TUBAN, Tugujatim.id – Seorang pria tertangkap tangan sedang mencuri pohon di kawasan hutan produksi di area kawasan hutan petak 25C, KRPH Parengan, Desa Tingkis, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Jumat (26/7/2024).
Tidak hanya melakukan aksi pencurian, pelaku yang diketahui bernama Mursit (43) juga nekat menyerang polisi hutan yang mencoba menangkapnya menggunakan kapak.
Aksi brutal ini terjadi saat petugas sedang melakukan patroli rutin di kawasan tersebut. Polisi hutan yang terluka segera dibawa ke rumah sakit terdekat, sementara pelaku berhasil ditangkap.
Informasi yang diterima Tugu Jatim, Damari (45), kepala resort dan polisi hutan setempat, sedang melakukan patroli rutin ketika mendapati Mursit memuat pohon yang telah ditebangnya ke sepeda motor.
Damari segera berusaha menghentikan tindakan ilegal tersebut. Namun, situasi yang awalnya tampak tenang berubah menjadi kacau.
Mursit, yang tampaknya sudah siap menghadapi situasi terburuk, tiba-tiba mengambil kapak dan menyerang Damari.
“Pelaku menyerang dengan kapak, menyebabkan luka terbuka yang cukup dalam di paha kanan korban,” ungkap Kapolres Tuban, AKBP Oskar Syamsuddin.
Luka yang cukup dalam membuat Damari harus segera mendapatkan perawatan medis.
“Luka korban langsung dijahit dan sekarang kondisinya sudah membaik,” tambah pria yang lahir di Kalimantan Barat

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 351 ayat 1 dengan ancaman jeratan hukum, dua tahun delapan bulan.
ADM KPH Parengan, Irawan DJ, juga menambahkan bahwa pohon yang dicuri oleh Mursit adalah tiga pohon besar dengan total enam batang yang berusia lebih dari 30 tahun.
“Kerugian ini cukup besar bagi kami, mengingat usia pohon yang dicuri sudah lebih dari 30 tahun,” kata Irawan.
Saat ini, Mursit telah diamankan oleh pihak berwajib untuk proses hukum lebih lanjut. Kasus ini menunjukkan betapa berbahayanya pekerjaan sebagai polisi hutan yang harus berhadapan langsung dengan pelaku kejahatan di tengah hutan.
“Kami berharap pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya,”terangnya.
Irawan juga mengatakan, pelaku kemungkinan merupakan orang lama yang sudah menjadi target operasi (TO) Perhutani.
“Perkiraan kami, pelaku sudah lama melakukan aksinya dan menjadi target operasi Perhutani,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Imam Abu Hanifah








