• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Universitas Brawijaya.

Pengukuhan profesor pertama di bidang Ilmu Hubungan Masyarakat dari FISIP yaitu Prof Rachmat Kriyantono SSos MSi PhD (kiri) dan bersama Prof Dr Ir Surjono MTP dari Fakultas Teknik untuk Bidang Ilmu Perencanaan Kota yang akan dilaksanakan di Gedung Samantha Krida, Senin (19/06/2023). (Foto: Yona Arianto/Tugu Jatim)

Universitas Brawijaya Bakal Kukuhkan Profesor di FISIP dan FT Besok, Ini Orasi Ilmiahnya

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Universitas Brawijaya (UB) bakal mengukuhkan profesor pertama di bidang Ilmu Hubungan Masyarakat dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yaitu Prof Rachmat Kriyantono SSos MSi PhD. Rencananya, pengukuhan akan dilaksanakan di Gedung Samantha Krida, Senin (19/06/2023), bersama Prof Dr Ir Surjono MTP dari Fakultas Teknik untuk Bidang Ilmu Perencanaan Kota.

Prof Rachmat Kriyantono SSos MSi PhD dalam orasi ilmiahnya akan memaparkan penelitiannya tentang Penerapan Model Excellence Plus pada Humas Pemerintah. Dia memakai model tersebut agar bermanfaat untuk mengembangkan praktik humas pemerintah. Tujuannya agar humas pemerintah bisa melaksanakan fungsinya sebagai penanggung jawab sistem komunikasi lembaga dalam menunjang pelayanan publik di era digital.

You might also like

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

13/06/2026 2:25 PM
UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

13/06/2026 7:00 AM

Untuk diketahui, model Excellence Plus artinya humas pemerintah dianggap bagian dari kelompok berpengaruh di staf, bukan hanya di level manajerial saja. Humas dipercaya untuk menyampaikan aspirasi dan keluh kesah para staf di level menegah dan bawah agar disampaikan kepada pimpinan.

Dia mengatakan, dalam model tersebut mengangkat prinsip akomodatif dan advokasi dari Teori Contingency of Accommodation dan prinsip kearifan lokal sebagai cara menjalankan fungsi dan peran humas.

“Agar makin menguatkan humas pemerintah, maka disarankan model Excellence Plus diimbangi dengan persepsi pimpinan yang positif terhadap fungsi dan peran humas,” kata Prof Rachmat dalam rilis resminya, Minggu (18/06/2023).

Sinkronisasi antar peraturan humas pemerintah lintas sektor harus dilakukan sehingga tidak terjadi degradasi. Prof Rahmat berharap agar profesi humas diperkuat eksistensinya di lembaga pemerintah dengan cara mengadopsi prinsip-prinsip ilmu humas secara lebih baik.

Sementara itu, Prof Dr Ir Surjono MTP dalam disertasinya berjudul Perencanaan Kota Paripurna (PKP) berbasis wise city memaparkan perencanaan kota dari yang sifatnya teknokratis menuju kota paripurna yang arif, yaitu yang menyeimbangkan aspek material dan spiritual.

Sedikit berbeda dari model-model perencanaan kota berkelanjutan yang mengintegrasikan matra sosial, ekonomi, dan lingkungan, dia melanjutkan, model PKP melihat posisi kesejahteraan material dan spiritual sebagai tubuh dan roh kota. Jadi, model PKP mengintegrasikan tiga matra, yaitu lingkungan alam, lingkungan binaan, dan lingkungan manusia.

Menurut dia, ada empat fase menuju kota paripurna yaitu pengentasan kemiskinan, peningkatan ketahanan, peningkatan kelayakhunian, dan peningkatan kebahagiaan.

“Kekuatan dari PKP ini lebih responsif terhadap aspek kebahagiaan yang hakiki meliputi material dan spiritual sebagai outcome pembangunan kota sesuai dengan kultur bangsa yang berketuhanan dan membuka ruang kajian yang luas di masa depan. Kelemahannya adalah sulit mengukur apalagi menetapkan standar kebahagiaan spiritual komunitas yang majemuk dan kompleks,” katanya.

Sebagai suatu organisma, roh dari kota adalah manusia sebagai penduduk kota sehingga pembangunan kota bukan hanya untuk mengembangkan modal alam, lingkungan binaan, sosial, dan manusia dari perspektif fisik material, tapi juga dari perspektif kebahagiaan dan spiritual well-being.

Dalam implementasinya, model PKP ini, proses perencanaan kota mengikuti siklus dari empat fase kegiatan pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan (resilience) masyarakat dan kota, meningkatkan kelayakhunian (livability) kota, dan meningkatkan aspek psychological-spiritual well-being.

Untuk diketahui, Prof Rachmat Kriyantono SSos MSi PhD dikukuhkan sebagai profesor aktif ke-2 di FISIP dan profesor aktif ke-166 di Universitas Brawijaya serta menjadi profesor ke-312 dari seluruh profesor yang telah dihasilkan kampus UB.

Sementara itu, Prof Dr Ir Surjono MTP dikukuhkan sebagai profesor aktif ke-16 di FT dan profesor aktif ke-167 di Universitas Brawijaya serta menjadi profesor ke-313 dari seluruh profesor yang telah dihasilkan oleh kampus UB.

Tags: Berita Kota Malang hari iniBerita Universitas BrawijayaKota Malang hari iniPengukuhan profesor Universitas BrawijayaUniversitas Brawijaya Kota Malang
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

by Dwi Linda
13/06/2026 2:25 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Pembangunan proyek strategis nasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman, Kota Blitar, kini mencapai progres fisik lebih...

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

UNEJ

Mahasiswa UNEJ Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Snack Bar Kaya Antioksidan

by Mochamad Abdurrochim
10/06/2026 10:30 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pangan (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UNEJ berhasil mengembangkan ChocoCara Bar. Chococara...

Siswa di Kota Blitar.

15 Ribu Siswa di Kota Blitar Tak Dapat MBG Imbas Transfer BGN Macet, 8 SPPG Stop Beroperasi

by Dwi Linda
09/06/2026 9:03 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Sebanyak 15.000 hingga 16.000 siswa di Kota Blitar sementara waktu tidak menerima pasokan Program Makan Bergizi Gratis...

Next Post
Cap jempol darah.

Kader Demokrat Aksi Cap Jempol Darah, Begini Tanggapan Menohok Moeldoko

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID