Wali Kota Semarang Hendi Minta Dr Aqua Dwipayana Prioritaskan Jajarannya untuk Sharing Komunikasi dan Motivasi - Tugujatim.id

Wali Kota Semarang Hendi Minta Dr Aqua Dwipayana Prioritaskan Jajarannya untuk Sharing Komunikasi dan Motivasi

  • Bagikan
Dr Aqua. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Wali kota Semarang Hendi dengan senyum khasnya berswafoto bersama Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana.(Foto: Dokumen)

SEMARANG, Tugujatim.id – Wali Kota Semarang, Jawa Tengah, Hendrar Prihadi yang akrab dipanggil Hendi meminta Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana untuk memprioritaskan jajarannya mendapatkan Sharing Komunikasi dan Motivasi dari pembicara laris itu. Meski dia tahu jadwal Dr Aqua selama pandemi Covid-19 termasuk pada 2022 padat sekali.

Permintaan itu disampaikan langsung oleh Hendi saat Pemimpin Redaksi Tribun Jateng Erwin Ardian dan Dr Aqua silaturahim di kantornya pada Selasa pagi (28/12/2021).

Untuk pelaksanaan Sharing Komunikasi dan Motivasi kepada ribuan pegawai Pemerintah Kota Semarang, Hendi memberi amanah pada media terbesar di Jateng, Tribun Jateng buat  melaksanakannya. Sedangkan Dr Aqua sebagai pembicara tunggal.

Hendi yang tertarik dan antusias menyimak semua yang disampaikan mereka berdua meminta Dr Aqua untuk memprioritaskan pelaksanaan Sharing Komunikasi dan Motivasi dengan para pegawai Pemerintah Kota Semarang. Berkolaborasi dengan Tribun Jateng.

“Jadi acara Sharing Komunikasi dan Motivasi ini melibatkan tiga pihak. Pemerintah Kota Semarang, Tribun Jateng, dan Mas Aqua sebagai satu-satunya pemberi materi. Tolong segera dirumuskan dan didetilkan,” pinta Hendi serius.

Dr Aqua. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana (kanan) memberikan buku “super best seller” Trilogi The Power of Silaturahim kepada Wali kota Semarang Hendi (tengah) yang didampingi Pemimpin Redaksi Tribun Jateng Erwin Ardian (kiri).(Foto: Dokumen)

Untuk tahap awal, lanjut suami dari Krisseptiana itu, pelaksanaannya di Balaikota Semarang dulu. Pesertanya sekitar 200 orang yang levelnya adalah pemegang jabatan.

Mereka, kata Hendi, perlu “disentuh” agar dalam bekerja melaksanakan seluruh tugasnya dengan ikhlas dan sepenuh hati. Melayani masyarakat secara dengan serius dan sungguh-sungguh.

Kepada Hendi, Dr Aqua menyarankan agar selain para pejabat yang jumlahnya sekitar 200 orang, juga perlu diberi motivasi semua pegawai yang bertugas di garda depan. Bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kemampuan komunikasi mereka harus ditingkatkan.

“Saya setuju Mas Aqua. Jadi jumlahnya ditambah 200 orang pegawai lagi. Kepada mereka nanti diberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi dengan sesi tersendiri,” pesan Hendi.

Doktor dari Universitas Diponegoro itu kemudian merencanakan sesi selanjutnya untuk para guru. Jumlahnya sekitat 7.000 orang. Sehingga pelaksanaannya secara bertahap, menyesuaikan dengan ruangan yang tersedia.

Kepada Hendi, Dr Aqua menjelaskan selama ini terbiasa dalam sehari melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi sebanyak empat hingga lima sesi. Dengan durasi minimal dua jam per sesi termasuk tanya-jawab.

“Sesuai permintaan Mas Hendi, saya insya Allah mengalokasikan waktu Senin sampai Jumat. Jika selama lima hari waktunya tidak cukup, dapat dilanjutkan pada minggu berikutnya hingga tuntas,” tutur Dr Aqua.

Selesai memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi kepada para guru, Hendi merencanakan melanjutkan kegiatan serupa buat semua pegawai yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan semua Puskesmas yang ada di 16 Kecamatan di Kota Semarang. Jumlahnya diperkirakan 8.000 orang.

