• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Operasi Yustisi di Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. (Foto: Noe/Tugu Jatim)

Operasi Yustisi di Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. (Foto: Noe/Tugu Jatim)

Wali Kota Kediri Terbitkan SK PPKM Mikro karena Tingginya Tingkat Kematian

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

KEDIRI, Tugujatim – Wali Kota Kediri, Abdulloh Abu Bakar, Selasa (9/2/2021) resmi mengeluarkan Surat Keputusan nomor 188.45/ 24/ 419.033/2021 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro. Hal tersebut dikarenakan masih tingginya angka kematian di Kota Tahu sebutan Kota Kediri.

Kabag Humas Pemkot Kediri, Herwin Zakiya, menerangkan bahwa hasil evaluasi Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri masih tergolong tingkat kematian yang tinggi yakni sebesar 9,87 persen. Sedangkan, batas maksimal yang diinginkan dari pemerintah pusat ialah 3 persen.

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

“Dari hasil evaluasi Kota Kediri masuk kategori karena tingkat kematian masih tinggi yakni sebesar 9,87 persen sedangkan seharusnya tidak boleh lebih 3 persen,” jelasnya.

Meskipun demikian, kata Herwin, dari penerapan PPKM sebelumnya Kota Kediri sudah mengalami penurunan angka kematian. Ia menjelaskan dari empat indikator yang ditetapkan pemerintah pusat, Kota Kediri hanya masuk dalam satu indikator saja yakni angka kematian tersebut.

Dia juga mengatakan, selain persentase angka kematian, indikator lainnya yang dihitung antara lain kasus aktif yang tidak boleh lebih dari 14 persen, tingkat keterisian ruang isolasi yang tidak boleh lebih dari 70 persen, dan tingkat kesembuhan harus lebih dari 82 persen.

“Dari ketiga indikator itu alhamdulillah Kota Kediri tidak masuk, yang masuk hanya tingkat kematian saja,” katanya.

Menurut Herwin, PPKM Mikro ini lebih menekankan untuk mengurangi angka kematian itu dengan cara mengedukasi masyarakat. Bagaimana caranya? Mendapatkan pertanyaan itu, Herwin menjelaskan pemerintah akan mengedukasi masyarakat melalui rukun tetangga (RT).

“Misal yang suspect tapi gak mau berobat, itu cepet saja berobat biar cepet ditangani,” imbuh Herwin.

Tak hanya itu, Herwin juga menerangkan bahwa pasien yang diketahui positif COVID-19 tidak boleh melakukan isolasi di rumah. Pemkot Kediri juga akan mengampanyekan tentang donor plasma konvalesen dari penyintas.

Di sisi lain, Herwin menegaskan bahwa PPKM Mikro ini mirip dengan penanganan COVID-19 di awal pandemi pada April 2020 lalu.

“Di Kediri sudah sempat penanganan dari RT. Kita sudah pernah di awal covid pernah melakukan itu,” pungkas Herwin. (noe/gg)

Tags: berita Kediriberita Kediri hari inicorona viruscovid-19KediriKota KediriPemkot KediriPPKMPPKM mikrovirus corona
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Ketua PWI Tuban, Pipiet Wibawanto saat memotong tumpeng dan diserahkan ke Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono. (Foto: Moch Abdurrochim/Tugu Jatim)

PWI Tuban Gelar Tasyakuran Peringati HPN 2021 ke-75

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID