SURABAYA, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dunia Islam. Ulama besar asal Hadramaut, Yaman, Al Habib Umar bin Hamid bin Abdul Hadi Al-Jailani, wafat pada Jumat, 23 Januari 2026.
Habib Umar menghembuskan napas terakhirnya dalam pesawat saat dalam perjalanan menuju Indonesia dari Oman.
Di Indonesia, beliau hendak menuju acara Haul KH Asrori Al Ishaki, di Pesantren Al Fithroh, Kedinding, Surabaya yang akan digelar nanti malam (24/1/2025) dan besok pagi (25/1/2025).
“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Segenap Pengurus dan Jamaah Al Khidmad Kota Malang turut berduka cita mendalam atas wafatnya Al Habib Umar bin Hamid bin Abdul Hadi Al-Jailani,” demikian kabar tersebut tersebar dalam salah satu flayer.
Almarhum dikenal sebagai Mufti Syafiiyah di Makkah Al-Mukarramah, Arab Saudi, serta salah satu ulama panutan umat Islam di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kepergiannya sontak menimbulkan duka mendalam di kalangan jamaah, santri, dan pecinta ulama.
Berdasarkan data yang dipimpin, Habib Umar yang merupakan keturunan Syeikh Abdul Qodir Al Jailani lahir pada tahun 1950 di Lembah Dhauan, Hadramaut, Yaman. Sejak kecil, beliau telah ditempa pendidikan agama yang kuat. Pada usia tujuh tahun, ia mulai mempelajari Al-Qur’an dan ilmu-ilmu dasar agama langsung di bawah bimbingan ayahnya, Al Allamah Al Habib Hamid bin Abdul Hadi Al-Jailani, seorang ulama terkemuka.
Didikan sang ayah menjadi fondasi awal perjalanan keilmuannya. Habib Umar mengkaji kitab-kitab syariat serta menghafal sejumlah matan ilmu bersama ayahnya, sebelum kemudian memperdalam ilmu kepada para ulama besar di Hadramaut.
Untuk memperluas dan mematangkan keilmuannya, Habib Umar melanjutkan rihlah ilmiah ke Makkah Al-Mukarramah. Di kota suci itu, beliau berguru kepada para masyaikh ternama, di antaranya Al Allamah As-Sayyid Alawi Al-Maliki, Al Allamah Asy-Syaikh Hasan Masyad, dan Al Allamah Asy-Syaikh Abdullah Daum.
Sebagai keturunan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Habib Umar dikenal memiliki kedalaman ilmu dan keteguhan dalam menjaga manhaj Ahlussunnah wal Jamaah. Ilmu yang dimilikinya kemudian diajarkan secara luas melalui majelis-majelis ilmu.
Selain membuka majelis di kediamannya di Distrik Subhaniyah, sekitar lima kilometer dari Masjidil Haram, Habib Umar juga aktif mengajar di berbagai majelis ilmu di Kota Makkah. Dakwahnya tak hanya terbatas di Timur Tengah, tetapi menjangkau berbagai negara, termasuk Indonesia.
Di Indonesia, Habib Umar dikenal dekat dengan jama’ah Al Khidmah. Ia kerap menghadiri rangkaian kegiatan keagamaan, salah satunya dalam agenda Haul Pondok Pesantren Al Fitrah Surabaya. Sosoknya dipandang sebagai guru sekaligus panutan, dengan kepribadian yang santun dan meneduhkan.
Selain berdakwah secara langsung, Habib Umar juga aktif menulis kitab. Sejumlah karya telah beliau hasilkan, di antaranya At-Tadzkir wa Hajatuna Ilaiha, Kholasatul Khobar, serta Syarah Kitab Safinatun Najah, yang hingga kini masih dipelajari di berbagai majelis ilmu.
Wafatnya Al Habib Umar bin Hamid Al-Jailani menjadi kehilangan besar bagi umat Islam. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








