TUBAN, Tugujatim.id – Sebanyak 1.258 Jemaah Haji asal Tuban, Jawa Timur, dijadwalkan pulang ke Tanah Air secara bertahap mulai 2 -10 Juli 2025. Rombongan pertama akan tiba pada dini hari, dan proses kepulangan akan berlangsung hingga 10 Juli mendatang. Seluruh jemaah dipastikan dalam keadaan sehat dan telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji.
Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Tuban, Moh. Ansori, pada Minggu (15/6/2025).
Menurut Ansori, seluruh jemaah dalam kondisi stabil dan tetap dalam pantauan intensif petugas kloter serta tenaga medis setelah menyelesaikan ibadah penutup haji.
Menurut data yang diterima, kepulangan jemaah haji asal Tuban dimulai dari kloter 66 yang hanya terdiri dari 10 orang. Mereka akan tiba di Indonesia pada tanggal 2 Juli 2025, sekitar pukul 00.45 WIB.
Masih di hari yang sama, dua kloter besar yakni kloter 68 dan 69 masing-masing akan tiba pada pukul 14.20 WIB dan 15.30 WIB, dengan membawa 384 dan 375 jemaah.
Keesokan harinya, pada tanggal 3 Juli, kloter 70 dengan jumlah 376 jemaah dijadwalkan mendarat pukul 12.25 WIB. Sementara itu, pemulangan lanjutan dijadwalkan pada tanggal 6 Juli untuk kloter 80
Meskipun hanya terdiri dari dua jemaah, mereka tetap mendapatkan pendampingan dari tim khusus dan dijadwalkan tiba pada pukul 03.35 WIB.
Tanggal 7 Juli menjadi hari sibuk berikutnya, dengan dua kloter yang kembali ke Tanah Air. Kloter 83 yang berisi empat orang akan mendarat lebih awal pukul 06.50 WIB, disusul kloter 86 yang membawa 107 jemaah dan akan tiba pada pukul 19.30 WIB.
BACA JUGA: Muhadjir Effendy Beberkan ‘A Sampai Z’ Kampung Haji Indonesia di Makkah
Proses kepulangan akan ditutup oleh kloter 93 yang terdiri dari dua jemaah terakhir asal Tuban, dengan jadwal kedatangan pada 10 Juli 2025 pukul 06.15 WIB. “Alhamdulillah, seluruh jemaah kita telah menuntaskan semua rukun dan wajib haji. Kondisi mereka baik, dan saat ini hanya tinggal menunggu jadwal pemulangan masing-masing,” terang Ansori.
Ansori memastikan para jemaah telah melewati seluruh tahapan ibadah terakhir, termasuk lempar jumrah, mabit di dua lokasi, serta tawaf wada’ sebagai penutup ibadah sebelum meninggalkan Tanah Suci.
Meski terdapat beberapa jemaah dengan kondisi Risiko Tinggi (risti), namun berkat pengawalan tim kesehatan dan pendamping kloter, mereka tetap dapat menjalani ibadah dengan lancar. “Kami mengimbau keluarga agar menjemput jemaah sesuai jadwal resmi dan tetap menjaga ketertiban saat proses penerimaan di daerah,” pungkas Ansori.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








