Wali Kota Malang Sutiaji Ikut Mensalati Jenazah Korban Longsor di Malang

  • Bagikan
Wali Kota Malang Sutiaji bersama masyarakat sedang mensalati jenazah Roland Sumarna, korban plengsengan ambrol di Malang. (Foto: Feni Yusnia/Tugu Jatim)
Wali Kota Malang Sutiaji bersama masyarakat sedang mensalati jenazah Roland Sumarna, korban plengsengan ambrol di Malang. (Foto: Feni Yusnia/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Suasana duka dan haru menyelimuti keluarga Roland Sumarna, 40, korban plengsengan ambrol di Perum Sulfat Inside, Jalan Sadang, RT 009, RW 018, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Saat jenazah akan diberangkatkan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Sukun pada Rabu (20/01/2021), keluarga tampak sedih.

Bahkan, sang istri, Yunijah, 26, hanya bisa menatap nanar kepergian sang suami dari dalam mobil jenazah. Turut hadir dalam pemberangkatan jenazah itu, di antaranya Wali Kota Malang Sutiaji, Sekretaris Daerah (Sekda) Wasto, hingga Kapolres Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata turut mensalati jenazah Roland. (Foto: Feni Yusnia/Tugu Jatim)
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata turut mensalati jenazah Roland. (Foto: Feni Yusnia/Tugu Jatim)

Dalam sambutannya, Sutiaji turut menyampaikan berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah ini. “Insya Allah beliau orang baik, informasinya (Roland) begitu giat, dengan tetangga baik, dengan masyarakat baik, maka saya mewakili Pemkot Malang, kami turut berbelasungkawa pada keluarga. Semoga amal ibadahnya beliau diterima dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujarnya.

Pihaknya juga memberikan donasi sosial melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang berupa uang tunai dan kebutuhan pokok sehari-hari.

Diketahui, Roland Sumarna, 40, hanyut terbawa arus air saat terjadi longsor di Perum Griya Sulfat Inside, Jalan Sadang, RT 09, RW 018, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, pada Senin (18/01/2021).

Korban berhasil ditemukan usai tiga hari dilakukan pencarian meski dalam keadaan meninggal dunia di Bendungan Sengguruh, Kepanjen.

Menurut analis Perencanaan, Evaluasi, dan Pelaporan Sub Bagian Penyusunan Program Sekretariat BPBD Kota Malang Cornellia Selvyana Ayoe, penemuan jasad korban berawal dari informasi masyarakat yang sedang beraktivitas di sekitar waduk tersebut.

“Korban ditemukan sekitar pukul 06.30. Seorang warga (pemulung) melintas di area sekitar waduk dan melihat jenazah korban mengambang di sungai,” jelasnya.

Setelah itu warga langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak terkait di Kepanjen, Kabupaten Malang, dan diteruskan pada tim Basarnas Surabaya yang berada di Perumahan Griya Sulfat, Bunulrejo, Kota Malang.

“Basarnas kemudian melakukan pengecekan dan evakuasi di lokasi kejadian. Setelah itu, jenazah (Roland) dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang untuk diidentifikasi,” kata dia.

Wali Kota Malang Sutiaji saat menghadiri pengantaran jenazah Roland Sumarna (kanan, baju putih) bersama istri (alm) Roland Sumarna (kiri, kerudung hitam). (Foto: Feni Yusnia/Tugu Jatim)
Wali Kota Malang Sutiaji saat menghadiri pengantaran jenazah Roland Sumarna (kanan, baju putih) bersama istri (alm) Roland Sumarna (kiri, kerudung hitam). (Foto: Feni Yusnia/Tugu Jatim)

Selanjutnya langsung dilakukan konfirmasi kepada anggota keluarga bahwa jasad yang ditemukan di Bendungan Sengguruh tersebut benar-benar Roland.

“Menurut keterangan dari keluarga memang benar itu jenazah Roland. Mereka melihat dari ciri-ciri fisik dan tahi lalat yang ada di bawah telinga sebelah kiri,” tambahnya.

Selvy mengatakan, pihak keluarga juga tidak mau jenazah korban dilakukan visum dan menginginkan agar segera dikebumikan di daerah Sukun, Kota Malang. (fen/ln)

 

  • Bagikan