MOJOKERTO, Tugujatim.id – Kurang dari sepekan bus Trans Jatim koridor VI segera mengaspal. Sementara, Terminal Mojosari Mojokerto dijadikan titik launching untuk bus yang akan menempuh rute Mojokerto-Porong ini.
“Karena terminal tersebut berada di wilayah administratif Kabupaten Mojokerto. Selain itu, Terminal Mojosari ke depannya menjadi penghubung antar kawasan-kawasan wisata juga,” ungkap Manajemen Trans Jatim bagian Pengawas dan Pengembangan Angkutan Cito Eko Yuly Saputro pada Jumat (23/05/2025).
Cito menambahkan, kondisi Terminal Mojosari Mojokerto juga sudah mengalami perubahan untuk menyambut operasional bus Trans Jatim. Seperti renovasi bangunan hingga kantor pelayanan.
Baca Juga: Titik Shelter Trans Jatim Koridor VI Mojokerto yang Segera Dilaunching
“Termasuk juga fasilitas lain seperti ruang tunggu maupun fasilitas pelayanan. Bus juga sudah ready, petugas juga sudah siap,” sambung Cito.
Rute Trans Jatim Mojokerto-Porong
Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan Jatim akan meluncurkan Trans Jatim untuk rute Mojokerto-Porong. Koridor ini menempuh rute dengan panjang 35 kilometer dari Mojokerto menuju Porong. Sementara sebaliknya, rute yang ditempuh sepanjang 40 kilometer.
Bila dari Mojokerto menuju Porong, rute yang dilalui meliputi Jabon, Mojoanyar-Gayaman, Mojoanyar-Pacing, Bangsal-Bangsal, Bangsal-Puloniti, Bangsal-Sidomulyo, Bangsal-Ngrowo, Bangsal-Modopuro, Mojosari-Pekukuhan, serta Mojosari-Menanggal.
Lalu, Mojosari-Seduri, Mojosari-Wonokusumo, Mojosari-Tunggalpager, Pungging-Pungging, Pungging-Kembangringgit, Pungging-Jasem, Ngoro-Kembangsri, Ngoro-Ngoro, Ngoro-Wonosari, Ngoro-Watesnegoro, Ngoro-Watukosek-Kejapanan, Gempol.
Terkait jam operasional armada tersebut, Cito mengatakan bahwa koridor VI akan sama dengan koridor-koridor Trans Jatim yang lebih dulu beroperasi.
“Jamnya standar, sama dengan koridor lain. Untuk unit rencana 15 bus, ini sangat potensial sekali menurut kami. Sebab, arah armada menuju daerah industri dan angkutan umum yang ada butuh peremajaan,” ujarnya.
Peremajaan yang dimaksud Cito berkaca pada bus kuning yang telah beroperasi selama hampir 20 tahun. Selain itu, trayek koridor VI dipandang potensial karena melewati kawasan industri di Ngoro, Kabupaten Mojokerto.
“Kami yakin nanti banyak digunakan oleh orang-orang yang bekerja di kawasan industri. Selain untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi, juga untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas,” tutur Cito.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