Dr Aqua menyampaikan kepada Hendi pengalamannya selama ini memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi di lingkungan rumah sakit agar kegiatannya efektif dan bermanfaat buat institusi yang melaksanakannya dan para pemangku kepentingan terutama semua pasien dan keluarganya. Perlu melibatkan seluruh pegawai tanpa terkecuali.

“Agar acara Sharing Komunikasi dan Motivasi sukses dan berdampak positif, semua pegawai tanpa terkecuali termasuk satuan pengamanan, pengemudi, dan petugas kebersihan harus dilibatkan. Peran mereka sangat strategis karena bertugas di garda depan dan merupakan etalase institusi,” terang Dr Aqua.

Kalau hanya sebagian saja pegawai yang hadir di acara Sharing Komunikasi dan Motivasi menurut Dr Aqua perubahannya tidak signifikan. Sehingga hasilnya tidak maksimal.

Agar tidak mengganggu pelayanan terutama kepada semua pasien, Dr Aqua menyatakan siap melaksanakannya banyak sesi. Menyesuaikan dengan pengaturan peserta dan ruangan tempat acara.

Hendi ternyata sependapat dengan yang disampaikan Dr Aqua. Sehingga langsung menyetujuinya.

Relatif Murah

Usulan lain yang disampaikan Dr Aqua kepada Hendi, setiap peserta diberi dua buku terbarunya yang masuk kategori “super best seller”. Kedua buku itu berjudul “Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan)” serta “Berkarya dan Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial: Kisah Inspiratif Dua Bersaudara Alira-Savero Dwipayana Bergiat untuk Sesama”.

Tujuan pemberian kedua buku tersebut diantaranya agar semua peserta dapat melaksanakan berbagai hal yang selama puluhan tahun konsisten dilaksanakan Dr Aqua yaitu silaturahim dan membantu sesama tanpa pamrih. Jadi seluruh peserta tidak hanya sekedar hadir di acara Sharing Komunikasi dan Motivasi, tetapi juga mendapatkan buku-buku yang ditulis langsung oleh pembicaranya.

Dengan membaca buku-buku itu mereka dapat meneladani semua yang telah dilakukan Dr Aqua. Juga bisa mengajak keluarganya untuk melakukan hal yang sama.

“Seluruh peserta yang hadir pada acara Sharing Komunikasi dan Motivasi itu, tidak hanya menyimak semua yang saya sampaikan. Namun mereka dapat mendalaminya dengan membaca buku-buku karya saya. Sebagian buku itu “super best seller”. Banyak peminatnya. Alhamdulillah…” kata Dr Aqua mengutarakan dengan penuh rasa syukur.

Di samping itu, lanjut Dr Aqua, dengan membagi-bagikan buku-buku kepada pegawai, menggalakkan budaya literasi di lingkungan mereka dan keluarganya. Hal positif ini harus terus didorong agar menjadi kebiasaan sehari-hari.

Setelah mendapatkan penjelasan dari Dr Aqua, Hendi menyetujui usulan tersebut. Apalagi harga bukunya relatif murah dan semua hasil penjualannya untuk kegiatan sosial termasuk membiayai umroh banyak orang.

Saat mereka ketemu, diskusinya hangat sekali dan bicaranya akrab. Sebenarnya banyak hal lain yang mau dibicarakan. Namun Hendi harus segera memimpin rapat. Ajudannya mengingatkan tentang hal itu.

“Mas Aqua kapan kembali ke Bogor? Sebelum Mas Aqua meninggalkan Semarang, kita jadwalkan ketemu lagi untuk melanjutkan diskusinya. Tolong Mas Erwin aturkan jadwalnya,” tutur Hendi.

Dr Aqua menginfokan meninggalkan Semarang pada Kamis (30/12/2021). Cuma Rabu pagi (29/12/2021) harus ke Kudus dulu untuk menghadiri pelantikan pengurus Asosiasi Pengusaha Oleh-Oleh Jawa Tengah (ASPOO Jateng) periode 2021-2024, di Aula Mubarokfood Cipta Delicia Jl Sunan Muria nomor 33 Kudus, Jateng milik Muhammad Hilmy. Pria rendah hati yang berasal dari Kota Padang, Sumatera Barat itu, ikut dilantik sebagai Pembina organisasi tersebut.

“Saya rencananya meninggalkan Semarang untuk kembali ke Bogor pada Kamis. Sedangkan Rabu pagi ke Kudus dulu untuk menghadiri pelantikan pengurus ASPOO. Di luar itu saya insya Allah siap ketemu lagi sama Mas Hendi,” respon Dr Aqua.

