JEMBER, Tugujatim.id – Pelaksanaan hari pertama UTBK SNBT 2026 di Universitas Jember (UNEJ) tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga menghadirkan sisi inklusivitas. Di tengah ribuan orang, tiga peserta disabilitas UNEJ menunjukkan semangat tinggi mengikuti ujian demi meraih kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Ketua Pusat UTBK UNEJ Prof Drs Slamin MCompSc PhD menyampaikan, pelaksanaan ujian hari pertama berlangsung tertib dan kondusif. Peserta mulai datang sejak pukul 05.00 WIB untuk menjalani proses pemeriksaan di check point sebelum diarahkan ke ruang transit dan ruang ujian.
Baca Juga: UNEJ Terima 3.367 Mahasiswa Baru Dari Jalur SNBP 2026
Menurut dia, manajemen waktu yang disiplin menjadi kunci kelancaran alur peserta. Selain itu, UNEJ juga menerapkan langkah preventif untuk menjaga integritas ujian, mulai dari verifikasi identitas hingga pemantauan traffic data secara real-time.
“Sejauh ini tidak ditemukan adanya indikasi kecurangan pada hari pertama,” ujarnya.

Di sisi lain, UNEJ juga memastikan layanan ramah disabilitas berjalan optimal. Fasilitas seperti pengaturan ruang ujian, aksesibilitas lokasi, serta pendampingan petugas disiapkan guna mendukung kenyamanan peserta berkebutuhan khusus.
Hal ini dirasakan langsung oleh Yogi Ardiansyah, Muhammad Derbian Dwi Putra, dan Carissa Vania Artamevira. Ketiga peserta disabilitas UNEJ ini mengaku tidak mengalami kendala teknis selama ujian berlangsung.
“Ruangannya nyaman, posisi kursi dan komputer juga sesuai, jadi bisa lebih fokus mengerjakan soal,” ujar Derbian.

Yogi menambahkan, petugas juga sigap membantu sejak awal kedatangan, termasuk dalam mobilitas peserta.
“Dari awal sudah diarahkan, bahkan dibantu saat berpindah tempat. Jadi tidak merasa sendirian,” ungkapnya.
Dalam pengerjaan soal, Yogi mengaku sempat mengalami kesulitan pada bagian penalaran matematika. Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk melanjutkan pendidikan di Program Studi Teknologi Informasi UNEJ. Dia bahkan bercita-cita menjadi dosen.
Sementara itu, Carissa menghadapi tantangan pada soal pengetahuan kuantitatif, namun tetap berusaha menyelesaikan ujian dengan maksimal. Dia berkeinginan melanjutkan studi di bidang psikologi.

Berbeda dengan keduanya, Derbian justru merasa cukup percaya diri. Peserta asal Bondowoso tersebut memilih Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia karena minatnya di dunia kepenulisan. Dia mengidolakan penulis Tere Liye dan bercita-cita menjadi penulis.
Di akhir, Derbian berharap fasilitas ramah disabilitas di UNEJ dapat terus dipertahankan. Dia juga memotivasi peserta lain agar tidak menyerah pada keterbatasan.
Di sisi lain, jumlah peserta UTBK SNBT di UNEJ mengalami penyesuaian. Berdasarkan rilis 8 April 2026, tercatat 13.502 peserta memilih lokasi ujian di Kampus Tegalboto UNEJ hingga penutupan pendaftaran pada 7 April 2026, pukul 15.00 WIB.
Namun, setelah masa pembayaran berakhir pada 9 April 2026, pukul 15.00 WIB, sebanyak 191 peserta tidak menyelesaikan pembayaran. Dengan demikian, total peserta UTBK SNBT 2026 di UNEJ menjadi 13.311 orang.
Pelaksanaan UTBK SNBT di UNEJ ini tidak hanya mencerminkan kesiapan teknis, tetapi juga menunjukkan komitmen kampus dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








