JOMBANG, Tugujatim.id – Kinerja Pegadaian Jombang menunjukkan tren positif hingga kuartal pertama 2026. Pertumbuhan bisnis yang mencapai kisaran 22 hingga 25 persen ini dinilai sejalan dengan kondisi ekonomi masyarakat yang relatif stabil dan berkembang.
“Hingga April 2026, pertumbuhan Pegadaian Jombang sudah mencapai sekitar 22 sampai 25 persen. Ini menunjukkan bahwa kondisi ekonomi masyarakat di sini cukup baik,” ujar Pimpinan Cabang Pegadaian Jombang, Alfin Hasibuan, Senin (04/05/2026).
Menurut Alfin, keberhasilan Pegadaian di suatu daerah sangat berkaitan erat dengan kondisi ekonomi masyarakat setempat. Jika Pegadaian beroperasi di wilayah dengan pertumbuhan ekonomi rendah, maka kinerjanya cenderung stagnan.
“Sebaliknya, di daerah yang ekonominya berkembang, layanan Pegadaian juga ikut terdongkrak, dan Jombang ini termasuk bagus,” tutur dia.
Pegadaian Bukan Hanya untuk yang mendukung Finansial
Salah satu temuan menarik adalah pergeseran persepsi masyarakat terhadap konsumen yang menggunakan layanan gadai. Alfin menegaskan, pandangan lama yang menganggap Pegadaian hanya datang kepada masyarakat kurang mampu sudah tidak relevan lagi.
“Anggapan bahwa orang yang datang ke Pegadaian hanyalah orang yang tidak mampu atau yang membutuhkan dana mendesak yang terbantahkan oleh data,” tandas dia.
Sebagian besar nasabah besar justru merupakan investor yang secara sadar memilih emas sebagai instrumen simpanan jangka pendek. Di Jombang, dari total transaksi yang masuk, sekitar 98 persen di antaranya berkaitan dengan gadai emas.
Karakteristik masyarakat Jombang yang banyak bergerak di sektor pertanian juga mempengaruhi pola transaksi. Permintaan pinjaman biasanya meningkat menjelang musim tanam, ketika petani membutuhkan modal untuk produksi.
Selain itu, menampilkan permintaan gadai juga sering terjadi menjelang bulan puasa, yang kemudian diikuti pelunasan atau penebusan menjelang Lebaran, dan menyemangati tahun ajaran baru.
“Permintaan meningkat pada tahun ajaran baru, khususnya pada periode Mei dan Juni, serta September hingga Oktober,” imbuh dia.
Baca Juga : Literasi Keuangan Syariah ala Pegadaian Jombang, Kenalkan Arrum Haji Solusi Cerdas ke Tanah Suci
Edukasi Investasi dan Layanan Multifungsi
Pegadaian pun terus aktif memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, mendorong warga untuk menyisihkan sebagian penghasilan dalam bentuk emas saat kondisi keuangan sedang lapang.
“Jadi, ketika musim paceklik atau sedang memerlukan dana cepat, mereka punya aset untuk digadaikan. Saat ada uang, baru ditebus,” papar Alfin.
Tidak hanya melayani gadai dan pinjaman konvensional, masyarakat yang ingin membayar tagihan listrik atau kebutuhan sejenis pun bisa datang langsung ke kantor Pegadaian.
Lebih jauh lagi, lembaga ini juga memfasilitasi pembelian kendaraan bermotor secara kredit. Tim Pegadaian Jombang akan membantu nasabah menemukan jenis kendaraan yang diinginkan, mencarikan dealer, hingga menghitung besaran uang muka dan cicilan bulanan.
Nanti kami yang akan menghitungkan berapa harganya, DP yang harus dibayar, dan besaran angsuran tiap bulannya, pungkas Alfin.
Perlu diketahui, Pegadaian Jawa Timur berada di bawah koordinasi PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) XII Surabaya yang membawahi tujuh deputi yakni Deputi Bisnis Area Surabaya 1, Deputi Bisnis Area Surabaya 2, Deputi Bisnis Area Pemekasan, Deputi Bisnis Area Madiun, Deputi Bisnis Area Malang, Deputi Bisnis Area Probolinggo, Deputi Bisnis Area Jember. Sedangkan ada total 70 kantor cabang dan ribuan Unit Pembantu Cabang (UPC) di Jawa Timur. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Anang Panca Kurniawan
Editor: Mochamad Abdurrochim