Karena jadwal Hendi yang padat, sehingga pertemuan yang direncanakan tersebut tidak terwujud hingga Dr Aqua meninggalkan Semarang pada Kamis pagi. Namun mantan wartawan di banyak media besar itu sangat memakluminya.

Niat Awal Silaturahim

Sebelumnya selesai sholat Subuh pada Selasa (28/12/2021), Dr Aqua jalan darat dari Malang, Jawa Timur, ke Semarang. Menempuh perjalanan sekitar 3,5 jam.

Begitu tiba di Semarang, Dr Aqua mendapat info dari Erwin bahwa Hendi pagi itu berkenan menerima mereka di Balaikota Semarang. Sehingga mereka langsung ke sana.

Niat awal pertemuan itu hanyalah silaturahim. Erwin ingin memperkenalkan teman akrabnya Dr Aqua kepada Hendi. Dia tahu persis bahwa bapak dari Alira Vania Putri Dwipayana dan Savero Karamiveta Dwipayana senang berteman dan selalu merawatnya.

“Mas Hendi, Pak Aqua ini teman akrab saya. Beliau motivator, penulis banyak buku, dan pernah jadi wartawan di beberapa media besar. Saya sengaja memperkenalkannya kepada Mas Hendi. Mungkin bisa bersinergi dan berkolaborasi,” ujar Erwin.

Kepada Hendi, Dr Aqua menceritakan kiprahnya termasuk pernah menjadi anggota Dewan Pakar Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI). Sedang Wali Kota yang rendah hati itu menyimak semua yang disampaikan motivator ulung tersebut.

Dr Aqua juga menginformasikan sering diundang berbagai pemerintah kota dan kabupaten untuk memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi. Terakhir pada Kamis (23/09/2021) melaksanakan acara dua sesi di Pemerintah Kota Malang atas undangan Wali Kota Malang Sutiaji.

Beberapa bulan terakhir setelah Covid-19 reda, meski masih pandemi, Dr Aqua intens memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi kepada para tenaga kesehatan (nakes) serta guru dan dosen. Mereka sangat membutuhkan “sentuhan” agar kembali semangat.

Dua profesi itu sangat merasakan langsung dampak Pandemi Covid-19. Bahkan dua tahun terakhir ribuan nakes meninggal karena terpapar Covid, baik saat menolong pasien maupun karena faktor yang lain.

Hendi tertarik dengan semua yang disampaikan Dr Aqua. Sehingga spontan mengundang pembicara laris itu untuk segera melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi dengan jajarannya para pegawai Pemerintah Kota Semarang.

Sempat Kaget

Hendi sempat kaget dan nyaris tidak percaya saat Dr Aqua spontan dan dengan tegas menjawab pertanyaannya tentang honor sebagai pembicara para acara Sharing Komunikasi dan Motivasi di Pemerintah Kota Semarang.

“Mohon maaf Mas Aqua, jika saya mengundang Mas Aqua untuk memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi di Pemerintah Kota Semarang, berapa maharnya?” Tanya Hendi.

Aqua langsung menjawab, “Gratis Mas Hendi. Saya tidak perlu dibayar.”

Mendengar jawaban itu Hendi kaget. Nyaris tidak percaya. Hal itu dapat dimaklumi karena umumnya para pembicara termasuk motivator ada tarifnya jika diundang untuk berbicara. Sedangkan yang seperti Dr Aqua jarang sekali.

Dr Aqua. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Dr Aqua Dwipayana saat memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi pada semua pejabat di Pemerintah Kota Malang, Kamis malam (23/09/2021).(Foto: Dokumen)

Kekagetan Hendi berangsur berkurang setelah Erwin menjelaskan tentang kebiasaan Dr Aqua selama ini saat diundang memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi. Ada yang dibayar, namun lebih banyak yang gratis.

“Mas Hendi, kalau mengundang Pak Aqua untuk memberikan Sharing Komunikasi dan Motivasi, ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi pihak pengundang. Pertama, bicaranya minimal dua jam termasuk tanya-jawab. Tarif per jam Rp 30 juta nett. Sehingga total dana yang harus disiapkan Rp 60 juta,” jelas Erwin.

Kedua, lanjut bapak tiga anak itu, pembayarannya H minus dua. Atau dua hari sebelum pelaksanaan acara. Seluruh uangnya harus sudah ditransfer.

