Unim Mojokerto Ikuti HUT Pasar Modal Indonesia Ke-45, Gelar Aksi Bakti Sosial hingga Donor Darah

Unim Mojokerto.
Kepala Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (GI BEI) Unim Mojokerto Yuliasnita Verlandes SE MSM menyerahkan paket sembako dan diterima Kasubag Humas PMI Kota Mojokerto Dimas Hariadi SE pada Selasa (24/01/2023). (Foto: Unim Mojokerto for Tugu Jatim)

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Unim Mojokerto selaku lembaga yang memiliki unit galeri investasi turut serta dalam acara HUT Pasar Modal ke-45 serta penyaluran CSR PT Bursa Efek Indonesia pada Selasa (24/01/2023). Acara itu diisi dengan kegiatan donor darah yang dilakukan serentak di 13 kabupaten dan kota di Jatim.

Kota yang menjadi tujuan kegiatan Unim Mojokerto ini di antaranya Surabaya, Sidoarjo, Malang, Kediri, Blitar, Gresik, Ponorogo, Bojonegoro, Tulungagung, Mojokerto, Jombang, Jember, dan Madiun. Selain itu, diikuti 13 Kantor PMI, 13 universitas, serta 13 galeri investasi terpilih.

PT Bursa Efek Indonesia bersinergi dengan PMI serta Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (GI BEI) yang berdiri di salah satu perguruan tinggi Mojokerto yaitu di GI BEI UNIM (Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia Universitas Islam Majapahit).

Agenda donor darah tersebut diikuti masyarakat umum serta beberapa karyawan Unim Mojokerto dengan kuota 100 pendonor. Usai donor, mereka mendapatkan sepaket sembako senilai Rp75.000 serta satu paket vitamin dan makanan ringan.

Sementara itu, Kasubag Humas PMI Kota Mojokerto Dimas Hariadi SE mengatakan antusias masyarakat sangat terlihat dari banyaknya antrean para pendonor. Sejak pagi, 100 kupon telah habis dalam kurun waktu kurang dari dua jam.

“Ratusan kupon ludes dalam waktu singkat. Masyarakat sangat antusias dengan kegiatan kami,” kata Dimas, sapaan Dimas Hariadi.

Dalam kegiatan itu, Kepala Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (GI BEI) Unim Yuliasnita Verlandes SE MSM mengatakan sangat mengapresiasi digelarnya acara tersebut.

“Saya pribadi sangat mengapresiasi kegiatan positif ini karena memberi dampak nyata bagi masyarakat,” kata dosen Fakultas Ekonomi Unim Mojokerto itu.