News  

Viral 6 Iris Keripik Buah Per Bungkus asal Kota Batu, Diduga Modus Oknum Nakal Berjualan

Keripik buah. (Foto: Tangkapan layar @khoiriah.14/Tugu Jatim)
Tangkapan layar unggahan rasa kecewa salah satu wisatawan setelah membuka bungkus kemasan oleh-oleh keripik buah dengan isi hanya 6 iris dari salah satu oknum pedagang yang diduga melalukan kecurangan di Kota Batu. (Foto: Tangkapan layar @khoiriah.14)

BATU, Tugujatim.id – Video viral unggahan netizen yang membeli keripik buah beredar di media sosial (medsos) lantaran isinya hanya 6 iris per bungkus. Diduga keripik itu dibeli di Kota Batu, Jawa Timur. Atas kasus itu, para pengusaha UMKM oleh-oleh keripik buah mengaku resah.

Sebab, ada salah satu oknum penjual keripik buah diduga berbuat curang dengan mengurangi isi kuantitasnya sebagai modus untuk berjualan. Tak tanggung-tanggung, setiap bungkus keripik yang dijual hanya ada 5-6 iris keripik.

Kasus temuan ini diketahui dari unggahan seorang wisatawan asal Gresik di akun media sosial TikTok-nya. Dia mengunggah rasa kecewanya dengan salah satu penjual keripik buah di Kota Batu. Sebab, dalam satu bungkus aluminium foil yang dibeli, hanya ada 5-6 iris keripik.

Unggahan wisatawan bernama Khoiriah itu cerita awalnya berkunjung ke Kota Batu, Minggu (31/07/2022). Dia baru kali pertama berkunjung ke Kota Apel itu dan ingin membelikan oleh-oleh untuk diberikan pada kolega dan sanak saudara.

Sesampainya di rumah, dia membuka sebungkus oleh-oleh itu, hanya berisikan 6 iris keripik buah saja. Tak sesuai dengan ekspektasi ukuran bungkus yang dia lihat.

Dalam captionnya, dia mengingatkan pengunjung lain agar berhati-hati saat membeli oleh-oleh di tempat yang dimaksud.

“Buat yang ke Malang jangan sampai ketipu sama oleh-oleh yang satu ini. Isiannya cuma angin doang. Ada yang pernah beli kerupuk buah ini nggak?” tulis akun @khoiriah.14 itu.

Ditanya soal di mana membeli produk tersebut, dia tak begitu hafal persis lokasinya. Dia hanya ingat membeli produk itu di kios pinggir jalan. Satu-satunya tanda lokasi yang dia ingat hanya ada palang bertuliskan “I Love Batu”.

Keripik buah. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)
Ilustrasi lokasi wisatawan asal Gresik beli oleh-oleh di Kota Batu dengan bercirikan palang bertuliskan “I Love Batu”. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)

”Jadi, saya mau pulang arah ke Gresik, ada tulisan I Love Batu. Sesudahnya kan di pinggiran jalan ada banyak yang jual oleh-oleh, iya di situ,” kata dia saat dikonfirmasi.

Dia mengaku membeli 3 paket kantong oleh-oleh keripik buah dengan isi 7-8 bungkus keripik aluminium foil. Dia membeli banyak varian. Mulai keripik buah naga, keripik apel, keripik nangka, hingga keripik buah kiwi.

”Tadinya saya kira hanya satu bungkus yang begitu, ternyata saya buka semua isinya sama semua. Ya mungkin hanya di situ saja, ya. Tidak untuk semua, saya soalnya juga baru kali pertama ke Batu,” akunya.

Sejak postingan itu diunggah, warganet lain juga mengungkapkan uneg-uneg yang sama. Postingan itu pun viral dan membuat penjual lain di Kota Batu geleng-geleng kepala. Mereka khawatir hal itu akan berdampak negatif pada pengusaha keripik buah yang lain.

Salah satu pengusaha keripik buah di Kota Batu Khamim Tohari juga merasa kecewa dengan ulah oknum pedagang tersebut. Dia berharap dinas terkait melakukan pengawasan agar kejadian ini tidak terulang.

“Karena ini sudah bawa citra daerah, mencoreng nama baik Kota Batu yang terkenal karena wisatanya,” ungkap Khamim.

Dia juga membenarkan cara jelek itu juga kerap ditemui sejumlah oknum pedagang nakal lain. Karena itu, Khamim juga mengimbau konsumen wisatawan untuk kritis dan berhati-hati sebelum membeli produk oleh-oleh.

Khamim pun mendorong agar tidak ada lagi pedagang berbuat nakal mengingat demi keberlangsungan pariwisata Kota Batu sendiri.

”Kalau konsumen sudah tidak percaya, penjualan ya pasti menurun. Kalau sudah gitu, ekonomi mampet lagi. Kalau gini terus, yang dirugikan ya banyak orang,” ujarnya.

 

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim