• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ketua IDI Jatim, Dr. dr. Sutrisno, Sp.OG (K) saat memberikan sambutan di acara vaksinasi di Surabaya, Kamis (14/1/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Ketua IDI Jatim, Dr. dr. Sutrisno, Sp.OG (K) saat memberikan sambutan di acara vaksinasi di Surabaya, Kamis (14/1/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Vaksinasi di Surabaya Dimulai, IDI Jatim Terpukau pada Cepatnya Pembuatan Vaksin

Ketua IDI Jatim Sebut Teknologi Sekarang Bisa Mengakselerasi Vaksin 10 Kali Lebih Cepat

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Pemprov Jatim dan Forkopimda menjalankan vaksinasi massal di Gedung Negara Grahadi, Kamis (14/01/2021), pukul 10.00 WIB. Vaksinasi itu disuntikkan pertama kali pada 22 pejabat di kabupaten/kota atau provinsi di Jawa Timur. Ketua Ikatan Dokter Indonesia Jawa Timur (IDI Jatim), Dr. dr. Sutrisno, Sp.OG (K), menyatakan bahwa teknologi manusia kontemporer mampu mengakselerasi vaksin 10 kali lebih cepat dari perhitungan normal.

“Ilmu pengetahuan, kepandaian, semangat dan teknologi manusia zaman sekarang bisa mengakselerasi vaksin 10 kali lebih cepat. Bagi dunia medis, hal ini luar biasa. Banyak platform vaksin, yang kita pakai ‘vaksin Sinovac’. Vaksin itu virus yang dilemahkan, Sinovac sudah berpuluh tahun menjadi platform yang dipakai untuk vaksin lain, berpengalaman panjang,” jelas dr. Sutrisno pada pewarta Tugu Jatim di Grahadi Surabaya, Kamis (14/01/2021), pukul 10.30 WIB.

You might also like

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM
Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

04/06/2026 1:57 PM

Ketua IDI Jatim juga menyampaikan bahwa sejarah pandemi sudah ada sejak ratusan tahun menemani manusia selama hidup. Virus banyak beradaptasi, contohnya flu spanyol yang menewaskan ratusan juta orang. Sekarang COVID-19, sudah hampir 90 juta yang sakit dan 2 juta meninggal. Indonesia sudah cukup banyak yang meninggal.

“Kalau penyebabnya itu bakteri, obatnya ialah antibiotik. Kalau virus, yang paling tepat adalah vaksin. Dalam tempo 1 tahun badan-badan dunia bisa membuat vaksin, padahal normalnya 5-10 tahun,” ucap dr. Sutrisno sembari menampilkan wajah yang kaget atas pencapaian medis tersebut.

IDI Jatim berkeyakinan bahwa vaksin Sinovac ini aman. Maka, dr. Sutrisno meminta seluruh masyarakat Jawa Timur untuk kompak dalam vaksinasi, jangan takut. Menurutnya vaksin adalah harapan baru, namun bukan berarti menyelesaikan semua masalah, tetap terapkan 3M setelah selesai menjalani vaksinasi COVID-19.

“Hanya kita sendiri yang bisa menjaga kelangsungan hidup anak cucu kita. Inshaa allah ini memelihara kelangsungan hidup dan keberadaan kita sebagai bangsa Indonesia, baik sekarang atau masa depan, untuk kehidupan yang akan datang,” lanjut Ketua IDI Jatim pada Tugu Jatim di agenda vaksinasi, Kamis (14/01/2021).

Dr. Sutrisno meminta masyarakat untukl membaca jurnal yang berkualitas. Informasi resmi dari WHO, Pemda, Kemenkes dan lembaga resmi negara, sementara tidak perlu mempedulikan sumber-sumber lain agar tidak terjadi salah paham dan ketakutan dalam vaksinasi yang aman dan halal.

“Baca jurnal-jurnal penelitian yang bonafide. Apa itu contohnya? Seperti jurnal dari WHO, Pemda, Kemenkes dan lembaga resmi lainnya,” pungkas Ketua IDI Jatim pada pewarta di Surabaya dalam agenda vaksinasi 22 orang dari pejabat, agamawan, akademisi dan berbagai bagian dari Forkopimda. (Rangga Aji/gg)

Tags: kesehatanKota SurabayapendidikanSurabayavaksin coronavaksin COVID-19vaksinasi corona
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Probolinggo.

Lukai Diri Sendiri, Perawat RS di Probolinggo Rekayasa Dibegal demi Tutupi Jual Motor sang Ayah

by Dwi Linda
04/06/2026 12:32 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kasus dugaan pembegalan yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Probolinggo akhirnya terungkap. Seorang perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan...

Next Post
Ketua MUI KH Hasan Mutawakil Alallah. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Ketua MUI Jatim: Vaksin Sinovac Dijamin Halal dan Aman, Tidak Ada Pemerintah yang Sengaja Mengorbankan Rakyat

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID