SURABAYA, Tugujatim.id – Unjuk hasil karya ratusan siswa sebagai wadah ekosistem pendidikan, SMKN 12 Surabaya menggelar pameran besar bertajuk Indist selama dua hari, 17-18 Mei 2023 di Alun-alun Balai Pemuda.
Diketahui, SMKN 12 Surabaya menjadi barometer vokasi dan sekolah kejuruan berbasis seni dan industri kreatif terbesar di Jawa Timur, maka setiap tahunnya sekolah ini aktif menggelar pameran.
Waka Humas SMKN 12 Surabaya, Mardi mengatakan bahwa pameran ini merupakan bagian dari unjuk karya tugas akhir bagi pelajar kelas 12 sebelum masa semester akhir selesai.
“Pameran ini merupakan hasil karya tugas akhir dari siswa kelas 12 yang mana mereka sudah diberikan dasar pemahaman sejak kelas 10. Ini merupakan karya terbaik untuk dipamerkan ke masyarakat,” katanya, pada Kamis (18/5/2023).
Bukan hanya sekadar untuk menunjukkan hasil karya para pelajar, pameran ini sebagai ajang untuk wadah eksistensi kepada masyarakat, pemerintah, dan pelaku atau pengusaha industri kreatif.
“Setiap tahun kami mengadakan pameran. Ini sebagai upaya memberikan informasi kepada masyarakat umum, baik pemerintah dan usaha industri untuk dapat melihat perkembangan-perkembangan yang telah dilakukan SMKN 12 Surabaya,” imbuhnya.
Salah satu target audiens kepada para pengusaha, diharapkan pameran ini dapat menjadi wadah peluang bagi pelajar untuk bisa lanjut ke jenjang pendidikan berikutnya, baik ke perguruan tinggi maupun dunia kerja.
“Tujuannya, jika siswa memiliki kompeten-kompeten yang sudah diberikan, harapannya industri bisa melirik atau memberikan (peluang) kerja sama dengan anak-anak dalam rangka proyek bersama atau pendidikan yang lebih lanjut,” lanjutnya.
Temanya cukup menarik: Indist atau Interactive ini Art and Technologi. Mardi mengatakan bahwa tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi akan terus berjalan sehingga ekosistem dunia kesenian harus dapat berkolaborasi guna memberikan kualitas sesuai pasar dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Tema ini kita angkat sudah tiga tahun belakang. Indist merupakan Interative in Art and Technologi. Artinya merupakan kolaborasi antara seni dan teknologi. Dalam teknologi yang berkemajuan, seni bukan hanya sebagai seni tapi harus bisa dibuat dan dibagi manfaatnya untuk kepentingan teknologi,” pungkasnya.
Dalam pantauan Tugujatim.id, pameran ini berlangsung meriah. Seluruh jurusan mulai dari jurusan animasi, desain komunikasi visual, desain interior dan teknik furniture, kriya kreatif batik dan tekstil, kriya kreatif kayu dan rotan, kriya kreatif logam dan perhiasan, kriya kreasi kulit dan imitasi, multimedia, produksi film, hingga seni lukis saling unjuk gigi menunjukkan hasil karya terbaiknya.
Pameran ini diikuti oleh seluruh jurusan dengan total kurang lebih 680 pelajar kelas 12 SMKN 12 Surabaya.








