• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
tradisi ziarah kubur tugu jatim

Ziarah kubur menjelang Ramadan. Foto: pexels

Tradisi Ziarah Kubur Menjelang Ramadan

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Catatan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Salvadora Erik Presica*

Salah satu tradisi yang dilakukan oleh umat Islam ketika menjelang Ramadan adalah ziarah kubur. Orang jawa biasanya menyebutnya dengan nama nyekar. Tradisi ini sudah banyak ditemui hampir seluruh penjuru tanah air. Mulai dari tradisi nyekar ke makam, punggahan hingga ada yang mengadakan festival liwet.

You might also like

Surya.

Membaca Eksistensi Estetis dan Spiritual dalam 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya dan Sjenny (1976–2026)

20/07/2026 4:35 PM
Muktamar

Siapakah Kuda Hitam Muktamar NU ke-35 di Jombang?

14/07/2026 2:15 PM

Tradisi ini muncul berkat akulturasi budaya Jawa Islam-Hindu dan dalam kepercayaan Jawa, Roh adalah abadi dan selalu pulang menemui keluarga pada setiap bulan Sya’ban. Sedangkan Hindu mengartikan Roh yaitu dengan melakukan beragam sesaji, salah satunya adalah bunga atau yang biasa disebut dengan sekar. Sehingga tradisi nyekar dalam ziarah kubur adalah pengingat akannya kematian.

Ziarah kubur memang sudah menjadi tradisi yang terjadi di tengah-tengah masyarakat yang sifatnya musiman. Ada yang mengkhususkan setiap Kamis sore atau yang biasa disebut malam Jumat dan ada pula yang menyiapkannya khusus sebelum menjelang Ramadan. Ziarah kubur menjelang Ramadan ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bersilahturahmi dengan keluarga yang telah meninggal.

Tradisi ziarah kubur ini sudah dilaksankan oleh masyarakat sejak lama bahkan sebelum Islam masukd an diyakini oleh masyarakat dan sudah dilakukan sebagai pemberian penghormatan kepada para leluhur atau kepada nenek moyang, biasanya paling banyak dilakukan pada bulan Sya’ban menjelang Ramadan dan juga setelah shalat Idul Fitri. Ziarah kubur yang dilakukan menjelang Ramadan adalah bagian dari bentuk rasa syukur dan juga upaya untuk membersihkan hati sebelum memasuki bulan Ramadan.

Jika dilihat dari sudut pandang agama, bahwa ziarah kubur memang dianjurkan oleh Rasulullah untuk mengingat akan adanya kematian, adanya siksa kubur dan adanya hari pembalasan kelak. Ziarah kubur menjelang Ramadan ini sangat baik, karena pada saat Ramadan umat muslim kembali fitrah atauk embali suci.

Adapun adab dalam berziarah adalah berdoa kepada Allah SWT dengan membaca doa tawasul yang singkat yang bertujuan untuk mendoakan keluarga atau sanak saudara yang talah meninggal dunia.

Ziarah kubur ini biasanya orang banyak yang menilai sebagai motivasi untuk mendapatkan keberkahan. Dalam melakukan ziarah kubur, biasanya masyarakat membawa bunga untuk ditaburkan di makam dan air untuk disiramkan ke makamnya. Kemudian adapula yang dilakukan masyarakat adalah mebersihkan makam dan mendoakan keluarga yang telah meninggal dunia.

Jika melakukan doa, yang dianjurkan adalah berdoa hanya kepada Allah SWT, bukan kepada orang yang sudah meninggal. Saat berziarah kubur doa yang dianjurkan yaitu membaca salam, membaca istighfar, membaca surat al-fatihah, membaca surat al-ikhlas, al-falaq, an-naas, membaca kalimat tahlil dan yang terakhir membaca doa ziarah kubur.

Dari sini dapat dilihat bahwa hikmah berziarah kubur yaitu untuk mengingatkan akan kehidupan akhirat yang keabadiannya kekal. Dengan ini maka tidak lantas merasa senang dengan kehidupan duniawi.

*Penulis merupakan Mahasiswa KPI IAI Al Qolam Malang.

Tags: Ramadantradisi ziarah kuburZiarah kubur
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Surya.

Membaca Eksistensi Estetis dan Spiritual dalam 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya dan Sjenny (1976–2026)

by Dwi Linda
20/07/2026 4:35 PM
0

Oleh: Narudin Pituin Tugujatim.id - Saya menguji dan meneliti buku berjudul 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya dan Sjenny (1976–2026) melalui...

Muktamar

Siapakah Kuda Hitam Muktamar NU ke-35 di Jombang?

by Mochamad Abdurrochim
14/07/2026 2:15 PM
0

Oleh: Abdur Rahim** Tugujatim.id - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, semakin dekat. Momentum krusial ini...

Muktamar.

Mengapa Tambakberas Menjadi Pilihan untuk Muktamar Ke-35 NU?

by Dwi Linda
08/07/2026 8:34 AM
0

Oleh: Abdur Rahim* Tugujatim.id - Setelah melalui proses seleksi panjang yang melibatkan sembilan pondok pesantren di lima provinsi, Pengurus Besar...

Muktamar

Muktamar dan Belajar dari Verifikasi Ahli Hadis

by Mochamad Abdurrochim
05/07/2026 10:21 AM
0

Oleh: Achmad Diny Hidayatullah Dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang/Wakil Sekretaris PCNU kota Malang Ada satu kalimat yang sejak lama...

Next Post
malaysia tugu jatim

Cara Berpikir Masyarakat Malaysia Terhadap Islam

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID