MOJOKERTO, Tugujatim.id – Obyek wisata sejarah Mojokerto diprediksi menyumbangkan angka tinggi kunjungan wisatawan selama liburan Natal dan Tahun Baru 2025 (Nataru).
“Kalau melihat trend saat ini, wisata sejarah yakni PIM (Pusat Informasi Majapahit), termasuk museum dan candi-candi yang mengalami peningkatan tingkat kunjungan,” lanjut Noman Handito, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Mojokerto, Minggu (08/12/2024).
Beberapa lokasi candi yang disebut menjadi andalan di antaranya Candi Brahu, Candi Tikus, Candi Bajang Ratu, termasuk peninggalan lain seperti Kolam Segaran.
“Masih ada lagi seperti komplek Makam Troloyo. Wisata sejarah menurut kami bagus karena selain untuk wisata juga untuk memberikan edukasi tentang pengetahuan,” papar Norman.
Disbudporapar Kabupaten Mojokerto tidak mematok target tinggi terkait kunjungan wisata di Bumi Majapahit selama liburan Natal dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Terlebih curah hujan cukup tinggi selama Desember 2024, sehingga menjadi pertimbangan dalam mematok kunjungan wisatawan.
“Libur sekolah yang mungkin berdekatan dengan Natal dan Tahun Baru kami sikapi secara rasional. Target kami tingkat kunjungan bisa naik 5% dari hari-hari biasa,” terang Noman.
Faktor cuaca lagi-lagi membuat Pemkab Mojokerto harus realistis. Tak hanya itu, curah hujan tinggi bahkan membuat puluhan desa di Kabupaten Mojokerto sempat terendam banjir. Enam titik tanggul juga dikabarkan jebol akibat tak mampu menahan debit air kala hujan deras terjadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








