• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tradisi Ruwat Agung di Petirtaan Jolotundo Mojokerto

Pelaksanaan Tradisi Ruwat Agung di Petirtaan Jolotundo Mojokerto (Hanif)

Menilik Tradisi Ruwat Agung di Petirtaan Jolotundo Mojokerto

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
1 year ago
in Sastra & Budaya
0
Share on FacebookShare on Twitter

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Bulan Suro rutin digelar upacara Tradisi Ruwat Agung di Petirtaan Jolotundo, Trawas, Kabupaten Mojokerto. Menariknya, kegiatan ini selalu dilakukan dengan pasaran Legi menurut hitungan primbon Jawa.

Pada ruwat tahun ini, ratusan warga dari Seloliman, Trawas mengawali kegiatan dengan Kirab Agung yang berawal dari lapangan Sri Rahayu Seloliman, hingga berakhir di area Petirtaan Jolotundo. Saat kirab, ratusan warga turut mempersembahkan sesajen kepada arwah-arwah leluhur, kemudian berlanjut dengan penanaman pohon serta pelepasan burung sebagai simbol menjaga dan melestarikan alam sekitar.

You might also like

Larung Sesaji

Melihat Tradisi Larung Sesaji Pantai Serang Blitar, Khidmat Suroan Warisan Leluhur Sejak 1830

19/06/2026 10:15 AM
Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

21/05/2026 3:32 PM

“Ini tradisi sudah turun-temurun dari nenek moyang dulu di Biting, Seloliman. Setiap tahun diadakan pas pasaran Legi menurut hitungan Jawa. Kalau hari pelaksanaan, bisa terserah yang penting pasaran Legi tadi,” ujar Pemangku Adat Petirtaan Jolotundo, Romo Mukade, Minggu (29/06/2025).

Makna dari tradisi ruwatan ini, lanjut Romo Mukade, adalah bentuk dari ekspresi syukur kepada Tuhan atas segala kenikmatan yang telah diberikan pada setahun belakangan ini. Hal itu diekspresikan melalui air atau tirto dalam kendi yang bermakna kebermanfaatan bagi masyarakat.

“Jadi, istilahnya nyuwun kelimpahan (meminta berlimpahnya) nikmat, melalu tirto atau air. Tuhan memberikan limpahan air ya melalui kehadiran Petirtaan Jolotundo ini, untuk berbagai kebutuhan rumah tangga atau untuk urusan pertanian, air ini lambang dari kemakmuran” tandasnya.

Tradisi Ruwat Agung di Petirtaan Jolotundo Mojokerto 1
Pelaksanaan Tradisi Ruwat Agung di Petirtaan Jolotundo Mojokerto (Hanif)

Sementara itu, rangkaian kegiatan ruwat sendiri sebenarnya sudah dimulai sejak sepekan lalu. Hal tersebut dimulai dengan kegiatan Ngunduh Tirto, artinya mengambil air dari berbagai titik di Gunung Penanggungan.

“Diambil itu dari sisi timur lereng Penanggungan yang masuk wilayah Pasuruan, lalu sisi barat dan selatan dari Mojokerto,” sambung Mukade.

BACA JUGA: Kunjungi Petirtaan Jolotundo Mojokerto, Fadli Zon: Banyak Situs Kawasan Gunung Penanggungan Belum Terkuak

Mukade melanjutkan, sedikitnya ada 33 sumber air yang ikut diruwat dalam tradisi ruwat agung ini. Sumber-sumber air yaang berasal dari Gunung Penanggungan tersebut diambil dan diruwat bersama-sama dalam kegiatan ruwat agung.

“Karena setelah diruwat atau selasai ruwatan itu ya harus dijaga, sebagai manusia harus bisa menjaga harmoni dengan alam sekitar, agar keseimbangan dapat terjaga dan hidup ini seimbang,” tutur Mukade.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Hanif Nanda Zakaria

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: berita mojokertoKabupaten MojokertoMojokertoTradisi MojokertoWisata MojokertoWisata Tradisi Mojokerto
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Larung Sesaji

Melihat Tradisi Larung Sesaji Pantai Serang Blitar, Khidmat Suroan Warisan Leluhur Sejak 1830

by Mochamad Abdurrochim
19/06/2026 10:15 AM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Memeluk erat sebuah takir, nasi bungkus daun pisang, mata Hartini (47) menatap hamparan ombak selatan Pantai Serang,...

Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

by Mochamad Abdurrochim
21/05/2026 3:32 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Dewan Kesenian Kota Malang (DKM) kembali menghadirkan ruang diskusi santai bagi para pegiat seni teater lewat agenda...

Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

by Darmadi Sasongko
11/04/2026 3:25 AM
0

Tugujatim.id - Kajian Sejarah Busana Khas Malang ditulis oleh Dwi Cahyono, Yayasan Inggil. Identitas sebuah daerah tidak hanya tercermin dari...

DPRD Kota Malang Catat PR Krusial di HUT ke-112, Kemiskinan hingga Banjir Belum Tuntas

Klambi Indis dari Sudut Pandang Seni Kontemporer

by Darmadi Sasongko
10/04/2026 11:05 AM
0

Tugujatim.id - Klambi Indis, dari sudut pandang Seni Kontemporer ditulis oleh Dimas Novib S, Pengurus Dewan Kesenian Malang. Tulisan ini...

Next Post
Sepak Bola Kabupaten Mojokerto

Kali Pertama Sepak Bola Kabupaten Mojokerto Lolos Final Porprov Jatim

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID