TUBAN, Tugujatim.id – Kabupaten Tuban resmi menjadi bagian dari Program Inovasi (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia), sebuah program pendidikan kerja sama Pemerintah Indonesia dan Australia.
Program ini bertujuan meningkatkan mutu pembelajaran dasar dan diluncurkan di Hotel Mustika Tuban oleh Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono, Kamis (19/6/2025).
Melalui peluncuran ini, Tuban menempati posisi strategis sebagai kabupaten mitra dalam fase ketiga Program INOVASI bersama Lumajang di Jawa Timur. Kegiatan ini turut dihadiri 55 peserta dari unsur pemerintahan, lembaga pendidikan, serta organisasi yang peduli pada pengembangan sumber daya manusia.
“Ini peluang emas bagi pendidikan kita,” ujar Wabup Joko Sarwono saat membuka acara.
Joko menegaskan bahwa program ini mendukung visi Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, yang fokus membangun kualitas sumber daya manusia sejak jenjang pendidikan dasar
Wabup Joko menilai bahwa pendekatan lokal dalam program ini sangat cocok diterapkan di Tuban. Joko menilai daerah perlu menerapkan formula khusus yang mampu menjawab tantangan mutu pendidikan sesuai konteks lokal, bukan sekadar mengikuti program seragam dari pemerintah pusat.
“Harapannya, program ini memberi dampak langsung terhadap peningkatan mutu belajar-mengajar, khususnya di tingkat dasar,” tegasnya. Ia pun menyampaikan bahwa kualitas pendidikan yang meningkat akan menjadi pengungkit kemajuan sektor lainnya, termasuk ekonomi dan kesehatan.
Joko berharap keberhasilan pelaksanaan INOVASI di Tuban kelak bisa menjadi model bagi daerah lain. Ia menyebut hal ini sebagai bagian dari kontribusi nyata daerah menuju pencapaian visi besar Indonesia Emas 2045.
Di kesempatan yang sama, Adri Budi S., selaku Provincial Manager INOVASI Jawa Timur, mengungkapkan bahwa Tuban dipilih melalui proses seleksi yang mempertimbangkan kesiapan daerah dan komitmen kepala daerah terhadap reformasi pendidikan.
BACA JUGA: Pemulangan Jemaah Haji Asal Tuban Bertahap Dimulai 2 Juli
Adri menyebutkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni peluncuran, tetapi juga forum strategis menyusun perencanaan kegiatan kemitraan yang berbasis kebutuhan lokal. Adri menegaskan, sinergi lintas sektor memegang peran penting dalam menentukan keberhasilan program
“Dukungan penuh juga datang dari tiga kementerian nasional, yakni Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, serta Kementerian PPN/Bappenas, yang menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan INOVASI di seluruh Indonesia,” ucapnya.
Sebagai informasi, Program INOVASI sendiri dimulai sejak tahun 2016 dan saat ini telah memasuki fase ketiga yang berlangsung hingga akhir 2027. Program ini dikelola oleh Palladium atas nama Pemerintah Australia melalui DFAT (Department of Foreign Affairs and Trade).
Tujuan utama dari program ini adalah memastikan bahwa setiap anak Indonesia, tanpa terkecuali, memiliki kemampuan dasar yang solid, terutama dalam membaca, menulis, dan berhitung.
“program ini turut membantu pemerintah merumuskan kebijakan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








