TUBAN, Tugujatim.id – Tiga hari dilanda banjir akibat banjir luapan Kali Kening Tuban, warga di Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban mulai kembali ke rumah masing-masing. Banjir merendam 11 Desa sejak Minggu (15/12/2024) berangsur surut dan aktivitas warga perlahan kembali normal.
Kapolsek Parengan, Iptu Muhammad Yusuf mengungkapkan, kondisi mulai membaik sejak Selasa (17/12/2024) pagi. Warga yang sebelumnya mengungsi di rumah sanak saudaranya kini kembali untuk membersihkan rumah, halaman, dan fasilitas umum (fasum) seperti sekolah serta rumah ibadah dari sisa lumpur dan sampah yang terbawa banjir.
“Alhamdulillah, banjir sudah surut tadi pagi. Warga juga sudah mulai membersihkan fasilitas umum dan kembali beraktivitas,” ujar Yusuf, Selasa (17/12/2024).

Banjir disebabkan oleh meluapnya Kali Kening, salah satu anak sungai Bengawan Solo yang tidak mampu menampung debit air akibat tingginya curah hujan beberapa hari terakhir. Banjir merendam 11 Desa di Kecamatan Parengan dan menyebabkan akses jalan terganggu serta beberapa rumah terendam hingga setinggi lutut orang dewasa.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Sudarmaji juga mengonfirmasi, kenaikan Tinggi Muka Air (TMA) Bengawan Solo berdampak langsung pada aliran Kali Kening. Kondisi ini diperparah oleh intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah hulu.
“Air sempat naik cukup tinggi akibat aliran dari Bengawan Solo yang meluap ke anak sungainya. Tapi Alhamdulillah, sekarang sudah surut,” jelas Sudarmaji.

Pasca surutnya banjir, aktivitas pembersihan menjadi fokus utama warga. Rumah-rumah yang sebelumnya terendam lumpur mulai ditata kembali, sementara jalanan desa yang tertutup sampah dan lumpur dibersihkan secara gotong royong. Pembersihan fasilitas umum seperti sekolah dan masjid juga dilakukan agar aktivitas warga, terutama kegiatan belajar-mengajar, dapat kembali berjalan normal.
“Kami langsung membersihkan fasum bersama warga pagi tadi, termasuk masjid dan sekolah,” tambah Yusuf.
Meski banjir sudah surut, masyarakat diimbau tetap waspada karena potensi hujan deras masih mengintai wilayah Tuban. Berdasarkan laporan BMKG, cuaca ekstrem diperkirakan akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan, sehingga risiko banjir susulan belum sepenuhnya hilang.
“Kami mengingatkan warga agar tetap berhati-hati, terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan dekat aliran sungai,” tegas Sudarmaji.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








