JEMBER, Tugujatim.id – 100 hari kepemimpinan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Jember Muhammad Fawait-Djoko Susanto mendapat tingkat kepuasan publik mencapai 82,8 persen dari masyarakat.
Temuan ini terungkap dalam survei komprehensif yang dilakukan The Republic Institute (TRI) pada 15-22 Mei 2025 dengan melibatkan 800 responden di seluruh Kabupaten Jember. Survei yang menggunakan metode Stratified Random Sampling dengan margin of error 3,46% ini mencakup seluruh 31 kecamatan di Kabupaten Jember.
Baca Juga: Diplomasi Berbuah Manis, Gus Fawait Raih Kucuran Dana Besar Rp1 Triliun dari Pemerintah Pusat
Karakteristik responden mencerminkan demografi masyarakat Jember dengan komposisi 49,8 persen laki-laki dan 50,2 persen perempuan, yang mayoritas beragama Islam sebesar 95,8 persen dengan sebaran pekerjaan terbesar adalah petani/peternak/nelayan 31,7 persen.
Untuk menjamin kualitas data, TRI menerapkan sistem quality control berlapis, termasuk spotcheck 25 persen secara acak melalui telepon, validasi foto dokumentasi wawancara dengan aplikasi TimeStamp, dan verifikasi ulang pada 20% sampel oleh koordinator wilayah.
Program Unggulan Meraih Dukungan Tinggi
Dari sembilan program prioritas yang dievaluasi, Platform Aduan Warga “Wadul Gus’e” meraih tingkat kepuasan tertinggi (83,5 persen), diikuti Program Universal Health Coverage/UHC Prioritas (82,0 persen), dan Perbaikan Infrastruktur melalui Unit Reaksi Cepat/URC (80,9 persen).
Wadul Gus’e: Inovasi Keterbukaan Informasi Publik
Program Wadul Gus’e yang diluncurkan 14 Maret 2025 mendapat sambutan luar biasa dengan 89,5 persen masyarakat menyatakan setuju dan mendukung. Program ini membuka saluran komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat untuk keluhan, saran, dan laporan terkait pelayanan publik.
Keberhasilan program ini bahkan meraih penghargaan sebagai pemerintah yang mendukung keterbukaan informasi publik.
“Program Wadul Gus’e ini linier dengan semangat transparansi, serta akuntabilitas yang menjadi komitmen pemerintah,” ujar Gus Fawait melalui keterangan tertulis pada Senin (16/06/2025).
UHC Prioritas: Jaminan Kesehatan Universal
Selain itu, UHC prioritas yang telah diberlakukan sejak 1 April 2025 memberikan kemudahan bagi pemilik KTP berdomisili di Kabupaten Jember mendapatkan layanan kesehatan gratis. Bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, program ini mendapat dukungan sebesar 83,2 persen.
Pembangunan SDM melalui Beasiswa
Komitmen pada pembangunan SDM terwujud dalam alokasi 20.000 beasiswa untuk pelajar/mahasiswa ber-KTP Jember. Program ini meraih dukungan 82,7% masyarakat, mencerminkan apresiasi tinggi terhadap investasi pendidikan jangka panjang.
Evaluasi Kinerja Per Bidang
Survei juga mengukur kepuasan masyarakat terhadap delapan bidang pemerintahan:
- Bidang Pelayanan Publik meraih skor tertinggi (87,2% persen puas), mencakup aksesibilitas layanan kesehatan, pendidikan, dan perizinan. Keberhasilan ini tak lepas dari program UHC Prioritas dan peningkatan kualitas layanan di berbagai OPD.
- Bidang Pembangunan dan Infrastruktur (83,2 persen puas) menunjukkan apresiasi masyarakat terhadap perbaikan jalan, jembatan, dan fasilitas umum, termasuk implementasi Unit Reaksi Cepat untuk penanganan infrastruktur rusak.
- Bidang Sosial dan Ekonomi (82,6 persen puas) mencerminkan keberhasilan program pemberdayaan ekonomi, termasuk program “Mlijo Cinta” yang memberikan akses modal dan jaminan sosial bagi penjaja sayuran.
- Sementara itu, Bidang Lingkungan Hidup mencatat skor terendah (71,3 persen puas), menunjukkan masih ada ruang perbaikan dalam pengelolaan lingkungan, pengelolaan sampah, dan program penghijauan.
Faktor Kunci Kepuasan Masyarakat
Analisis mendalam mengungkap faktor-faktor utama yang mendorong tingginya tingkat kepuasan sebagai berikut.
- Komitmen pada Peningkatan pelayanan publik (19,5 persen) – Masyarakat merasakan perbaikan nyata dalam layanan pemerintahan.
- Konsistensi dengan Janji Kampanye (16,2 persen) – Implementasi program sesuai dengan yang dijanjikan saat kampanye.
- Kecepatan Merespon Isu Masyarakat (13,2 persen) – Responsivitas pemerintah terhadap permasalahan yang muncul.
- Komitmen pada Kesejahteraan Ekonomi dan Pangan (11,9 persen) – Fokus pada peningkatan ekonomi rakyat dan ketahanan pangan
Tidak hanya itu, berikut beberapa program strategis lainnya Fawait-Djoko:
Bunga Desaku: Mendekatkan Pemerintah dengan Rakyat
Program “Bupati Ngantor di Desa” (Bunga Desa) meraih tingkat kepuasan 75,0%. Program ini memungkinkan bupati dan OPD berkantor langsung di desa untuk mempercepat identifikasi dan penanganan masalah di tingkat grassroot.
Ketahanan Pangan Nasional
Sebagai salah satu kabupaten dengan penghasil padi di Jawa Timur, Jember telah berhasil memproduksi sebanyak 981.885 ton pada 2024. Bahkan terbaru, penyerapan padi di Jember menjadi menempati peringkat pertama di Jawa Timur.
Baca Juga: Bupati Fawait Resmikan Fasilitas Kesehatan NU di Jember Usai Tertunda Bertahun-tahun
Program panen raya yang dipimpin langsung Bupati di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, disertai bantuan peralatan pertanian dan komitmen memberantas mafia pupuk.
Program Mlijo Cinta: Pemberdayaan Perempuan
Inisiatif Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember Ghyta Eka Puspita (Ning Ghyta) meraih pengakuan nasional dengan penghargaan dari Kompas TV yang diserahkan Menteri PPPA. Program ini memberikan akses modal, jaminan sosial, dan bantuan pendidikan bagi 75% penjaja sayuran yang merupakan perempuan. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








