BANYUWANGI, Tugujatim.id – Menikmati keindahan alam di Banyuwangi serasa tidak ada habisnya. Apalagi jika ingin menikmati wisata alam yang tampak hijau nan asri. Salah satunya seperti Wisata Hutan De Djawatan Banyuwangi yang menyajikan pemandangan hijau dengan pepohonannya di sana sini.
Tahukah kamu bahwa De Djawatan dibuka sebagai objek wisata pada 2018. Sebelumnya, Perhutani sebagai salah satu pengelola banyak mengobservasi dan menguji coba sebelum kawasan tersebut dibuka sebagai objek tujuan wisata. Dinamakan De Djawatan untuk mengingat bahwa tempat ini adalah bukti kejayaan Perum Perhutani. Karena dulu Perhutani bernama Djawatan Kehutanan.
Objek wisata ini menawarkan panorama pohon trembesi raksasa. Ada sekitar 805 pohon yang berumur antara 100-150 tahun. Rata-rata pohonnya memiliki keliling 400-500 cm dan diameter 1,5-2 meter. Pohon ini berada di lahan seluas sembilan hektare. Sayangnya, trembesi ini rapuh dan mudah patah. Untuk itu, manajemen selalu merawatnya dengan rutin.
Di hutan wisata ini, Anda bisa berkeliling menikmati pemandangan hutan yang hijau. Berjalan-jalan santai di sepanjang jalan setapak atau duduk berpiknik untuk menikmati udara segar dalam suasana yang indah.
Tentu saja, membuat Wisata Hutan De Djawatan jadi objek lokasi yang Instagramable. Di tempat wisata ini, pengunjung bisa berswafoto di tengah hutan. Berfoto dengan pepohonan sebagai latar belakang dan akan terlihat seperti seri film Lord of The Rings.
Lokasi Wisata Hutan De Djawatan
Untuk lokasi Wisata Hutan De Djawatan berada di Purwosari, Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi. Dari stasiun Banyuwangi Kota, kamu memerlukan waktu 1 jam untuk menempuh jarak 34 km menuju lokasi wisata. Kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun umum. Tetapi untuk kendaraan umum, kamu harus menambah jalan kaki 1 km untuk mencapai lokasi.
Fasilitas
Fasilitas yang dimiliki wisata ini bisa dibilang cukup lengkap. Terdapat kamar mandi, musala, warung, kafe, dan masjid di pintu masuk Wisata Hutan De Djawatan.
Petugas wisata juga menyediakan berbagai spot untuk berswafoto mulai dari atas rumah pohon, di atas truk lama yang dibiarkan tak terawat, hingga jalanan lurus yang di sampingnya banyak pohon trembesi.

Untuk warung dan kafenya sendiri mereka menjual berbagai macam jenis. Ada snack, kopi, minuman hangat, milkshake, smoothies, dan minuman dingin.
Di sana, mereka juga menyediakan mainan seperti ayunan yang terdapat di sekitaran rute jalan yang dilewati dan juga jika ingin mencoba menikmati indahnya pepohonan dengan menaiki kuda, ada yang menyediakan jasa tapi dalam kawasan tertentu.
Harga Tiket dan Jam Operasional
Harga yang dibutuhkan untuk memasuki wisata Hutan De Djawatan hanya sebesar Rp7.500 per orang. Parkir dikenakan Rp5 ribu untuk mobil dan Rp2 ribu untuk motor.
Jam operasional wisata ini dibuka mulai pukul 08.00-17.00. Jika kalian ingin berkunjung, direkomendasikan untuk datang pagi atau sore hari. Selain untuk waktu foto yang bagus juga menghindari panasnya sinar matahari.
Review Wisatawan
Salah seorang wisatawan bernama Helost Nderek berkomentar melalui kolom Google Maps. Dia berpendapat bahwa Wisata Hutan De Djawatan sangatlah cocok untuk siapa pun yang ingin menikmati sejuk dan tenangnya alam.
Wisata Hutan De Djawatan ini selain menjadi destinasi wisata, juga bisa kamu gunakan untuk menenangkan diri karena kawasan wisata ini sangat luas sehingga terasa tidak terlalu ramai orang. Ketika berkeliling, tempat ini terasa sejuk dan damai.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Drama China Terbaru Rating Tertinggi 2023, Hidden Love Bikin Gamon Penonton
“Tempatnya sangat pas buat bersantai, asri, sejuk, dan rindang oleh banyak pepohonan dengan jenis trembesi, warisan dari zaman Belanda dahulu waktu masih di Pulau Jawa. Cerita mas kusir delman, dulunya De Djawatan adalah area penyimpanan kayu bakar untuk bahan baku kereta api uap dalam menjalankan aktivitasnya. Makanya lokasi di sini sangat rimbun. Sudah ada beberapa kafe di dalam lokasi, harga makanan dan minuman pun terjangkau dan nggak terlalu mahal. Recommend deh..,” tulisnya.
Wisata Hutan De Djawatan merupakan destinasi wisata dengan pemandangan hutan alam yang hijau. Suasana tenang dengan udara segar. Pesona yang diberikan tempat wisata ini adalah pemandangan pepohonan yang terkesan magis.
Di hutan ini tumbuh banyak jenis pohon. Menariknya, pohon trembesi yang berusia ratusan tahun itu masih kuat. Tempat wisata ini pun selalu ramai dikunjungi wisatawan di akhir pekan.
Writer: Zidni Zidan Fasya Falik (Magang)
Editor: Dwi Lindawati








