• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
HIV di Sidoarjo.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo dr Lakhsmie Herawati Yuwantina menjelaskan data kumulatif kasus HIV di Sidoarjo, Rabu (22/07/2026). (Foto: Fauzan/Tugu Jatim)

Viral Angka Kasus HIV di Sidoarjo Tembus 7.230, Kadinkes Jelaskan Fakta di Baliknya

Dwi Linda by Dwi Linda
6 hours ago
in Kesehatan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SIDOARJO, Tugujatim.id – Angka orang dengan HIV (ODHIV) di Kabupaten Sidoarjo yang mencapai 7.230 orang viral menjadi sorotan setelah ramai diperbincangkan di media sosial. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo menegaskan angka tersebut merupakan akumulasi kasus yang tercatat sejak 2001 hingga Juni 2026, bukan jumlah pasien HIV di Sidoarjo aktif yang sedang menjalani pengobatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr Lakhsmie Herawati Yuwantina mengatakan, tingginya angka tersebut mencerminkan semakin luasnya upaya penemuan kasus melalui skrining yang dilakukan pemerintah daerah bersama berbagai pihak melalui strategi temukan, obati, pertahankan (TOP).

You might also like

Makanan tinggi protein.

Anak Kos Wajib Stok! 8 Makanan Tinggi Protein yang Awet dan Murah

15/07/2026 9:27 AM
Kasus TBC.

1.289 Kasus TBC Ditemukan di Kabupaten Malang, Pemkab Perkuat Skrining AI Percepat Deteksi Dini

04/07/2026 1:13 PM

Baca Juga: Kasus HIV di Sidoarjo Capai 7.129, DPRD Dorong Deteksi Dini hingga Tingkat Desa

“Angka itu merupakan akumulasi kasus sejak 2001 hingga Juni 2026, bukan jumlah kasus aktif saat ini,” kata Lakhsmie kepada wartawan di Kantor Bupati Sidoarjo, Rabu (22/07/2026).

Ribuan Kasus, 1.708 ODHIV Dilaporkan Meninggal

Berdasarkan data dinkes, dari total 7.230 kasus yang tercatat, sebanyak 1.708 ODHIV dilaporkan meninggal dunia. Selain itu, 810 orang masuk kategori loss to follow up (LTFU), yakni pasien yang putus pengobatan atau tidak lagi terpantau oleh fasilitas kesehatan. Dari jumlah tersebut, 565 merupakan warga luar Sidoarjo, 52 orang menolak menjalani terapi, sedangkan 193 lainnya telah ditelusuri namun tidak berhasil ditemukan.

Jika dirinci berdasarkan kelompok usia, terdapat 117 kasus pada anak usia 0-10 tahun dengan 35 kematian. Sebanyak 50 anak lainnya masuk kategori LTFU. Pada kelompok usia 11-17 tahun tercatat 60 kasus dengan tujuh kematian. Sementara pada kelompok usia 18-24 tahun terdapat 1.006 kasus dengan 123 kematian.

Kelompok usia di atas 25 tahun menjadi penyumbang kasus terbanyak, yakni mencapai 6.047 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.543 orang dilaporkan meninggal dunia.

Dinkes Ingatkan Pentingnya Konsumsi ARV secara Rutin

Menurut Lakhsmie, remaja yang hidup dengan HIV mendapatkan pendampingan berkelanjutan dari tenaga kesehatan. Pendampingan itu meliputi dukungan psikososial, edukasi, serta pendampingan agar pasien tetap disiplin menjalani terapi antiretroviral (ARV).

“Pendampingan kami lakukan agar kualitas hidup ODHIV tetap terjaga sekaligus mendorong mereka disiplin menjalani pengobatan,” katanya.

Dia menjelaskan, kepatuhan mengonsumsi ARV secara rutin dapat menekan jumlah virus hingga tidak terdeteksi (undetectable), sehingga risiko penularan kepada orang lain menjadi jauh lebih rendah. Meski demikian, terapi harus tetap dijalani sesuai anjuran tenaga kesehatan.

