Wabah PMK Masuk ke Kota Pasuruan, 44 Sapi Sakit di 3 Kecamatan - Tugujatim.id

Wabah PMK Masuk ke Kota Pasuruan, 44 Sapi Sakit di 3 Kecamatan

  • Bagikan
Sapi sakit. (Foto: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan/Tugu Jatim)
Dokter hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan saat memeriksa sapi sakit bergejala PMK milik warga, Kamis (23/06/2022). (Foto: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan)

PASURUAN, Tugujatim.id – Setelah merebak di Kabupaten Pasuruan, kini wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) mulai masuk ke wilayah Kota Pasuruan. Berdasarkan data Dinas Peternakan Kota Pasuruan, ada 44 sapi sakit yang terindikasi tertular PMK sejak pertengahan Juni 2022.

Plt Kepala UPT RPH Dyan Failasufa menjelaskan, puluhan sapi sakit bergejala PMK itu tersebar di tiga kecamatan di Kota Pasuruan.

“Total ada 44 sapi sakit terindikasi PMK per 18 Juni 2022,” ujar Dyan pada Kamis (23/06/2022).

Kasus PMK terbanyak berada di Kecamatan Purworejo, tepatnya di Kelurahan Wirogunan sebanyak 26 sapi. Disusul Kecamatan Bugul Kidul, sebanyak 10 sapi di Kelurahan Blandongan dan 6 sapi di Kelurahan Bakalan. Terakhir, 1 sapi bergejala PMK tercatat di Kelurahan Petamanan, Kecamatan Panggungrejo.

Menurut Dyan, wabah PMK mulai merebak sejak ditemukannya 3 kasus sapi positif pada 13 Juni 2022.

Sapi sakit. (Foto: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan/Tugu Jatim)
Penanganan sapi sakit di Kota Pasuruan karena bergejala PMK. (Foto: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan)

“Mulanya tanggal 13 Juni, hasil pemeriksaan laboratorium di Pusat Veteriner Farma Provinsi Jawa Timur menyatakan ada 3 sapi positif PMK. Kemudian terus bertambah,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan Muflishoh menyatakan, kini pihaknya tengah menggencarkan sosialisasi pencegahan PMK kepada seluruh peternak. Mereka secara gratis dibagikan cairan desinfektan untuk menyemprot kandang. Mereka wajib segera melapor apabila ada ternak sakit yang bergejala PMK.

”Karena sudah ada kasus positif, yang bisa kami lakukan kini mencegah penularan. Sehingga kasus tidak makin menyebar,” ungkap Muflishoh.

Sementara untuk sapi sakit bergejala PMK, pihaknya terus memberikan obat-obatan vitamin. Selain itu, sapi yang terindikasi PMK juga dilakukan penyuntikan antibiotik untuk melemahkan bakteri dan virus.

“Sudah mulai ada perkembangan. Sebagian sapi bergejala sudah mau makan,” ujarnya.

 

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan