PASURUAN, Tugujatim.id – Pemerintah Kota Pasuruan menyambut baik arahan Presiden Jokowi yang menginstruksikan pemakaian mobil listrik sebagai ganti mobil dinas tua. Beberapa waktu lalu Jokowi mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2022 terkait penggunaan mobil listrik sebagai kendaraan dinas.
Menanggapi hal ini, Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf mengatakan dirinya tengah mempertimbangkan terkait penggunaan mobil listrik sebagai ganti mobil dinas tua di lingkungan Pemkot Pasuruan pada tahun mendatang.
Gus Ipul punya rencana melelang mobil dinas tua dan diganti dengan mobil listrik.
“Kami mulainya tidak harus dari kepala daerah, mungkin pegawai eselon atau kepala bagian yang mobilnya patut diganti. Misalnya masih pakai kendaraan tahun 2009, kalau memungkinkan dananya kami belikan beberapa,” ujar Gus Ipul pada Selasa (20/09/2022).
Selain mengganti mobil dinas tua, Gus Ipul juga mempertimbangkan untuk mengganti mobil dinas minibus atau kendaraan yang bisa mengangkut banyak orang untuk diganti dengan mobil listrik. Tujuannya agar manfaat pemakaian mobil listrik tersebut bisa dirasakan banyak pegawai.
“Saya pinginnya untuk pemakaian bersama bukan untuk saya. Misalnya untuk mobil hiace kami ganti mobil listrik jadi yang menggunakan banyak orang. Intinya kami mulai dari yang bawah,” ungkapnya.
Mantan wakil gubernur Jawa Timur ini mengatakan, mobil listrik sangat cocok dipakai di lingkungan pemerintahan karena tingkat efisiensi energinya yang tinggi. Gus Ipul sendiri sudah merasakan hematnya biaya pemakaian mobil listrik karena sudah menggunakannya sebagai mobil dinas saat bertugas sebagai Sekjen PBNU.
“Saya sudah lima bulanan pakai mobil listrik, jadinya lebih efisien. Saya sebulan nggak sampai Rp500 ribu biaya listriknya. Apalagi nggak perlu beli oli, lebih nyamanlah,” imbuhnya.
Meski begitu, Pemerintah Kota Pasuruan masih perlu memikirkan lebih lanjut terkait anggaran pengadaan mobil listrik untuk mobil dinas. Gus Ipul mengakui jika harga jual mobil listrik di Indonesia pada saat ini masih cenderung tinggi.
“Kami pikirkan anggarannya untuk memulai mobil listrik. Sekarang rata-rata harganya Rp600 juta-Rp700 juta. Nanti mungkin kami cari yang murah ada yang Rp200 juta-Rp300 jutaan,” ujarnya.








