Kota Batu Larang Gelar Pesta Kembang Api saat Malam Tahun Baru - Tugujatim.id

Kota Batu Larang Gelar Pesta Kembang Api saat Malam Tahun Baru

  • Bagikan
Pesta kembang api. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)
Suasana sore hari jelang perayaan Tahun Baru 2022 di Alun-Alun Kota Batu. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)

BATU, Tugujatim.id – Menjelang malam pergantian tahun baru, ada larangan menggelar pesta kembang api dan adanya kerumunan massa. Hal itu diungkapkan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Sujud Hariadi kepada pengelola hotel dan restoran di bawah himpunannya untuk tidak menggelar pesta tahun baru. Dia pun mewanti-wanti hal ini demi ekonomi pariwisata di Kota Batu ke depannya.

Hal itu dilakukan karena masih adanya ancaman Covid-19. Virus asal Wuhan, China, ini disebutkan sudah bermutasi dalam bentuk baru, dinamakan Covid Omicron.

”Jangan sampai itu kejadian. Kami tetap imbau untuk tidak gelar pesta yang mengundang kerumunan,” tegas Sujud.

Dia melanjutkan, bagaimanapun semua pihak tetap harus waspada. Semua pembatasan yang dilakukan adalah upaya pemerintah untuk mengakhiri pandemi.

”Mau bagaimanapun pandemi masih ada, kami dari PHRI akan mengikuti aturan tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, pembatasan ini akhirnya mau tidak mau juga berdampak pada tingkat okupansi hotel yang berkisar di angka 50-59 persen. Sujud mengatakan, banyak wisatawan saat ini rata-rata walk in guest.

Artinya, dia menerangkan, banyak wisatawan yang datang ke Kota Batu memilih untuk reservasi dengan cara datang langsung ke hotel.

”Tidak seperti yang biasanya reservasi dulu, baru berangkat ke Kota Batu. Ini yang membuat okupansinya 50 persen,” kata Sujud.

Sujud menjelaskan, wisatawan hari ini lebih memilih untuk melihat situasi dan kondisi Kota Batu lebih dulu sebelum memutuskan untuk menginap. Beda dengan sebelumnya yang melakukan reservasi dulu baru berangkat berwisata.

Meski begitu, pihaknya tetap bersyukur tingkat okupansinya meningkat lebih jauh dibandingkan sebelumnya di masa pandemi Covid-19. Di mana masa PPKM juga menjadi alasan wisatawan menunda keberangkatannya.

”Harapannya masih bisa normal dan semoga lebih ramai lagi ya pas tahun baru nanti,” harapnya.

Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko juga telah mewanti-wanti pengusaha hotel, restoran, dan tempat hiburan di Kota Batu untuk tidak menggelar kegiatan bersifat euforia atau pesta di akhir tahun.

Dewanti menuturkan imbauan ini sejalan dengan instruksi Satgas Covid-19 yang memberlakukan PPKM Level 3 per tanggal 24 Desember hingga 2 Januari 2022.

”Wisata tidak apa-apa, kalau hanya menginap kemudian kuliner gak papa. Kalau acara gebyar atau sifatnya euforia mendatangkan artis Jakarta atau musik-musik begitu tidak boleh,” tegas dia.

Imbauan ini, Dewanti mengatakan, juga sudah disampaikan kepada seluruh pengusaha hotel dan restoran di Kota Batu. Artinya, wisatawan yang datang ke Kota Batu nantinya hanya terbatas untuk berwisata. Tidak untuk menggelar pesta yang sifatnya hura-hura dan mengundang keramaian.

  • Bagikan