Ketiga, tambah Erwin, kalau acaranya di luar kota, maka pihak pengundang harus menyiapkan tiket pesawat Garuda Indonesia kelas bisnis pergi dan pulang.

Keempat, terang Erwin, panitia juga harus menyiapkan hotel bintang lima untuk menginap selama berada di kota tempat acara.

“Cuma selama ini Pak Aqua lebih banyak menggratiskan yang mengundangnya. Bahkan saat melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi, banyak peserta yang mendapat hadiah. Mulai dari sejumlah uang, buku, jalan-jalan ke berbagai objek wisata hingga umroh. Jumlahnya bisa mencapai jutaan rupiah,” ungkap Erwin.

Berikan Tiga “Super Best Seller”

Dari ekspresi wajah dan komentarnya, Hendi terlihat kagum atas semua yang diceritakan Erwin. Sama sekali tidak menyangka hal tersebut dilakukan Dr Aqua.

“Sampai sekarang Pak Aqua telah mengumrohkan ratusan orang. Uangnya terutama diambil dari hasil penjualan bukunya dan honornya sebagai pembicara,” ungkap Erwin.

Kemudian Dr Aqua menimpali bahwa dari hasil penjualan buku “super best seller” karyanya yang berjudul “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi”, telah membiayai umroh sebanyak 167 orang. Mereka berasal dari berbagai daerah Indonesia.

“Sebagian peserta umrohnya tidak saya kenal sebelumnya. Ada tim yang memilih mereka. Sedangkan untuk memimpin rombongan umroh, setiap berangkat ke Tanah Suci, saya memberi amanah kepada wartawan senior Mas Nurcholis MA Basyari,” terang Dr Aqua.

Kepada Hendi, Dr Aqua memberikan buku “super best seller” Trilogi The Power of Silaturahim. Ketiga buku itu berjudul “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi”, “Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan)” serta “Berkarya dan Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial: Kisah Inspiratif Dua Bersaudara Alira-Savero Dwipayana Bergiat untuk Sesama”.

Sekaligus Dr Aqua menjelaskan tentang ketiga buku itu yang telah 10 kali cetak dengan total 200 ribu eksemplar. Sedangkan dua buku terakhir yang Kata Pengantarnya dari Komisaris Utama Inalum Letjen TNI Purn Doni Monardo dan Guru Besar Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Prof Deddy Mulyana sedang cetak ulang sebanyak 60 ribu eksemplar. Sebagian di antara buku itu sudah ada yang memesan.

Hingga akhir tahun 2021 ini, ungkap Dr Aqua, sudah selesai dicetak sebanyak 10 ribu eksemplar. Sedangkan sisanya diperkirakan selesai dicetak akhir Januari 2022.

Saat mereka ketemu, diskusinya hangat sekali dan bicaranya akrab. Sebenarnya banyak hal lain yang mau dibicarakan. Namun Hendi harus segera memimpin rapat. Ajudannya mengingatkan tentang hal itu.

“Mas Aqua kapan kembali ke Bogor? Sebelum Mas Aqua meninggalkan Semarang, kita jadwalkan ketemu lagi untuk melanjutkan diskusinya. Tolong Mas Erwin aturkan jadwalnya,” tutur Hendi.

Dr Aqua menginfokan meninggalkan Semarang pada Kamis (30/12/2021). Cuma Rabu pagi (29/12/2021) harus ke Kudus dulu untuk menghadiri pelantikan pengurus Asosiasi Pengusaha Oleh-Oleh Jawa Tengah (ASPOO Jateng) periode 2021-2024, di Aula Mubarokfood Cipta Delicia Jl Sunan Muria nomor 33 Kudus, Jateng milik Muhammad Hilmy. Pria rendah hati yang berasal dari Kota Padang, Sumatera Barat itu, ikut dilantik sebagai Pembina organisasi tersebut.

“Saya rencananya meninggalkan Semarang untuk kembali ke Bogor pada Kamis. Sedangkan Rabu pagi ke Kudus dulu untuk menghadiri pelantikan pengurus ASPOO. Di luar itu saya insya Allah siap ketemu lagi sama Mas Hendi,” respon Dr Aqua.

Karena jadwal Hendi yang padat, sehingga pertemuan yang direncanakan tersebut tidak terwujud hingga Dr Aqua meninggalkan Semarang pada Kamis pagi. Namun mantan wartawan di banyak media besar itu sangat memakluminya. (*)

  • Bagikan