Tiga Tempat Wisata Kabupaten Kediri Dibuka dengan Sistem Uji Coba

  • Bagikan
Wisata Gunung Kelud di Kabupaten Kediri yang dibuka dengan sistem uji coba. (Foto: USGS)
Wisata Gunung Kelud di Kabupaten Kediri, salah satu dari 3 wisata yang dibuka dengan sistem uji coba. (Foto: USGS)

KEDIRI, Tugujatim.id – Konsekuensi dari adanya vaksinasi salah satunya ialah membentuk herd immunity masyarakat. Sehingga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri berencana melakukan uji coba terhadap tiga tempat wisata di tengah pandemi Covid-19.

Ketiga tempat wisata tersebut di antaranya Gunung Kelud, Air Terjun Dolo Besuji dan Sumber Podang Semen.

Sesuai dengan keputusan yang disepakati oleh dinas terkait dan bupati Kediri. Uji coba pembukaan tempat itu akan dilakukan pada besok, Sabtu (10/4/21).
Sekertaris Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kediri, Slamet Turmudi, mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait termasuk menjalin komunikasi dengan Bupati Kediri.

“Besok (10/4) kita akan melakukan uji coba pembukaan tempat wisata dengan penerapan protokol kesehatan. Kita lihat nanti hasilnya seperti apa. Jika berjalan baik tanpa adanya penyebaran virus, semua wisata di Kabupaten Kediri akan dibuka,” ungkapnya, Jum’at (9/4/2021).

Slamet Turmudi membeberkan, alasan utama pemerintah Kabupaten Kediri memiliki kebijakan untuk melakukan percobaan pembukaan itu tak lain untuk membangkitkan gairah ekonomi dilingkungan sekitar.

“Kita tahu, hampir satu tahun ini perekonomian di lingkungan sekitar lumpuh akibat tempat wisata dilakukan penutupan. Maka dari itu, kita coba mulai bangkitkan kembali perekonomian itu dengan melakukan percobaan pembukaan tempat wisata,” ungkapnya.

Selain itu, faktor lain yang membuat pemerintah daerah melakukan pembukaan itu untuk mencegah warga Kabupaten Kediri yang justru akan berwisata di luar daerah. Mengingat kondisi wisata Jawa Timur sudah mulai banyak yang buka.

“Harapannya, warga Kediri tidak beranjak untuk keluar yang dikhawatirkan terjadi penyebaran Covid-19. Lebih baik berada di dalam daerah saja karena lebih kecil penyebarannya,” terangnya.

  • Bagikan