Terlalu Asik Menonton, Hati-Hati Binge Watching

Terlalu Asik Menonton, Hati-Hati Binge Watching

  • Bagikan
Ilustrasi terlalu asyik menonton.
Ilustrasi terlalu asyik menonton. (Foto: Freepik)

Oleh: Dewi Triantari*

Tugujatim.id – Menonton di akhir pekan menjadi salah satu cara ampuh melepas penat setelah lelah dengan rutinitas sehari-hari. Beberapa orang memilih menonton serial atau drama Korea favoroitnya.

Apakah kamu termasuk orang yang menghabiskan waktu berjam-jam untuk menonton serial atau drama Korea? Hati-hati, bisa jadi kamu terkena dampak binge watching.

Binge watching merupakan kegiatan menonton dengan menghabiskan beberapa atau bahkan seluruh episode film dalam satu waktu tanpa henti. Perilaku ini membuat orang sulit mengontrol berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk menonton. Namun beberapa orang menganggap binge watching menjadi cara ideal untuk menyaksikan film atau serial favorit.

Dampak Binge Watching

Jika dilakukan secara terus-menerus, binge watching dapat berdampak pada kesehatan, seperti berikut ini.

1. Membuat Kecanduan

Danesh A Alam MD, seorang psikiater di Northwestern Medicine Behavioral Health Services, mengatakan bahwa kecanduan ‘maraton film’ disebabkan oleh produksi dopamin atau hormon kebahagiaan. Pelepasan dopamin membantu seseorang merasa senang serta memiliki efek mirip dengan yang diinduksi oleh zat adiktif.

Semakin seseorang melakukan maraton film, semakin banyak dopamin yang dihasilkan, sehingga semakin kuat pula keinginan untuk terus menonton film tersebut.

Perilaku dan pikiran kita, ketika diulangi dari waktu ke waktu, dapat menjadi pola dan kebiasaan saraf yang sulit untuk dihancurkan atau diubah. Tidak heran jika 73 persen penonton Netflix melaporkan bahwa mereka merasa bahagia ketika mengalami binge watching.

2. Masalah tidur

Sebuah studi yang melibatkan 423 orang dewasa muda berusia antara 18 hingga 25 tahun menyebutkan bahwa binge watching terbukti secara signifikan menyebabkan masalah tidur. Sebanyak 80 persen partisipan mengaku bahwa mereka mengalami insomnia, kelelahan, terbangun di malam hari, hingga tidur berjalan selama melakukan binge watching.

Para ahli menilai hal ini karena ketika menonton film, apalagi dalam waktu yang lama, merangsang aktivitas dan kewaspadaan otak. Setiap alur cerita, aksi, visual, dan seluruh elemen konten film menciptakan gairah pra-tidur yang dapat mengganggu kemampuan otak untuk tertidur.

Otak menjadi bersemangat sehingga sulit membuatnya beristirahat. Sementara peneliti dari University College London, Daisy Fancourt, menyatakan kepada Healthline bahwa menonton lebih dari 3.5 jam berturut-turut bisa mengurangi kemampuan konsentrasi seseorang.

3. Meningkatkan resiko penyakit jantung

Randall Wright, neourologis dari Houston Methodist, Texas, seperti dilansir Psychology Today mengatakan bahwa ketika kita terus menerus menonton, kita menciptakan lingkungan yang tidak sehat bagi otak karena kita duduk terlalu lama. Mengisolasi diri dari berbagai aktivitas sosial dan banyak menyantap makanan tidak sehat. Perilaku ini juga dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke.

4. Binge watching tingkatkan resiko kematian

Sementara itu, sebuah penelitian yang berjalan 8,2 tahun di Spanyol dengan melibatkan 13.284 lulusan muda menyebutkan bahwa terlalu banyak menonton meningkatkan resiko kematian dini. Pada penelitian ini, ditemukan 97 kematian dengan 19 kematian karena penyebab kardiovaskular, 46 dari kanker serta 32 dari penyebab lainnya.

Tips Atasi Binge Watching

Michael J Breus PhD, seorang psikolog dari The American Academy of Sleep Medicine menyebutkan tiga tips untuk mencegah binge watching.

1. Tidak menonton sendirian

Sebuah survei di Inggris menyebutkan bahwa 56 persen orang yang menonton sendirian melakukan binge watching. Sehingga mencari teman menonton, seperti saudara, teman, atau keluarga akan sangat membantu mengurangi kecenderungan binge watching.

2. Menonton di tempat yang terang

Saat menonton di tempat yang gelap, layar perangkat menjadi satu-satunya fokus perhatian. Sementara itu, menonton di tempat yang terang selain bagus untuk kesehatan mata, memungkinkan pandangan seseorang teralihkan untuk melakukan sesuatu selain menonton, seperti mengobrol dengan keluarga, membaca majalah yang belum selesai dibaca atau menelepon teman.

3. Komitmen

Membatasi diri sendiri dengan berkomitmen hanya menonton film satu atau dua episode saja. Komitmen ini dapat ditingkatkan dengan melakukan aktivitas bersama teman ataupun keluarga setelah waktu menonton habis.

*Penulis adalah member Pondok Inspirasi.

  • Bagikan