“Jangan menghentikan pengobatan hanya karena merasa sudah sehat. ARV harus tetap diminum sesuai dosis dan jadwal yang ditentukan,” jelas Lakhsmie.

Dinkes juga mengimbau masyarakat menerapkan perilaku hidup sehat untuk mencegah penularan HIV, di antaranya menghindari hubungan seksual berisiko, tidak menggunakan jarum suntik secara bergantian, serta memastikan transfusi darah dilakukan melalui prosedur yang aman.

Baca Juga: Deteksi 355 Kasus HIV/AIDS, DPRD Kota Malang Cegah Penularan lewat Perda Penyakit Menular

Lakhsmie mengatakan penularan HIV di Sidoarjo pada anak umumnya terjadi melalui transmisi vertikal dari ibu kepada bayi saat kehamilan, persalinan, maupun menyusui. Sementara pada kelompok usia muda dan dewasa, penularan paling banyak ditemukan melalui hubungan seksual antara lelaki seks dengan lelaki (LSL).

Dari sekitar 1.006 kasus pada kelompok usia 18-24 tahun, sekitar 400 kasus di antaranya berasal dari kelompok tersebut.

“Kelompok LSL masih menjadi kontributor terbesar pada penularan HIV di kelompok usia muda dan dewasa,” kata Lakhsmie.

Untuk memperluas deteksi dini, Dinkes Sidoarjo menargetkan pelaksanaan 60 kegiatan skrining sepanjang 2026 di berbagai wilayah kabupaten. Hingga semester pertama, skrining telah dilakukan di 30 titik, sedangkan 30 titik lainnya akan diselesaikan pada semester kedua.

“Sebanyak 30 titik sudah kami selesaikan pada semester pertama, sementara 30 titik lainnya akan dituntaskan hingga akhir tahun,” kata Lakhsmie.

Dinkes berharap masyarakat yang memiliki faktor risiko tidak ragu menjalani tes HIV di fasilitas kesehatan. Menurut Lakhsmie, deteksi dini melalui skrining, pengobatan, dan kepatuhan menjalani terapi menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas hidup ODHIV sekaligus menekan penularan HIV di masyarakat.

“Jadi, jangan sampai kondisi sudah merasa enak lalu tidak melanjutkan minum obat. Saran kami adalah tetap berobat rutin sesuai dengan yang ditentukan, baik dosis maupun waktunya,” tutup Lakhsmie.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Fauzan

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Angka HIV di SidoarjoBerita Kabupaten Sidoarjo hari iniDinkes Kabupaten SidoarjoKabupaten Sidoarjo hari ini
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Makanan tinggi protein.

Anak Kos Wajib Stok! 8 Makanan Tinggi Protein yang Awet dan Murah

by Dwi Linda
15/07/2026 9:27 AM
0

Tugujatim.id - Kamu anak kos yang lagi menjaga asupan makanan tinggi protein? Tapi kamu harus menyesuaikan dengan anggaran bulanan dan...

Kasus TBC.

1.289 Kasus TBC Ditemukan di Kabupaten Malang, Pemkab Perkuat Skrining AI Percepat Deteksi Dini

by Dwi Linda
04/07/2026 1:13 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menemukan 1.289 kasus tuberkulosis (TBC) selama periode Januari hingga Mei 2026. Angka tersebut...

Minum teh.

Sering Minum Teh saat Makan? Ternyata Kebiasaan Ini Bisa Ganggu Penyerapan Zat Besi

by Dwi Linda
16/06/2026 6:14 PM
0

Tugujatim.id – Pembahasan mengenai kebiasaan minum teh saat makan ramai dibicarakan setelah muncul dalam salah satu episode kanal YouTube Suara...

Kota Blitar.

12.848 Warga Kota Blitar Alami Obesitas, 60 Persen Ternyata Perempuan Dewasa

by Dwi Linda
09/06/2026 6:13 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Tren kelebihan berat badan atau obesitas di Kota Blitar menunjukkan statistik yang mengejutkan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota...

Next Post
UM

Program Studi Kebidanan FK UM Edukasi Gaya Hidup Aktif Remaja Guna Wujudkan Kehidupan Sehat Inklusif di SMKN 2 Malang

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID