• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Limbah ternak. (Foto: Kominfo Bojonegoro/Tugu Jatim)

Pengolahan pupuk organik dari kotoran hewan di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Kominfo Bojonegoro)

Tingkatkan Ekonomi, Warga Kedungdowo Bojonegoro Olah Limbah Ternak Jadi Pupuk Organik Griyorojokoyo

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Potensi pengusaha-pengusaha lokal di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, terus digali. Caranya, mereka berupaya melakukan pengembangan berbagai usaha, salah satunya dengan memanfaatkan limbah ternak yang diolah menjadi pupuk organik. Seperti apa sih kisahnya?

Ya, memang memiliki ternak seperti sapi maupun kambing akan menghasilkan limbah, mulai dari kotoran (feses dan urin), sisa pakan ternak seperti potongan rumput, jerami, dedaunan, dedak, konsentrat, dan lain-lainnya. Nah, di Kedungdowo, ada 300 ekor sapi. Untuk per ekor sapi bisa menghasilkan kurang lebih 5 kg limbah ternak setiap hari. Tapi, selama ini limbah itu hanya dibuang begitu saja.

You might also like

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

03/06/2026 10:41 PM
Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

03/06/2026 8:13 PM

Untuk memanfaatkan limbah ternak ini, akhirnya warga sekaligus pengusaha lokal setempat memanfaatkannya menjadi pupuk organik melalui bina usaha pupuk Griyorojokoyo di Dukuh Kedungdowo RT 02/RW 01, Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, yang dikembangkan Abdul Mukharom.

Limbah ternak. (Foto: Kominfo Bojonegoro/Tugu Jatim)
Proses pengolahan pupuk organik dari limbah ternak di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Kominfo Bojonegoro)

Abdul Mukarom mengatakan, limbah ternak merupakan produk dari usaha peternakan warga. Dengan adanya usaha ini, dia berharap, mampu menambah penghasilan para pekerja yang sebagian adalah ibu rumah tangga.

“Di tempat ini, ada 20 pekerja yang sebagian adalah ibu-ibu rumah tangga. Ini bisa menjadi peluang untuk membantu pendapatan keluarganya,” katanya.

Limbah ternak. (Foto: Kominfo Bojonegoro/Tugu Jatim)
Pengepakan pupuk organik di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Kominfo Bojonegoro)

Di tempat usahanya, dalam satu hari mampu menghasilkan 2 ton pupuk yang dikemas sesuai dengan harga. Untuk produk kemasan hasil olahan limbah peternakan ukuran 25 kg dijual dengan harga Rp25.000. Sedangkan kemasan 2,5 kg dijual Rp5.000 yang dipasarkan di wilayah Kabupaten Bojonegoro secara offline dan online.

“Sebenarnya produksinya bisa lebih besar lagi, tapi terkendala kurangnya daya tampung tempat,” kata dia.

Manfaat Pupuk Organik

Mukarom mengatakan, pupuk kompos atau organik merupakan salah satu pupuk favorit yang banyak digunakan karena berasal dari bahan yang tidak mengandung unsur kimia berbahaya dan bisa dibuat sendiri tanpa harus menggunakan alat-alat yang rumit.

“Jadi, warga lebih suka menggunakan pupuk organik karena tidak terlalu bahaya dengan kandungan bahan kimia,” ujarnya.

Menurut dia, pupuk organik bisa dimanfaatkan untuk segala macam tanaman. Bahkan, tanaman yang diberikan pupuk organik biasanya akan menghasilkan daun, buah, dan bunga dengan kualitas baik.

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Desa KedungdowoKabupaten Bojonegoro hari iniLimbah ternakPengolahan limbah ternakPeternak di BojonegoroPupuk organikWarga Desa Kedungdowo
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 10:41 PM
0

Tugujatim.id - Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus...

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 8:13 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo masih bertahan tinggi usai Hari Raya Iduladha 2026. Di sejumlah pasar...

Semeru

Pendaki Semeru Terjatuh Saat Lewat Jalur Ilegal, Evakuasi Terkendala Medan Curam

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pendaki Semeru kembali memakan korban. Seorang pendaki dilaporkan terjatuh di lereng Gunung Semeru usai nekat melintas melalui...

Ledakan Balon Udara

Ledakan Balon Udara di Blitar, Polisi Bongkar Transaksi Mercon

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 4:16 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Penyelidikan kasus ledakan balon udara di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar kini menemui tantangan teknis. Pihak...

Next Post
Kepala Kejari Kota Kediri. (Foto: Pipit Syahrodin/Tugu Jatim)

Novika Muzairah, Kepala Kejari Kota Kediri yang Baru Siap Tuntaskan 2 Kasus Korupsi dan Mafia Tanah

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID