 14 hari. Namun, dalam fase itu kondisi keduanya terus memburuk hingga kemudian sang suami terlebih dulu mengembuskan napas terakhirnya.

Namun, mendiang Anna yang pernah menjabat sebagai ketua DPC Srikandi Pemuda Pancasila itu masih bisa bertahan di hari terakhir. Bahkan, saat tes swab pertama pada 4 Desember 2020 sudah menunjukkan hasil negatif. Namun, dalam tes swab kedua pada 22 Desember 2020, menunjukkan hasil positif.

”Kondisinya sempat membaik, bisa video call sama anaknya. Namun, setelah itu malamnya kritis lagi hingga mengalami pendarahan hingga akhirnya wafat,” kisah Prof. M. Bisri, mantan rektor UB, kepada reporter, Jumat (08/01/2021).

Terus terang Prof Bisri mengaku tak menyangka jika akhir cerita bicara lain. Padahal, keduanya diketahui tidak memiliki penyakit komorbid sebelumnya. ”Padahal secara fisik kondisi mereka bugar kok. Gak punya komorbid juga. Sehat sekali, rajin olahraga. Saya gak menyangka,” tuturnya dengan nada lesu.

Saat ini mendiang yang juga masih menjadi dosen di Fakultas Hukum Unisma ini sudah dimakamkan di TPU Samaan Kota Malang pada Jumat (08/01/2021) sekitar pukul 11.00 WIB, berdampingan dengan makam sang suami yang telah dikubur sehari sebelumnya.

Tampak juga, saat prosesi pemakaman juga dihadiri Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko yang juga sekaligus ketua DPD Golkar Kota Malang. Mendiang Anna juga adalah salah satu caleg Golkar. Berpulangnya pasutri ini meninggalkan dua anak dan satu cucu.

Mantan Rektor UB itu juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. ”Saya gak menyangka kalau virus ini bisa begini. Kalau telat penanganan saja bisa fatal. Virus di tubuh adik saya itu kata dokter sudah menyebar parah. Mungkin Allah SWT lebih sayang sama mereka berdua. Semoga husnul khotimah,” pungkasnya. (azm/ln)

  • Bagikan