PROBOLINGGO, Tugujatim.id – Kawasan wisata Gunung Bromo kini mulai menunjukkan wajah baru melalui berbagai penataan infrastruktur yang mengedepankan konsep modern sekaligus tetap menjaga kelestarian alam.
Transformasi ini menjadi bagian dari penguatan tata kelola di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang terus didorong agar mampu memberikan kenyamanan bagi wisatawan tanpa mengorbankan daya dukung lingkungan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, pengembangan kawasan Bromo tidak hanya berorientasi pada pariwisata, tetapi juga pada keberlanjutan alam.
“Bagaimana kita bisa menikmati keindahan Bromo, tapi alamnya tetap terjaga kelestariannya. Pasir berbisik itu harus bisa kembali seperti dulu,” ujarnya pada Senin (13/04/2026).

Menurut dia, salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pengembangan Jalur Lingkar Kaldera Tengger sepanjang kurang lebih 13 kilometer. Jalur ini dirancang sebagai akses Wisata Bromo yang tertata dengan pemasangan lebih dari 9.000 patok pembatas.
Menariknya, dalam pembangunan jalur tersebut tidak diaspal. Hal ini menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah kerusakan lingkungan di kawasan konservasi.
Fasilitas Air Bersih Diperkuat untuk Wisatawan
Selain penataan jalur, peningkatan fasilitas pendukung juga menjadi perhatian, salah satunya penyediaan sarana air bersih di kawasan wisata.
Dua menara air telah dibangun untuk mendukung kebutuhan air, termasuk di area rest area seperti Widodaren dan Jantur. Fasilitas ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan dasar wisatawan, seperti ketersediaan toilet dan air bersih.
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan Satyawan Pudyatmoko mengapresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap pengembangan kawasan TNBTS.
“Support dari Ibu Gubernur sangat luar biasa untuk kawasan ini,” ujarnya.
Dukungan Masyarakat Adat Tengger
Upaya penataan kawasan Wisata Bromo juga mendapat respons positif dari masyarakat adat Tengger. Ketua adat Tengger Romo Sutomo mengapresiasi atas perhatian pemerintah terhadap infrastruktur di kawasan tersebut.
Baca Juga: Pastikan Keselamatan Wisatawan, 400 Jeep Wisata Bromo Dicek Jelang Liburan
Menurut dia, pengembangan yang dilakukan tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga mendukung aktivitas masyarakat lokal.
“Kami berterima kasih karena infrastruktur yang dibutuhkan dalam kegiatan pariwisata dan masyarakat bisa berjalan lebih baik,” ungkapnya.
Menuju Bromo yang Lebih Tertata dan Berkelanjutan
Dengan berbagai penataan yang dilakukan, kawasan Bromo diharapkan tidak hanya menjadi destinasi unggulan, tetapi juga contoh pengelolaan wisata berbasis konservasi. Konsep tanpa aspal, penguatan fasilitas dasar, serta keterlibatan masyarakat lokal menjadi langkah penting dalam menjaga keseimbangan antara pariwisata dan kelestarian alam.
Ke depan, pengelolaan kawasan Wisata Bromo diharapkan semakin tertata, modern, dan tetap mempertahankan keindahan alami yang menjadi daya tarik utamanya.
Bagi masyarakat dan wisatawan, perubahan ini diharapkan membawa pengalaman baru saat menikmati Gunung Bromo. Tak hanya menikmati keindahan, tetapi juga ikut menjaga alam agar tetap lestari untuk masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Umi Kulsum
Editor: Dwi Lindawati








